Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
Bab 13


__ADS_3

Setelah sepuluh menit perjalanan ningsih dan pangeran sampai di taman kota, pangeran masih penasaran apa yang di liat sepupunya dari ningsih, bukan hanya sepupunya orang tuanya juga sepertinya menyukai ningsih pangeran masih bingung dari segi apa mereka melihat ningsih.


mereka kini duduk di kursi taman sambil memandang bulan karna memang sudah malam hari.


" tuan, kenapa kita ke mari" tanya ningsih yang bingung.


" apa kamu tidak ingin minta mf" kata pangeran dengan suara yang berat.


"maaf" ningsih bingung lalu mengingat dosa apa yang telah ia lakukan sehinga harus meminta maaf,.


"insiden beberapa hari yang lalu" kata pangeran sambil melipat rangannga dan memandang lulus ke depan.


ningsih kembali mengingat apa yang di maksud majukannya itu, ia sekarang ketakutan ia pikir tuannya sudah tidak mempermasalahkan lagi hal itu.


"tuan maafkan saya" kata ningsih dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh pangeran,.


"em kalau kamu mau saya maafkan ayo kita berteman" kata pangeran sambil mengulur tangannya.


" teman" ningsih bingung apa yang harus ia lakukan, ia masih belum percaya dengan apa yang ia dengar barusan, teman apa itu benar.


" baik tuan" ningsih menjawab tanpa mebalas uluran tangan pangeran.


mereka berdua kembali terdiam tidak ada yang membuka suara mereka hanya melihat rembulan yang begitu terang, dan angin yang berhembus.


"dingin" pangeran membuka jaketnya dan memakaikannya pada ningsih.


"ayo kita pulang hari sudah malam" kata pangeran mereka berdua memasuki mobil dan pulang ke rumah.


🌻🌻🌻🌻


" kita harus lempar si pangeran sialan itu ke kolam "rian yang berkata pada sandi, karna semenjak kepergian pangeran dan ningsih mereka memutuskan untuk menginap di rumah bunda saras, tapi hari sudah hampir malam ningsih dan pangeran belum juga pulan, tadinya mereka menunggu pangeran di lantai tiga tapi karna pangen tidak juga pulang, mereka akhirnya turun menunggu pangeran di runang tamu.


"aduh kemana mereka kenapa belum pulang- pulang juga dasar pangeran sialan" ucap rian yang di dengar oleh sandi.


sandi masih diam saja, dengan melipat tangannya duduk bersandar di sopa, tidak berapa lama terdengar suara mobil di pekarangan rumah, rendi segera melihat, sepertinya yang di tunggu sudah datang, pangeran membuka pintu untuk ninggsih.


cleeekk...


tanpa hahiheho rian dan sandi langsung mengangkat pangeran yang masih bediri di depan pintu,.


"hei nyet kenapa kalian angkat aku, woy sialan" pangeran berteriak sambil berusaha melepaskan dirinya namu tidak berhasil.

__ADS_1


ningsih pun merasa terkejut melihat apa yang terjadi, dengan segera ningsih menyusul mengikutu kemana para majikannya itu pergi.


seperti yang di rencana kan rian dan sandi begitu sampai di kolam renang pangeran langsung di ceburkan ke dalam kolam.


buuuurrrrrrr


pangeran sudah ada di dalam air, melihat ada ningsih di belakang rian dan sandi, pangeran berpura- pura tengelam karna kakinya terasa keram.


"toooloongggg"


"tolonggg"


"tolong kakiku engga bisa di geraki." kata sandi rian hanya menganguk.


ningsih yang melihat itu merasa kasihan pada pangeran tanpa berpikir, dengan kemampuannya berenang di kali dulu pasti dia bisa menolong pangeran, kolam berenang tidak ada apa- apanya bagi ningsih, karna biasanya tempat ningsih berenang itu sungai.


buuurrrrrr..


ningsih melompat ke kolam setelah melepas jaket yang di pakaikan pangeran tadi ia lepas. rian dan sandi saling tatap lalu beralih memangdang ningsih, ningsih langsung membantu pangeran untuk naik,.


"makasih ya ningsih" ucap pangeran lalu tersenyum licik pada kedua sepupunya itu.


" karna tuan sudah tidak apa- apa saya masuk ya tuan dingin" kata ningsih setelah pangeran duduk di tepi kolam, pangeran mengangguk.


pangeran yang sudah basah berjalan mendekati kedua sepupunya itu, rasanya tidak adil kalau hanya pangeran yang berenang malam- malam, sepertinya kalau berenang bersama akan lebih menyenangkan.


pangeran menarik tangan rendi dan mendorongnya masuk ke dalam kolam.


burrrrrrt....


