Cinta Di Atas Normal

Cinta Di Atas Normal
bab 19


__ADS_3

beberapa keluarga yang ada di ruang pribadi hotel milik bintan wijaya itu tampak tegang, apa lagi rendi, ia merasa ada sinyal sinyal tidak beres dari semua ini dan tatapan mata bosnya itu seolah ada sesuatu hal yang aneh akan terjadi.


" kak vita " bintang berbicara semua yang ada di ruangan itu memandangnya dengan sejuta pertanyaan di hati mereka.


vita dari tadi hanya duduk sambil menunduk, karna sedih memikirkan kelvin yang tidak kunjung datang padahal pertunangannya akan segera di laksanakan,.


mendengar aran memangilnya ia mendongkak kepalanya yang tadi tertunduk kini menatap wajah adiknya itu,.


" ada apa" tanya vita


" apa kau ingin mempermalukan dirimu dan keluargamu ??" tanya aran dengan memandandang datar wajah kakaknya itu.


" apa maksud mu" tanya vita yang memang tidak tau makdut ucapan adkinya itu.


" kelvin tidak akan datang " kata aran


" apa maksud mu??" tanya vita semakin nenasaran.


" tidak ada waktu menjelaskan semuanya saat ini, kau jawab saja apa yang aku tanyakan tadi pada mu" kata aran dengan suara pelan namun tegas


" tap- " ucapan vita terhenti melihat mata adiknya sangat tajam, sepertinya ada hal buruk yang terjadi batin vita.


bintang mendekat dan duduk di samping vita dan memberikan ponsel yang tadi di berikan tangan kanannya itu. putri melihat ia terkejut dan menutup mulutnya, seolah tida percaya dengan apa yang ia lihat, ia hanya menagis.


" ayah mohon sama kamu selamatkan wajah ayah di depan kolega ayah dan semua tamu undangan, berserta keluarga besar kita" kata bintang sambil membelai kepala vita.


" maksud ayah " tanya vita


lalu bintang bangun dari duduknya ia berjalan ke arah pintu di mana rian berdiri di depan pintu yang tertutup itu, rian memucat ia sekarang mengerti ke mana arah ucapannya barusan ia ingin lari tapi itu bagaimana caranya.


" rendi " bintang sudah di depan rendi dan memegang bahu pria itu.


" bertunanganlah dengan vita "kata bintang memegang kedua bahu rendi yang sudah di anggap anak sendiri itu.


" tapi ayah kan tau kami tidak pernah akur " ucap rendi, karna memang vita dan rendi selalu berselisih paham bila bertemu bahkan sering kali saling menghindari.

__ADS_1


" rendi ayah sangat meminta tolong pada mu , tolong selamatka wajah ayah nak, hanya kamu orang yang kami percayai, ini masih tunangan kalian masih bisa saling mengenal dan kalau kalian tidak bisa saling menerima kalian tidak harus menikah " kata bintang


" benar apa yang di ucapkan ayah ini hanya pormalitas saja lagi pula ini bertunangan bukan menikah, dan demi ayah bagai mana pun ayah adalah sahabat papa ku" batin rendi berbicara.


" baik yah" ucap rendi


tokk tokk took..


clek! rendi membuka pintu terlihat bik sumi sedang berdiri di sana.


" maaf tuan, nyonya, saya ke sini di suruh bapak hendrik pernandes, untuk menanyakan acara kapan akan di mulai, dan mereka juga ingin menyuruh bapak menemui mereka." ucap bik sumi.


" ya bik saya keluar" ucap bintang


" baiklah rendi ayah keluar" kata bintang menebuk bahu anaknya itu


akhirnya acara pertunanagan vita dan kelvin berubah menjadi pertunanagan antara vita dan rendi, dan sekarang keduanya sedang duduk di taman belakan keduanya duduk di atas kursi taman itu setelah tadi rendi di suruh bintang mengantar vita pulang terlebihdahulu.


" ingat ya kita ini cuman pormatitas saja dan kita tidak benar benar bertunangan " kata vita


" apa kau bilang aku lampir," tanya vita kini mulai emosi.


"hahahahahahaa, aku tidak bilang kau lampir tapi kau mengaku sendiri " ucap rendi.


" kurang ajar " kata vita melempar batu mengenai kepala rendi.


" engga kena beg*k" kata rendi lalu berlari


melihat rendi berlari vita langsung mengejarnya karna tidak terima dengan hinaan ya di ucapkan rendi, mereka lari ke ara taman depan ternyata saras dan bintanglah di sana hendak membuka pintu,.


" vita, rendi" teriak saras menghentikan pergerakantangannya yang hendak membuka pintu karna melihat ke dua orang sehabir bertunangan lalu berkelahi.


vita dan rendi menhentikan aksinya rian yang juga berada di sana ikut tersenyum menyaksikan sahabat dan sepupunya itu seperti semakin dekat.


" wah romantis sekali " ucap rendi, semua mata tertuju pada rendi.

__ADS_1


" katanya engga mau " kata sandi


"engga mau???" putri bertanya bingung.


vita dan rendi baru sadar ternyata semua anggota keluarga sudah berada di dahalaman rumah hendak masuk, ini memalukuan batin rendy dan vita.


"ya biasanya kedua manusia ini selalu ribut, tapi sepertinya pertunangan ini berdampak baik ya " kata sandi menggoda vita dan rendi menaik turunkan alis matanya dan mendapat tatapan tajam dari rendi tapi sandi sama sekali tidak peduli.


" itu namanya memang tidak mau maksudnya, tidak menolak "ucap sandi lagi langsung di lempar batu oleh vita


"awww, sakit beg*k " kata sandi meringis kepalanya sedikit membiru akibat lemparan vita.


"mati sekalian jawab rendi " rendi juga melempar batu tapi lemparannya meleset mengenai ningsih yang baru pulang dengan bik sumi hendak masuk melewati sandi.


"aw" kepala ningsih berdarah batu itu tepat mengenai alisnya.


" ningsih " teriak pangeran dan membawa ningsih kedalam rumah hendak mengobati lukanya.


"kau ini ya!!!" terik aran pada rend


🌻🌻🌻


kini keduanya ada di ruang keluarga dengan aran yang masih mengobati pelipis ningsih, ningsih hanya diam saja tidak mengatakan apa pun dia kini benar benar benar menjaga hatinya agar tidak lagi jatuh hati pada aran.


karna ia tau dan sadar siapa dia, dia tidak sederajat dengan aran ini sungguh kenyataan yang menyakitkan batin ningsih.


aran berpikir kenapa ningsih diam saja sama sekali tidak berbicara ia bingung dengan perubahan sikap ningsih namu ia juga merasa seperti ada yang kosong di hatinya melihat ningsih tidak seceria sebelumnya, kalau biasanya mereka seperti sahabat maka kali ini mereka benar benar seperti majikan dan pembantu.


aran juga bingung kenapa ia merasa jantungnya berdetak saat bersama ningsih sedangkan bersama mery ia sama sekali tidak merasakan apa apa ia bingung dengan dirinya ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini.


aran sudah selesai mengobati lukan ningsih tapi keduanya hanyut dalam pikirannya masing masing tidak ada yang memulai pembicaraan, sampai akhirnya ninsih bangun dari duduknya,.


" terimakasi tuan " kata ningsih lalu melangkah berjalan dan menghilang di balik pintu kamarnya yang terletak di samping kamar bik sumi di samping dapur.


aran benar benar bingung sebenarnya ningsih kenapa, apa ia telah menyakiti hati ningsih ia bingung karna memang ia tidak mengerti dengan perubahan sikap ningsih.

__ADS_1


__ADS_2