
dari mulai ningsih dan aran pergi ke pasar malam itu kini keduanya sudah tidak ada lagi yang merasa canggung keduanya sudah sangat dekat bila di luar sana orang melihat bertapa dekatnya mereka mungkin orang akan mengira mereka sepasang kekasih.
sudah beberapa hari ini mereka selalu sering berdua setiap aran pulang dari kantor ia pasti mengajak ningsih jalan- jalan atau menemaninya berbicara atau menemani ningsih melakukan perkerjaan rumah.
kedekatan keduanya tentu tidak lepas dari pengamatan saras, saras merasa bahagia karna melihat kedekatan keduanya tidak bisa di pungkiri memang saras menginginkan ninsih menjadi menantunya, karna ia menyukai ningsih yang menurutnya masuk katagori menantu idaman.
saat ini aran dan ningsih sedang duduk bawah pohon mangga di taman belakang itu memang tempat paporit mereka berdua bila sedang duduk dan bersantai apa lagi hari minggu seperti ini aran lebih memilih di rumah semenjak ia berteman dengan ningsih.
aran akhir- akhir ini memang lebih senang di rumah dari pada menghabiskan waktu libur di luar, karna selama ini memang dia jarang di rumah.
" ningsih" panggil aran yang duduk di samping ningsih
" ya tuan" jawab ninggih
" kamu sudah punya pacar??,." tanya aran pada ningsih, ningsih menatap bingung kenapa tiba- tiba tuannya bertanya begitu padanya, ia terdiam dan membeku, tidak berniat menjawab pertanyaan aran, di hati ningsih memang ia sedikit mulai menyukai aran namun ia tetap menjaga hatinya agar tidak lebih jauh jatuh hati pada aran,karna menurut ningsih mustahil aran juga akan suka padanya.
karna ningsih tidak menjawab pertanyaan aran, aran memanggil ningsih .
"ningsih???, kamu kenapa???" tanya aran karna tiba- tiba ningsih terdiam tidak seperti biasanya yang sangat bar- bar.
"eeh- em- tidak tuan saya tidak punya pacar" jawab ningsih dengan jujur tanpa melihat pada aran. aran yang melihat tingkah aneh ningsih tersenyum sepertinya ia tau kalau ningsih sadang salah tingkah.
aran menatap wajah ningsih dan memegang ke dua pipi ningsih agar menhadap padanya, sekarang mereka berdua salung berhadapan dan saling memandang.
ningsih sangat terkejut dengan perlakuan aran padanya, ia masih belum percaya aran menyentuh kedua pipinya, oh ia masih tidak percaya bila ini mimpi ia lebih memilih terus tertidur berada dalam mimpi itu, tapi ningsih sadar ini nyata.
" jawab " aran bersuara karna ningsih masih di dalam lamunannya
"em bel- ucapan ningsih terputus.
"sayang" terdengar suara seseorang dari kejauhan wanita dengan sangat berkelas sangat jauh bila di bandingkan dengan ningsih, ia menggunaka dress yang sangat sexy dan hils yang sangat tinggi hingga memperlihatka pinggang rampingnya.
__ADS_1
wanita itu berjalan dengan anggun ke arah di mana aran sedang menayap wanita yang memanggilnya ia berdiri dari duduknya dengan rasa bahagia.
" mery" jawab aran dengan senyum bahagia ternyata kekasihnya yang disana.
mery terus berjalan dengan menunjukan kesexyan nya pada aran, hinga kini mereka saling berhadapan dan mengikis jarak di antara mereka.
" sayang " kata wanita itu sambil memeluk pacarnya dengan manja tentu saja aran juga bahagia dan membalas pelukannya, bahkan mereka saling berciumn dan saling ******* satu sama lain.
tapi beberapa saat kemunian meri tersadar selain keduanya ada wanita lain juga disana, meri memandangi penampilan ningsih dari atas sampai bawah,.
" dia siapa sayang" tanya mery pada aran sambil menatap ningsih.
