
ke esokan harinya aku terbangun, aku mulai membuka mata ku secara perlahan, sambil melihat sekeliling ku, aku bingung aku ada di mana, melihat infus yang terpasang di tangan kiri ku, aku mulai tersadar sepertinya aku berada di ruangan rumah sakit, seketika aku mengingat kejadian naas yang menimpa ku,.
aku bertanya dan bingung siapa orang yang membawa ku ke rumah sakit ini, tapi siapa pun orang tersebut aku merasa berterimakasih,.
"kucing itu gimanaya?" aku berbicara pada diri ku sendiri tanpa aku sadari ternyata ada seorang pria yang tertidur di sopa ruangan ini,.
"kau sudah bangun?" tanya pria pria tersebut pada ku
"sudah tuan" jawab ku
"apa masih ada yang sakit??"
"hanya aku merasa kepalaku sedikit pusing tuan, dan aku mengingat kemarin sepertinya kemarin aku tertabrak mobil yang melaju sangat kencang," ucap ningsih lalu menjeda ucapanya "apa tuan yang menabrak ku kemarin?" tanya ku pada pria tersebut..
"ahh bukan, perkenalkan nama saya rendi," ucap nya sambil bangun dari duduknya berjalan kepada ku lalu mengulurkan tangan.
"saya ningsih tuan" jawab ku sambil membalas uluran tanyan nya.
"lalu siapa yang menabrak ku kemarin tuan, aku benar-benar tak mengingat nya,apa tuan tau" tanya ku pada nya,lalu menjeda ucapanku.
" tapi aku berterimakasih tuan sudah menolongku" ucap ku pada nya dan tersenyum ramah pada rendi.
"bukan aku yang menolongmu, tapi orang yang menabrak mu yang membawamu kemari"ucap rendi padaku ku liat senyum tulus pada ku
lalu tiba- tiba aku merasa lapar karna waktupun sudah hapir siang, dan aku terkejut serta malu karna cacing di perut ku berdemo minta di isi dengan bunyi yang cukupnyaring aku yakin rendi yang masih berdiri di samping ku pasti mendengarnya.
"lapar??, ayo makan tadi sebelum kamu bangun aku sudah belikan bubur," ucap rendi padaku mukaku sudah merah pucat, karna menahan malu.
"terima kasih tuan, saya akan makan heee" ucap ku sambil tertawa kecil menutupi rasa malu ku.
__ADS_1
"sepertinya tangan mu masih sediki sakit, emmm biar saya yang suapi kami" aku terkejut mendengar ucapa rendi barusan, apa di suapi sama dia oh tidak ini tambah membuat ku malu saja,.
"biar saya makan sendiri tuan, lagi pula tangan saya juga tidak apa- apa" jawab ku yang sedikit bergetar bagai mana tidak rendi sangat dekat dengan ku, dengan mangkok bubur yang sudah berada di tangannya, dan satu tangan lagi mengangkat sendok yang sudah berisi bubu, dan sudah berada di dekat mulut ku.
"buka mulut mu tidak apa, kalau kau mau berterimakasih pada ku, ayo buka mulut mu dan makan bubur ini aku yang menyuapi!" ucapnya tegas tanpa bisa di bantah lagi.
aku segera membuka mulut ku dan menerima setiap suapannya, tapi tetap aku merasa malu sekali, kami baru saja kenal bahkan baru beberapa menit yang lalu, dan sekarang dia sudah menyuapiku oh tidak,.
"buburnya sudah habis, sekarang minum obat ya" sambil rendi memberi obat padaku aku menerima dan meminum obat tersebut.
dreeetttt dreeeettt dreeettt
Suara ponsel rendi berdering
"halo tuan" jawab rendi pada orang yang ada di seberang sana ketika sudah tersambung.
"bagaimana keadaan gadis itu" tanya orang tersebut.
tuuttt....
"ningsih saya keluar sebentar, menemui dokter yang merawat kamu, dan menanyakan apa kamu sudah boleh pulang,."kata rendi yang di balas angukan oleh ningsih.
setelah rendi pergi aku kembali mebarikangkan tubuh ku, tidak butuh waktu lama aku sudah terlelap, mungkin itu efek dari obat yang kuminum,.
beberapa jam kemudian.....
aku terbagun dari tidur ku kulihat rendi yang sudah duduk di sopa sambil melihat kearah ku, tanpa di sengaja pandangan kami bertemu, aku terdiam sejenak sambil menatapnya, karna aku tak juga bersuara kemudian dia berbicara memecahkan ke canggungan itu.
"kamu sudah bangun?,." aku menggangguk "tadi dokter berkata kamu sudah bisa pulang dan saya akan mengantarkan kamu pulang " ucap rendi lagi.
__ADS_1
aku terdiam sesaat aku bingung aku harus pulang kemana aku baru sampai di kota apa mungkin aku harus pulang kekampung ku lagi oh tidak pikir ku sambil menggeleng-gelengkan kepa ku..
"kenapa kamu geleng- geleng apa kepala mu sakit" tanya rendi pada ku..
"tuan saya dari kampung datang ke kota untuk mencari perkerjaan, untuk adik yang ingin melanjutkan kuliah nya setelah tamat sekolah yang sekarang masih kelas 1 SMA dan untuk biaya berobat ibu saya yang sakit karna sudah tua ren, jadi di kota ini saya belum tau harus pulang kemana" jawab ku panjang lebar..
"memangnya kamu mau kerja apa??".
"apa saja ren saya cuma tamatan SMA paling jadi pembantu.!"
rendi menganggukan kepalanya sambil memikirkan sesuatu.
"kalau begitu kamu ikut saya kebetulan di rumah tuan saya sedang membutuhkan asisten rumah tangga apa kamu mau???
"ya tuan saya mau" jawab ku bahagia karna sudah dapat pekerjaan tanpa perlu harus mencari ke sana sini lagi,.
"maaf rendi aku senang sekali mendapat pekerjaan itu, tapi bolehkan aku cari tempat tinggal di tempat yang lain dulu, hanya dua hari saja, untuk memulihkan keadaan ku, aku memang sudah baik- baik saja tapi aku merasa sedikit mebutuhkan istirahat setelah keluar dari sini" aku bertanya sambil sedikit memohon padanya karna aku sudah sangat berharap dengan perkerjaa yang di tawarkan rendi, dengan begitu bulan depan aku sudah bisa mengirim uang pada ibu ku di kampung.
"ya tentu saja, tapi kamu tidak perlu cari tempat tinggal lagi, kamu bisa beristiraha di tempat kamu akan berkerja," katanya padaku.
oh tuhan aku benar- benar senag sekali sudah dapat tempat tinggal geratis dapat pekerjaan pula.
semoga saja majikanku baik tidak jahat seperti di flm- flm itu, ah semoga nasip ku tidak semalang pembantu- pembatu itu yang di siksa habis- habisan oleh majikannya.
niat baik semoga di sambut baik pula, aku tidak boleh berpikir yang belum terjadi, semoga nasipku memang lebih baik dari mereka, lagi pula tujuan ku ke kota untuk mencari uang untuk berobat ibu ku, dan untu pendidikan adik tersayang ku itu.
tidak berapa lama tiba- tiba pintu terbuka dan ternyata itu perawat yang hendak melepas selang infus yang terpasang di tangan ku, tiadak berapa lama perawat itu keluar karna sudah selesai dengan pekerjaannya yang melepaskan infus yang terpasang pada tangan ku.
"udah siap, ayo kita jalan" ucap rendi sambil membukakan pintu untukku...
__ADS_1
π