Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
Bab 21


__ADS_3

kini ningsih sudah berada di rumah sakit, ningsih terbaring lemah tidak sadarkan diri, semua keluarga wijaya sudah di rumah sakit, beruntung setelah kepergian kevin bik sumi tiba di rumah, dan membawa ningsih menuju rumah sakit, keluarga wijaya merasa terharu atas apa yang di lakukan ningsih, ningsih sudah rela mengorbankan dirinya demi melindungi vita.


vita yang dulu merasa benci dengan ningsih, kini sudah tidak lagi ninsih sudah mengorbankan nyawanya demi menyelamatka dirinya, kini vita merasa bersalah karna ia sering kali menghina ningsih bahkan ia sering kali berkata kasar pada ningdih.


vita yang melihat keadaan ninsih yang lemah semakin merasa bersalah, dengan keadaan kepala di perban ningsih masih belum juga sadar, belum lagi ningsih kehilangan banyak darah, yang harus mentapat donor darah tapi mau bagau mana lagi golongan darahnya tidak sama dengan ningsih.


saras memiliki golongan darah yang sama dengan ningsih, akan tetapi kata dokter saras tidak bisa mendonorkan darahnya, karna tubuhnya tidak dalam keadaan sehat karna penyaki anemia yang ia derita.


" bunda " aran yang baru saja sampai di rumah sakit itu memanggil bundanya.


saras yang tadi duduk sibuk dengan pikiranya, mengikuti arah dari mana suara yang memanggilnya.


" aran" kata saras


" apa kak vita baik baik saja" tanya aran karna ia pikir vita lah yang terbujur lemah di rumah sakit, setelah mendapat kabar kalau kevin datang menemui vita,.


" kakak mu baik baik saja" kata saras menunjuk ruangan dimana vita sedang duduk di samping ranjang ningsih yang terbujur lemah di sana.


aran berjalan melangkah menuju ruangan yang di tunjuk saras, ia meliha vita duduk menangis, di samping tempat tidur ruang rawat itu, tapi dia bingung lalu siapa yang terbaring di situ, aran bingung dan bertanya tanya pada dirinya sendiri.


lalu ia masuk keruangan itu, aran terus berjalan mendekat, karna rasa penasaran yang sangat besar di hatinya, ingin tau siapa yang terbujur di sana.


deeg! mata aran menangkap wajah ningsih yang terlihat lemah, ia tidak percaya apa ya dia lihat, dia tidak mengerti apa yang terjadi, kenapa ningsih yang justru menjadi korban kevin.


"kak vita" vita terkejut mendengar namanya di panggil, ia dari tadi merunduk dengan memeluk tangan ningsih, ia sibuk dengan pikirannya, ia sangat merasa bersalah atas apa yang pernah di lakukannya pada ningsih.


" aran" jawab vita, ia baru ingat kalau di keluarganya hanya aran dan bundanya yang memiliki golongan dara O dan vita menemukan jalan keluar dari masalahnya.

__ADS_1


" kakak engga apa apakan" tanya aran yang dari tadi menghawatirkan vita, vita hanya menggelene, vita bangun dari duduknya dan menarik aran keluar karna kalau di dalam ia takut ribut mengganggu ningsih disana.


" kak aku mau lihat kondisi ningsih" kata aran yang tidak mau keluar, tapi tetap saja vita menariknya keluar, setelah di luar vita menutup pintu ruang rawat ningsih, kini mereka hanya melihat ninsih dari kaca pintu itu saja.


" aran kakak mohon kamu harus tolong ningsih" kata vita sambil melihat adiknya itu.


" maksud kakak" aran bingung karna memang ia tidak tau apapa.


" ningsih harus segera mendapat donor darah, sementara rumah sakit sedang tidak ada stok darah bergolongan sama dengan ningsih" kata vita menjeda ucapannya, aran mulai mengerti maksud ucapan vita tapi ia diam saja, membiarkan vita menyelsaikan ucalannya.


" dan bunda tidak bisa memberikan darahnya karna kondisinya yang kurang baik, jadi kakak minta kamu yang mendonorkan darah buat ningsih, kakak mohon aran" kata vita dengan wajah melas, karna ia sangat hawatir melihat ningsih yang belum sadarkan diri.


" tapi kakak" kata aran yang sedikit ragu.


" kakak mohon, demi kakak aran, kau tau kalau ningsih tidak bisa di tolong, kakak lah orang yang paling merasa bersalah di sini, dan kamu tau aran kakak seumur hidup akan terus di diteror rasa bersalah kakak," kata vita sambil menangis.


" bunda juga mohon sama kamu aran"


"baiklah aku mau"


akhirnya aran melakukan apa yang di minta ibu dan kakaknya, kini aran sedang istirahat dengan membaringkan tubuhnya, setelah tadi dia selesai tranpusi darah, ia merasa sedikit lemas, tapi itu tidak membuatnya apa apa.


" makasi aran " kata vita, karna ia bersukur aran mau menolong ningsih, ia sangat takut sekali kalau ningsih tidak bisa bertahan karna kehilangan banyak darah.


" iya kakak, kakak sekarang pulang ajja istirahat" kata aran karna aran melihat wajah vita tampak pucat.


vita pun meng iakan ucapan aran, mereka semua pulang ke rumah termasuk aran, setelah tadi bik sumi datang untuk menggantikan mereka menjaga ningsih.

__ADS_1


vita terus diam dari perjalan menuju rumah dia hanya sibuk dengan pikirannya, saras tau apa yang sedang vita pikirkan ia tau vita sangat merasa bemersalah karna kejadian tadi pagi yang menimpa ningsih.


" vita" kata saras kini keduanya duduk di kamar vita, semenjak pulang dari rumah sakit, vita langsung menuju kamarnya, ia duduk menunduk karna merasa bersalah.


saras mengetahui kalau anaknya sedang sedih, ia datang ke kamar anaknya, untuk melihat ke adaan anaknya, karna vita belum makan apa apa dari pagi sampai sudah sore hari ini.


" bunda, kenapa ningsih belom siuman" tanya vita pada saras, hal itu sangat mengganggu pikirannya.


" sabar sayang, aran sudah mendonorkan darahnya, kamu harus yakin ningsih, akan baik baik saja" kata saras sambil memeluk vita.


1 tapi bun, kalau ningsih engga bisa di tolong gimana" tanya vita lagi karna dari pagi tadi ningsih belum juga sadar sampai saat ini.


" sabar sayang, kita sudah mengusahakan, yang terbaik untuknya, jadi selebihny kita serahkan sama tuhan, bunda yakin dia akan baik baik saja, dia itu kuat" kata saras berusaha menenangkan hati vita, yang tidak tenang karna rasa bersalahnya.


" bunda"


"apa sayang"


" nanti kalau ningsih sudah sadar dan dia sudah baik baik saja, kita tidak boleh lagi menjadikan dia art" kata vita tentu saja saras bingung dengan maksut vita.


" maksud kamu" tanya saras


" bunda dia sudah menolong aku, dan aku harus membalas jasanya, dia mengorbankan nyawanya demi melindungi aku bunda" kata vita.


saras tersenyum mendengar ucapan vita, ternyata ada hikmah dari kejadian ini bisa membuatnya vita sadar dan menjadi lebih baik lagi, ternyata apa yang baru di alaminya, membuatnya sadar, kalau dia sangat jahat dulu pada ningsih.


tapi tetap saja saras sangat menghawatirkan ningsih, ia takut apa yang di hawatirkan vita ternjadi, karna ia juga merasa bersalah, karna ningsih menolong vita yang meng akibatkan kondisinya jadi begini.

__ADS_1


__ADS_2