
Kini tibalah hari keberangkatan lisa dan para Teman-teman guru ke papua.
Lisa begitu bahagia namun lain hal nya dengan kedua orang tuanya yang begitu berat hati melepaskan anak tunggal mereka.
Lisa yang mengerti dengan kecemasan orang tuanya pun memeluk keduanya.
"Mah jangan sedih dong kan lisa di sana cuman enam bulan saja" seru lisa
"Cuman!!! Kamu bilang, sayang kalau kamu pergi ke tempat lain satu tahun pun mama ijinkan,lah ini ke papua tempat rawan gitu mana mama gak cemas" kesal Sinta dengan pemikiran anak gadis semata wayang nya itu
Lisa yang mendengarkan perkataan sangat mama pun tertawa kecil.
"iih malah ketawa nggak lucu tau!!"gerutu Sinta
"uhhh aku bakal rindu berat nih omelan mama sama usilan papa"lirih lisa bergantian memeluk sang papa lagi.
"papa juga bakal rindu sama kamu nak"seru Herman
"mah pah aku masuk kedalam dulu ya, beberapa menit lagi pesawat aku akan berangkat,doakan aku ya I love you"pamit Lisa dan setelah itu masuk kedalam.
setelah Lisa menghilang dari hadapan ke dua pasutri itu, keduanya pun juga pergi meninggalkan bandara.
__________________________
Jakarta-Papua
__ADS_1
Dengan penerbangan yang begitu panjang dan sangat melelahkan kini lisa bersama dengan teman-temannya tiba dengan selamat di bandara Sentani Jayapura Papua.
setelah pesawat mendarat,para penumpang di persilahkan untuk turun dari pesawat.lisa dan semua relawan turun,dan akan menginap dulu di hotel yg telah tersedia di bandara tersebut, sehingga esoknya mereka dapat dengan mudah melakukan penerbangan kedua ke tempat tugas mereka yang berada di Puncak jaya Papua.
"Hufff pegal banget badan aku"lesu Lisa
"Sama aku juga"timbal salah satu rekan Lisa
"tapi gak apa sih rasa lelah kita juga udah terbayar dengan pemandangan Papua yg indah bangat"seru Lisa dengan bahagia
"Nah benar banget"balas rekan lisa
Setelah mengambil semua barangยฒ mereka kini Lisa dan semua para teman-teman relawannya menuju ke hotel yang telah di sediakan untuk mereka.
Malam harinya di Pos
Arsen bersama dengan para anggotanya sedang mempersiapkan keamanan di rumah-rumah yang akan di tempati oleh para relawan tenaga kesehatan dan guru.
Selama 6 bulan ke depan.
"Ijin kapten,saya mau mau menyampaikan informasi"ucap Serda ucok
"Informasi apa Ucok?"tanya arsen
__ADS_1
"Mengenai kedatangan para relawan yang akan menjadi tanggung jawab kami"jawab Serda Ucok
"Baiklah kapan mereka akan datang"tanya arsen lagi
"ijin kapten besok para relawan akan tiba disini,dan apa kapten ingin mengetahui jumlah para relawan yang akan tiba esok pagi?"seru Serda Ucok lagi
"Baiklah sebutkan jumlah relawan yang akan tiba besok"ujar arsen
"Siap kapten dari laporan yang saya terima dari jumlah relawan tenaga kesehatan ada 15 orang dan dan dari relawan guru ada 10 orang jadi jumlah semuanya ada 25 orang."jelas Serda Ucok.
"Baiklah kalau begitu Trimakasih infonya Serda Ucok"balas arsen dan di balas Serda Ucok Dengan hormat.
Malam harinya di pos.setelah makan malam arsen bersama dengan para anggotanya duduk berkumpul bersama sambil bercerita.
"Hade akhirnya diri ini bisa merasakan ketenangan juga"seru letnan Roy dengan menikmati secangkir kopi tanpa peduli dengan para mata yang sedang memandangnya.
"Wah wah luar biasa sekali anda berbicara"balas letnan Vito
"Lah ketenangan apa yang anda maksud,bukannya dari dulu hidup mu selalu tdk tenang"balas ejek Lettu rival
Para anggota yang melihat ketiga danton mereka saling mengejek hanya diam dan menikmati sebab menurut mereka itu merupakan hiburan yang paling menarik.
Sedangkan arsen jangan ditanya dirinya sudah masam melihat ketiga sahabatnya itu.
"Buset dah jahat banget tuh mulut berdua"kesal Roy
__ADS_1
"Tapi gak apa orang ganteng itu banyak yang iri"sambung Roy dengan tingkat pede
"hahaha ganteng hahaha woi percuma ganteng tapi JOMBLO AKUT hahaha"ejek Lettu Dimas yang tiba-tiba muncul di samping arsen sehingga para anggota yang mendengar perkataan danton mereka itu lepas tawa, sedangkan arsen hanya menggeleng kepala dengan tingkah para sahabatnya itu.