Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
Bab 3


__ADS_3

setelah keluar dari ruang rawat rumah sakit tersebut aku dan rendi berjalan menuju parkiran di mana mobil nya terparkir,.


ya aku jalan kaki tadi suster menawarkan aku agar naik kursi roda saja, tapi aku menolak, jalan juga aku masih kuat menurut ku, lagi pula aku hanya lecet sedikit, kenapa ke marin aku tak sadarkan diri, mungkin itu karna aku sedikit syok saja. dan sekarang kami sampai di parkiran mobil.


"silahkan masuk nona" ucap rendi membuka pintu mempersilahkan aku masuk.


"terimakasih tuan" jawab ku.


lalu kulihat rendi masuk dan mengemudikan mobil nya menuju kediaman yang katanya kediaman bos nya, entah lah aku pun tak tau dan tak mau tau siapa dan sekaya apa bos nya, yang pasti saat ini aku bahagia karna dapat pekerjaan dan tempat tingga, paling tidak aku tidak luntang lantung cari tampat tinggal, dan cari kerja pikir ku.


sepanjang perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan, kulihat rendi diya hanya pokus ke depan tanpa ada niat sedikit pun memulai percakapan di antara kami,.


aku melihat jalanan, sepanjang perjalanan aku hanya melihat pepohonan yang menyenjukan, tak terasa dua puluh lima menit perjalanan kami sampai di sebuah hunian mewah aku yang masih di dalam mobil, terdiam melihat hunian mewah di hadapan ku,...


"ningsih ayo turun" ucap rendi padaku yang mampu menyadarkan ku dari rasa takjub ku.


"iya tuan" jawab ku sambil turun dari mobil tersebut, aku masih berdiri di hadapan rumah mewah itu, tanpa ada niatan beranjak dari sana, sambil berpikir ini bukan rumah, lebih tepat nya istana pikir ku.


"ningsih" ucap rendi, tapi aku masih mematung, entah lah aku pun tak mengerti betapa bodoh nya aku di sini.


"nona" sekali lagi rendi mengejutkan ku dengan penepuk undak ku, sekatika aku tersadar dari lamunan ku..


"ah iya tuan" jawab ku


"ayo masuk" ucap rendi aku pun menganguk sambil berjalan mengikuti rendi.


sampai di dalam rumah tersebut aku memandangngi semua sudut yang aku lewati, sunguh kalau di bandingkan rumah ku ini tidak ada apa apa nya, mungkin kamar mandi di rumah ini jauh lebih besar dari pada rumah ku, tak henti-henti nya aku memuji bertapa indahnya rumah ini. hinga tanpa sadar aku terus berjalan dan menabrak sesuatu benda, benda itu terdorong oleh tubuh ku dan terjatuh,.


BRUKKKK.....


benda bertapa cerobohnya aku yang menabrak guci dan guci nya pecah, muka ku berubah merah, pucat bagai tidak punya darah dan penglihatan ku mulai gelap dan aku terjatuh tak sadarkan diri..

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.....


aku tersadar aku bertaya pada diri ku sendiri aku di mana apa aku sudah di surga, kalau aku sudah di surga bagai mana dengan ibu dan adik, bukankah aku ingin ke kota untuk membantu perekonomian keluarga ku..


"tidaakkkkk" teriak ku


"anda tidak apa -apa nona" tanya wanita yang kupikir usianya sudah menginjak lima puruh tahun, tapi kelihatan nya masih sangat segar.


"maaf bu apa aku masih hidup" tanya ku pada wanita tersebut.


"ya kamu masih hidup, masih bernapas" kata wanita itu


aku terdian mencerna kata- kata wanita tersebut, lalu aku teringat kejadian beberapa saat lalu sebelum aku taksadarkan diri, aku jadi gemetar sendiri memikirkan apa yang akan terjadi pada ku setelah ini, bagai mana kalau pemilik rumah ini meminta ganti rugi padaku dapat uang dari mana aku untuk menggati barang tersebut,.


aku yakin harganya pasti sangat mahal aku jadi merinding, rumah mewah yang ku pijaki ku pandang takjub sekarang jadi berubah horor bagi ku, kalau tiba- tiba majikan ku itu meminta aku membayar guci mahalnya dan aku tidak bisa membayar lalu aku tidak di gaji dan disiksa pula, oh tidak aku takut ibu tong aku.


