Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
Bab 5


__ADS_3

POV Author


dua hari kemudian.....


"ningsihhhh" bik sumi memanggil ningsih


"kamu di pangil nyonya besar, katanya suruh temanin diya keluar" ucap bi sumi


"oh ya bik, kebetulan ningsih udah siap cuci piringnya" ucap nya lalu pergi dari dapur dan menuju di mana nyonya saras berada...


🌸🌸🌸🌸🌸


" nyonya" ucap ningsih dengan sopan


"ningsih kamu hari ini temani saya ke mall ya saya mau belanja jadi saya minta kamu bantu bawa belanjaan saya" ucap nyonya besar kepada ningsih sambil tersenyum lembut


" baik nyonya" jawab ningsih senyuman


"kamu tunggu di sini sebentar saya ambil tas ke kamar dulu" ucap nyonya besar pada ningsih


lalu nyonya besar kekamarnya karna memang kamar nyonya besar ada di lantai satu jadi tidak butuh waktu lama untuk menunggu nya.


"ayo" ucap nya lalu aku


ningsih pun mengikutinya berjalan di belakang


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


mall


"ayo turun" ucap nyonya besar pada ningsih, karna mobil sudah terparkir rapi yang tadi di ke mudikan supir pribadi nyonya besar..


ningsih bengong menatap gedung di hadapannya, ia juga bingung apa yang di jual orang orang di dalam sana sampai harus membuat gedung sebesar ini.


" ningsih" suara nyonya berhasil membuyarkan lamunan ningsih


"ayo ningsih" nonya kembali bersuara


ningsih berjalan mengikuti saras masuk kegedung besar tersebut, ningsih melihat orang di sekeliling nya berkeliaran rapi, cantik dan menarik, lalu ningsih menunduk melihat penampilannya, dari kaki yang hanya memakai sendal jepit, lalu rok panjang semata kaki, dan kaus oblong murahan dan rambut yang di kepang dua.

__ADS_1


"ningsih kamu mikirin apa" nyonya bertanya pada ningsih.


" nyonya aku jelek sekali ya kalau di bandingkan dengan mereka" tanya ningsih dengan polos nya pada nyonya saras


" kamu juga cantik, jangan lihat orang lain tetap percaya diri, kalau kamu nyaman dengan yang kamu pakai tidak usah pikirkan dengan penilaian orang lain" kata nyonya saras


ningsih terus berjalan sampai di sebuah toko yang seperti nya nyonya saras sudah berlangganan di sana sampai- sampai diya di sambut sangat baik.


nyonya sarah terus memilih baju, sepatu, tas apa pun yang di inginkanya yang kata nya berapa hari lagi di rumahnya akan ada arisan keluarga.


takterasa waktu terus berlalu dia dan nyonya suda berpidah pindah toko sudah makan di restoran cepat saji, dan pukul empat sore mereka pulang ke rumah,


" ningsih" panggil nyonya pada ningsih yang sedang duduk di mobil di samping sopir pribadi nyonya saras


"ya nyonya" jawab ningsih


" kamu sudah punya pacar?" tanya nyonya pada ningsih


ningsih terdiam tidak menjawab sama sekali bahkan mungkin tidak ada niatan sedikit pun untuk menjawab.


sementara di belakang ningsih, nyonya saras sedang duduk diam menunggu jawaban ningsih, sambil menjentik jentikkan jarinya .