"ahahahahahaa" sandi tertawa melihat rian di lempar oleh pangeran kedalam kolam, tapi sandi langsung diam ketika arah tatapan mata pangeran menatap padanya, sandi yang mulai memahami situasi sepertinya akan menyusul rian kedalam kolam, berusaha melarikan diri, tapi sepertinya dewi portuna belum berpihak padanya, dengan cepat pangeran menarik tangan sandi, tapi sandi memegang tangan pangeran dengan kuat, dan akhirnya mereka berdua masuk kedalam kolam.


buuuuurrre....


"ahahhahahahhahaha " mereka bertiga tertawa didalam kolam.


"nyet airnya hangat ya, apa ada sumber air hangat di sini, aku baru tau ini" tanya rendi pada pangeran.


"apa hangat?" tanya pangeran yang tidak mengerti ini hari sudah malam mana mungkin airnya hangat kalau siang mungkin karna panasnya trik mata hari, dan sumber air hangat sejak kapan sepertinya belum ada.


"ia ini hangat airnya," ucap rian lagi sambil memasukam kepalanya ke dalam air tapi rian merasa aneh kenapa airnya berubah dingin.

__ADS_1


"kenapa sekarang mendadak dingin, " rian bingung bertanya ke arah pangeran lalu melihat sandi.


sandi yang di tatap oleh kedua sepupunya itu merasa merinding.


"jangan bilang kalau ini sumber mata air mu nyet" tanya rian pada sandi, yang di balas dengan senyuman seribu watt menunjukan barisa gigi putih nya.


"ahahhahaha" pangeran tertawa lepas mendengar pengakuan sandi.


"jadi tadi nyet kamu merasa hangan, karena sumber airnya dekat" ahahahaha pangeran tertawa terbahak bahak.


" sialan" dengan emosi rian langsung menenggelamkan sandi ke dalam kolam. pangeran yang menyaksikan pertarungan kedua sepupunya itu hanya tertawa terbahak bahak.


" sialan ni si sandi engga sopan banget" kata rian.


pangeran masih tertawa lalu tiba- tiba mucul ide jail di kepalanya.


"udah- udah sekarang gini aja kita bertiga adu kekuatan," pangeran berkata denga senyum licik di wajahnya.


"apa" kali ini sandi yang bertanya karna merasa ada yang tidak beres di balik tantangan yang akan di berikan oleh sepupunya itu.


"jadi kita bertiga kan masih berada di dalam kolam, nah siapa yang duluan keluar dari dalam kolam ini dia pemenangnya dan siapa yang masih tertinggal di dalam kolam berarti dia kalah," pangeran menjeda ucapannya memberikan waktu sepupunya itu mencerna ucapanya.


"trus" kata rian yang penasaran dengan kelanjutan cerita dari pangeran


" terus yang kalah harus pakek daster bunda semalamaan sampai besok pagi dan makan semur jengkol buatan bik sumi".


"ahahhhaahhaha setuju" kata sandi dia berharap bisa mebalas apa yang di lakukan rian padanya tadi, dengan menenggelamkan dirinya ke air yang sudah ia kencingi sendiri.


"ok baiklah kalau gitu kita hitunga sampai tiga dan hitungan ke tiga selamatkan diri masing- masing" kata pangeran yang di anguki oleh kedua sepupunya itu.


" siap, satu...... dua..... tiga!."


sandi dan rian saling tarik menarik agar bisa naik duluan keluar dari kolam renang itu, sementara pangeran langsung keluar dengan santai karna memang ia sudah di tepi kolam tadi posisinya sementara kedua sahabatnya itu berada di tengah- tengah kolam dan saling berdekatan,.


pangeran yang sudah di luar kolam berdiri dengan angkuhnya sambil kedua tanganny di pinggang. ia hanya menjadi penonton melihat kedua sahabatnya yang berebut saling dorong agar bisa keluar.


dan setelah dorong mendorong rian berhasil mengalahkan sandi, rian sudah berada di luar kolam renang dengan sandi masih berjalan menuju tepi kolam lalu ke luar dari kolam itu.


sandi yang kalah sudah sangat takut membayangkan hukuman yang akan ia dapatkan,.


sementara rian dan pangeran tertawa melihat wajah sedih dari sandi.

__ADS_1


"wk wk wk."....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2