" oh dia asisten rumah tangga yang baru" jawab aran sambil melihat ningsih dengan senyumnya yang iklas.
deg!!.. hati ningsih terasa sakit, mendengar ucapan aran padahal itu kan memang kenyataan ' ningsih sadar apa yang kamu harapkan dari kedekatan mu dengan majikanmu itu' ningsih bersedih dengan berjuta rasa sakit dan perih di hatinya.
"oh pembantu" ucap mery dengan memandang remeh ningsih.
ningsih berjalan masuk dengan hati yang berkecamuk ternyata aran hanya menganggapnya teman, ia pikir kedekatannya selama beberapa hari ini karna aran menaruh hati padanya.
'ningsih sadar tidak mungkin tuan muda mau sama gadis kampung seperti kamu, sadar ningsih sadar, kamu dan dia berbeda kamu itu tidak sebanding bila bersanding dengan dia, dia terlalu sempurna,' ucap ningsih di dalam hatinya berusaha menyadarkan dirinya dan menghibur hatinya yang saat ini terluka.
" ini tuan, nona" ningsih sudah membawa pesanan tuannya dan menaruh di atas meja.
" terimakasih ninggsih " jawab aran dan di jawab senyum yang di paksakan dari ningsih ia berusaha menutupi bertapa sakit hatinya ia dengan keadaannya saat ini.
ningsih terus masuk ke berjalan meninggalkan dua insan yang sedang kasmaran di taman keduanya terus bercengkraman mersra.
ningsih terus berjalan sambil membawa napa di tangannya iang menggenggam napan itu memeluknya sambil menutupi hatinya yang terluka.
kini ia sudah berada di dalam kamarnya, ia duduk di samping ranjang yang sederhana itu, ia memang menyukai aran tapi ia tidak pernah berharap kalau aran membalas perasaannya.
__ADS_1
tapi ternyata tidak semudah yang ia bayangkan ternyata hatinya sangat sakit melihat aran berdekatan dengan wanita itu padahal itu wajar- wajar saja bukan mereka itu sepasang kekasih.
" sakit sekali" guman ningsih
ia memegang dadanya yang terasa sangat sesak padahal ketika ia jatuh hati pada pangeran ia sudah siap dengan segala resikonya.
resiko cinta tidak terbalas adalah hati yang sakit, perasaan yang sangat menyiksa, ia pikir ia dapat dengan mudah membohongi aran namun ternyata tidak semudah yang ia bayangkan bahkan sakitnya jauh lebih awal datang di bandingkan dengan apa yang di pikirkan ningsih.
ternyata bukan suatu saat nanti sakitnya datang tapi saat ini.
ternyata mencitai tanpa di cintai itu sesakit ini, ya ampun ini membuat ku sangat menderita aku benar- benar tidak kuat.
π»π»π»
" jangan mermain api aran, nanti kamu sendiri yang terbakar" ucap saras pada putranya
selepas kepulangan mery aran langsung masuk kembali kedalam rumah, ia ingin istirahat tadinya mery mengajak jalan tapi karna ia sedang menunggu kedatanggan kakak pertamanya yang dari kota j ia tidak kemana- mana karna ia sudah sangat merindukan kakaknya itu.
tapi ketika ia ingin menaiki tangga langkahnya terhenti ke tika mendengar suara saras yang sedang duduk bersama ayahnya sambil meminum teh.
" maksud bunda??" tanya aran tidak mengerti apa maksud ucapan saras barusan.
" jangan memberi harapan bila tidak pasti!." ucap saras dengan tegas lalu pergi meninggalkan suaminya yang sedang duduk sambil membaca surat kabar dan aran yang mematung berdiri di tannga.
ara kembali berjalan menaiki tangga ia tidak mengerti maksud dari ucapan bundanya itu, tapi ia tidak mau ambil pusing ia memasuki kamarnya dan berbaring di sana.
tapi ketika ia menutup mata ingin tidur sedetik kemudian wajah ningsih datang menghampirinya.
" kenapa ningsih yang tiba- tiba muncul di pikiran ku" ucap aran pada dirinya sendri
ia kemudian tertidur dengan membawa bayangan wajah ningsih yang muncul di pikirannya.
__ADS_1