"kenapa tidak di jawab" ucap nyonya saras kembali


"tidak ada nyonya" jawab ningsih dengan sejujurnya


"ah apa mungkin??, orang kamu cantik tapi engga mungkin rasanya kala tidak punya pacar" ucap nyonya saras sambil tersenyum, yang tidak dapat ningsih lihat karna posisi duduk mereka agak berjauhan.


ningsih diam saja di pikirannya sekarang hanya wajah ibunya dan ia sudah sangat merindukan ibunya, walau baru beberapa hari tidak bertemu tapi membuat ningsih tersiksa.


biasanya ningsih di peluk ibunya setiap kali memarahinya terutama di pagi hari ningsih yang malas bangun pagi untuk solat, pasti mendapat omelan dari ibunya.


bahkan terkadang ia yang sedang tertidur nyenyak ibunya sengaja menghidupka musik di ponselnya lalu menaruhnya di atas telinga ningsih.


ningsih juga mengingat adiknya yang selalu ribut dengannya bahkan sering kali meributkan hal yang sama sekali tidak penting.


sering kali ningsih menjadi korban kenakalan adiknya tersebut, mulai dari menyembunyikan sendal lalu sepatu pernah juga saat di mana ia sedang solat magrip di masjid berjamaan pulang tanpa mengunakan sendal karna di kerjai adiknya.


ningsih tersenyum mengingat itu,.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


di rumah....


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai juga di rumah besar yang kata ningsih bukan rumah tapi istana.


ningsih menuju bagasi mobil mengambil semua belanjaan nyonya besarnya itu.


"ningsih kamu antar semua belanjaan saya itu ke kamar saya" ucap nyonya besar sambil menunjuk ke arah belanjaan nya tadi


"kemudian kembali lagi ke sini" kata nyonya yang sekarang mereka memang berada di ruang tamu.


ningsih pun berjalan menuju kamar nyonyanya dan mengerjakan apa yang di perintakan nyonyanya.


beberapa saat kemudian ningsih sudah kembali ke ruang tamu di mana nyonyanya berada yang tampak sedang duduk manis di sopa sambil minum teh hangat sepertinya baru di buat bik sumi.


"ningsi, ini untuk mu" kata nya sambil memberikan paper bag tersebut pada ningsih, ningsih tersenyum lalu mengulurkan tangannya mengambil pemberian nyonya saras.


" ini untuk saya nyonya" kata ningsih yang menatap terkejut tapi juga bahagia bertapa baik hatinya nyonya saras pikir ningsih


"terima kasih nyonya" ucap ningsih lalu saras pun pergi menggalkan ningsih dan menujukamarnya.


ningsih membuka apa yang di berikan saras padanya bertapa bahagia nya ningsih karna ternyata sebuah gaun berwarna biru selutul tanpa lengan, dan mata ninggsih benar benar berbinar mengetahui gaun indah yang di berikan saras padanya.


ternyata tidak semua majikan itu jahat seperti apa yang di katakan orang di kampungnya yang pergi merantau tapi pulang dengan membawa penderitaan.


ningsih merasa beruntung karna memiliki majikan yang berhati seperti malaikat, ningsih pun berjanji akan bekerja dengan baik dan giat supaya hasil kerjanya memuaskan.


" waw ningsih kamu kenapa" tanya bik sumi yang meliha tingsih senyum- senyum sendiri, bik sumi takut kalau ningsih kesurupan karna sudah beberapa kali di panggil ningsih tidak juga mensnggapinya dia malah asik memeluk paper bag yang ada di tangnya.


bik sumi kedapur lalu kembali lagi dengan membawa sebuah gelas yang berisi air yang sudah di baca ayat kirsi.


bik sumi takut karna ningsih baru beberapa hari di kota mungkin di jalan tadi dia bertemu makluk harus dan merasuki tubuh ningsih, karna belum pernah melihat ningsih di kota ini, begitulah isi kepala bik sumi saat ini.


"bik sumiii" teriak ningsih karna wajahnya terus saja di sirami air oleh bik sumi.


"bibi apa sih ke napa datang- datang nyiram aku,"???


"kamu aneh ning makanya kamu bibik siram dan sepertinya setan itu sudah keluar dari tubuhmu"

__ADS_1


ningsih yang mendengar penjelasa bik sumi hanya diam saja.


lalu pergi melangkah menuju kamarnya...


__ADS_2