Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
bab 18


__ADS_3

semua sudah berkumpul di ruang keluarga karna putri wijaya anak pertama saras sudah sampai semuanya saling berpelukan melepaskan rasa rindunya bahkan mery pacar aran juga di undang karna mereka akan mengdakan makan malam bersama.


kini mereka semua duduk di kursi meja makan dengan mery di samping aran tentunya mereka saling bercanda bahkan tidak segan bersikap mesra.


saras tidak mempermasalahkan itu karna ia pun merasa pernah merasa yang nama kasmaran dunia muda memang sangat menyenangkan.


lain halnya dengan ningsih ia hanya berdiri di belakang sesekali ia di panggil bila ada sesuatu yang di butuhkan majikannya itu.


ningsih merasa sedih ia merasa bodah bagai mana bisa ia jatuh hati pada majikannya itu jelas sangat mustahil tidak mungkin majikannya itu juga mengharapkan itu lah saat ini menggangu pikiran ningsih.


"babe " meri berbicara pada aran. mereka kini sedang duduk di ruang tamu.


" em " jawab aran


" ihh jawabnya gitu " mery berbicara mesra pada aran dengan suara lebut dan sambil begelanjut manja di lengan tangan ara.


ningsih membawa jus yang tadi di minta ke duanya dan kini ia meletakannya di atas meja dengan beberapa camilan, ia beryusaha menunduk dan tidak melihat keduanyya sedang bermesaan itu, aran menyadari ada hal yang tidak biasa dengan ningsih tapi apa ia bingung dan bertanya di hatinya.


" tumbel ningsih diem ajja biasanya crewetnya enngga akan berkurang tapi ini" tentunya itu hanya batin aran saja.


" ningsih makasihya " ucap aran setelah ningsih menaruh semua di atas meja dan hendak kembali kedapur.


mendengar aran yang berbicara padanya ia menunduk dan tidak berani melihat aran dan meri yang masih memeluk lengan aran.


" iya tuan " jawab ningsih dengan sopan

__ADS_1


" sayang apa sih, kamu engga usah baik baik gitu sama pembatu " ketus mery sambil memandang remeh ningsih.


" saya ke belakang nona, tuan " ucap ningsih lalu berlalu dari tempat itu.


" ia lah sana, ngapain juga di sini, babu juga" kata mery tapi masih bisa di dengar ningsih dari kejauhan, aran diam saja dia memang sangat tidak suka mengikuti urusan orang lain.


saras yang kebetulan lewat, ia mendengar yang di ucapan meri ia hanya geleng geleng kepada dengan tingkah kekasih putranya itu, ia berdo' a semoga calan menantunya itu akan berubah menjadi lebih baik.


" babe ke mall yuk, besok puspita tunangan akukan belum punya gaun yang bisa aku pakai" kata mery dengan manjanya.


" yuk " aran menarik tanyan mery ia tidak pernah menolak ajakan mery karna memanjakan mery adalah hal yang sangat ia utamakan.


mereka berdua pergi ke salah satu mall terbesar di kota x itu, mery tidak pernah melepaskan aran ia terus memeluk dan bersandar pada lengan aran, walau pun aran sedang mengemudi karna mery tau aran sangat suka wanita yang begantung padanya, dan bertingkah manja tentunya.


akhirnya acara yang di tunggu tunggu tiba pesta pertunangan puspita wijaya dan kelvin dilmanegara di selenggarakan.


kelpin adalah anak dari salah satu rekan bisnis bintang, mereka sering kali terlibat proyek yang sama, dan dengan adanya ikatan di antara anak mereka tentu akan semakin memperkuat ikatan bisnis mereka, tapi antara vita dan kelvin tidak di jodohkan mereka resmi berpacaran semejak satu tahun yang lalu dan kini sepakat untuk mengikat hubungan mereka dengan pertunangan.


acara di adakan di salah satu hotel ternama milik bintang, pesta ini di adakan dengan cukup mewah semu kolega bisnis bintang baik dari dalam atau luar negeri sudah hadir di pesta itu, pesta di adakan memang di malam hari karna akan tampak indah dengan dekor yang mewah dan lampu lamu yang di pasang tanpak indah.


begitu juga dengan vita putri kedua dari saras dan bintang itu tampak anggun dengan menggunakan gaun yang sangat mewah di tubuhnya semua mata tertuju padanya karna pesona yang ia miliki banyak mebius kaum adam tentunya yang paling utama.


tapi tidak denga ningsih dia memakai baju pelaya tentunya sama seperti teman teman sesama pelayan ningsih sibuk melayani para tamu tentunya.


lalu ia menghentikan langkahnya melihat aran dengan jas hitam kemeja hitam dengan sedikit menampakan dadanya dan celana yang senada dengan jasnya pula ia terlihat sangat gagah di tambah bulu bulu halus di rahangnya sungguh pejantan yang sempurna.

__ADS_1


kemudian senyum ningsih menghilang ketika matanya tertuju pada wanita cantik dan sexy yang memakai gaun sangat indah sedang menggandeng mesra aran, ia kembali menyadarkan dirinya dan kembali melanjutkan perkerjaannya.


semua keluarga sudah berkumpul tamu pun sudah hadir tapi jam sudah menunjukan hampir tengah malam tapi kelvin calon tunangan vita belum juga muncul semua tamu pun sudah mulai kasak kusuk begitu pun dengan keluarga aran.


" vita " tanya nenek


" apa "


" kelvin, ini kemana??, ini paratamu sudah para resah acara belum di mulai sudah jam segini " tanya nenek yang mulai hawatir karna acara belum bisa di mulai kalau kelvin belum datang.


vita diam saja ia pun tidak tau kemana kekasihnya itu pergi kenapa belum muncul juga keluarga ara juga semua berkumpul mempertanyakan kelvin.


" pak antoni " kata bintang pada ayah kelvin


" kenapa putra bapak belum tiba juga acara sudah akan di mulai " tanya bintang yang sudah mulai merasa resah tapi tetap berusaha menguasai dirinya seolah ia tampak tenang saja.


" iya pak saya juga bingung ini, saya hubungi beberapa kali tapi anak itu tidak menjawab " ucap antoni yang tidak kalah cemasnya.


"tuan" seseorang mendekat pada bintang dan membisikan sesuatu yang di angguki oleh bintang, semua keluarga bingung apa yang sedang mereka bicarakan karna wajah bintang tampak serius.


kemudian sseorang itu mengeluarkan pansel dari saku jasnya dan menujukan sesuatu pada bintang, bintang menggangguk dan memanggil aran lalu aran mengerti dengan isarat ayah nya ia mendekat dan melihat apa yang di lihat bintang mereka saat ini memang berada di luar acara persta itu ada ruanggan kusus keluarga wijaya di sana.


aran memandangi wajah ayahnya begitu pun dengan aran lalu tatapan mereka beralih pada rendy, rendi yang berdiri tidak jauh dari mereka merasa aneh dengan tatapan ke dua majikannya itu, lalu tatapan mata aran terruju pada pita yang sedang duduk gelisah di sofa bersama keluarga lainnyaa.


semua keluarga tidak ada yang berani bertanya apa yang sedang anak dan ayah itu bicarakan, karna kalau sedang waktu waktu seperti ini aran dan bintang akan berubah menjadi buas dan menakutkan, maka dari itu tidak ada satupun anggota keluarga yang berani bertanya walam pun mereka sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


__ADS_2