"emm ibu siapa, apa ibu pemilik rumah ini" tanya ku pada wanita tersebut


"ah iya bik terimakah, bik nama saya ningsih, tolong panggil saya ningsih ya bik engga perlu nona nona heheheee" jawab ku ke pada bik sumi


"iya ningsih baiklah, ada yang mau di tanyakan lagi kalau tidak bibik mau, kedapur siapin maka siang dulu" kata bik sumi


"ah iya bi, tapi di rumah sebesar ini ada berapa banyak pekerjanya bik," tanya ku pada bi sumi


"kalau yang tetap dan tingga di sini hanya lima, satpam tiga, saya, dan suami saya, suami saya bekerja mengurus tanaman di sini, tapi kalau masalah bersih-bersih setiap paginya akan datang sepuluh orang untuk membersihkan rumah ini, ya kalau sudah bersih mereka pulang, dan besok nya datang lagi lalu begitu seterusnya." jelas bik sumi kebali.


"baik lah bi kalau begitu bibik kalau mau pergi mungkin silah kan, saya juga mau istiraha supaya cepat sembuh, terus kerja sama bibik." ucap ku


"istirahat ya ningsih bibik siapin pekerjaan bibik dulu, nanti bibik k sini lagi kalau kerja bibik udah selesai" lalu bik sumi pergi keluar kamar yang aku tempati ini, dan aku pun tidak mau mengingat kejadian yang sudah menimpa ku, karna menurut ku itu hanya bikin sakit kepala aapa pun yang terjadi nanti akan aku hadapi, lebih baik istirahat supaya tenaga menghadapi kenyataan pikirku, dan kembali terlelap...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


"hei bangung" tiba- tiba seseorang dengan muka memerah karna marah datang ke kabarku dan menarik selimutku.


"maaf ada apa ya" aku duduk sambil menahan rasa taku yang kurasakan.


"berani kamu sama saya ya, saya pemilik rumah ini, dan kamu cuma pembantu sudah berani bicara begitu pada saya, jangan kurang aj*r kamu ya dasar wanita tidak tau diri" wanita itu marah padaku aku takut karna apa yang aku pikirkan tadi sepertinya terjadi.


"maaf nyonya saya benar- benar minta maaf" aku turun dari tempat tidur sambil duduk berlutut di kaki majikan ku itu.


"maaf?.." ucap nya sambil memandangku remeh.


"saya benar- benar minta maaf nyonya" aku mengulagi kata- kata maaf beberapa kali dari mulutku berharap dia memaafkan aku.


"saya engga butuh maaf kamu, tapi kamu harus membayar guci mahal saya yang kamu hancurkan tadi" dengan emosi yang meledak- ledak dia berbicara sambil menunjuk- nunjuk ke padaku.


apa aku takut, tentu saja aku takut, bahkan sangat takut ibuuu tolong aku, aku menangis sejadi- jadinya,.


tida- tiba aku mendengar suara yang memanggil nama ku.


"ninsihhhh"


" ningsihhh" ternyata bik sumi yang memanggilku aku menarik napas lega ternyata tadi itu hanya mimpi, mimpi buruk yang sangat mengganggu tidurku.


"kamu mimpi buruk ya"


aku menganggukan kepala, denga keringat yang sudah membasahi tubuhku, bik sumi memeluku dan mengelus kepadaku untuk menenangka aku.


aku merasanyaman dan tenang dalam pelukan bik sumi aku membayangkan kalau yang memeluk ku saat ini adalah ibu ku, tapi tidak apa walaw yang memeluku bik sumi aku tetap merasa senang.


"ya sudah kamu istirahat lagi ya, bibik akan temani kamu di sini sampai kamu tidur, tapi jan lupa berdo'a supaya engga mimpi buruk dan jangan berpikir hal yang belum terjadi."


aku benar- benar terharu dengan ucapan bik sumi dia sudah seperti ibu ku sendiri padahal baru beberapa jam saja kami bertemu, aku tersenyum lembut padanya, lalu kembali terlelap dalam tidurku,.

__ADS_1


🌸🌸🌸


__ADS_2