
Lisa yang sedang sibuk menjalankan perannya sebagai seorang Kaka untuk Wawan membuat nya harus turun langsung untuk mempersiapkan kebutuhan Wawan.
"Dek kamu udah siap belum jam tiga kak arsen udah datang loh"tanya Lisa mengetuk pintu kamar Wawan,sore nanti arsen akan mengajak Wawan untuk berolahraga.
"Sudah kak,nih lagi rapihkan rambut"sahut Wawan dari dalam kamar
"Ya udah habis itu keluar ya"
"Iya kak"
Begitulah Lisa yang di sibukkan dengan aktivitas nya mengurus Wawan.
"Kak semalam kak arsen bilang gak boleh makan"seru Wawan melihat Lisa yang membawa sepiring kue dan segelas susu yang di letakkan di depannya .
"Benarkah,tapi inikan cuman ngemil kok"balas Lisa meyakinkan adiknya,namun melihat wajah tak yakin Wawan membuat Lisa bersuara kembali."coba kamu nanya kak arsen boleh ngemil gak"sahut Lisa
"Iya kak"jawab wawan segera mengirim pesan pada arsen
"Kayaknya kak arsen gak aktif kak,pesan nya cuman centang satu"jelas Wawan
"Ya udah gak usah makan nanti setelah olahraga"
Wawan mengiyakan ucapan Lisa.
Sore harinya arsen datang ke rumah Lisa untuk menjemput Wawan.
Biasalah sekalian bisa mengenal lebih dekat camer nya.dulu saat keduanya pacaran baik arsen maupun Lisa tidak ada yang mengenalkan pada orang tua hanya para sahabat mereka saja.
"Assalamualaikum, permisi"salam arsen dari depan pintu masuk.
"Walaikussalam nak,eh ini temannya Lisa ya yang mau ngajak Wawan olahraga"sambut Sinta yang baru datang
"Iya benar Bu, perkenalkan saya arsen"balas Arsen menyalin tangan Sinta
"Oh mari nak arsen silahkan masuk"arsen pun masuk setelah di persilakan
"Silahkan duduk nak, mohon maaf rumah kami seperti ini"ucap Sinta lembut
"Tidak Bu, jangan berbicara seperti itu"ujar arsen tak enak hati
"Oh iya bentar ibu panggilkan Lisa dan Wawan dulu,dua anak ini"arsen mengangguk-anggukkan kepalanya
"Lisa,Wawan ayo keluar,nak arsen sudah datang.nak mau ibu buatkan minum?"panggil Sinta pada kedua anaknya itu
"Tidak usah Bu"tolak arsen sopan
Tak lama datanglah Wawan berlari kecil menghampiri arsen yang sedang duduk
__ADS_1
"Maaf Kak udah lama ya nungguin?"tanya Wawan takut arsen sudah menunggu lama
"Gak baru kok"jawab arsen tersenyum sambil sesekali melirik mencari kebenaran Lisa
"Syukurlah,ya udah ayo kak Kita berangkat"
"Loh terus kak Lisa gak ikut?"tanya arsen berharap Lisa untuk ikut
"Gak kak katanya mager,jadi di rumah ajah"jelas Wawan
Arsen tak semangat mendengarkan ucapan Wawan namun ia tak boleh putus asa, Karena usahanya pasti akan berhasil.
"Ya sudah yuk kita berangkat,pamit dulu sama ibu"seru arsen menyuruh Wawan
Setelah berpamitan keduanya pun berangkat menuju lokasi tempat yang akan menjadi tempat berolahraga.
"Lisa,kamu itu masa gak keluar sih itu tadi nak arsen datang masa kamu di kamar saja"marah Sinta pada anaknya
"Ibu gak papa kan urusannya sama Wawan"ujar Lisa santai
"Gak papa kamu bilang!,hei malu nak malu kita yang membutuhkan dia jadi jangan malah nyusahin nak arsen"Sinta semakin marah pada anaknya
"Iya mah maaf"lesu Lisa menghadapi kemarahan sang mama
"Cepat kamu nyusul mereka, jangan lupa bawakan sesuatu untuk mereka makan setelah berolahraga"tegas Sinta
"Masa bawah makanan mah,kita itu bukan mau piknik,gak boleh makan Kalau habis olahraga"asal ngomong Lisa
"Ambil saja,mama sudah siapkan kuenya di kotak makan tinggal kamu bawa saja"
Mau tak mau Lisa hanya pasrah menjalankan perintah sang mama dari pada di omel lagi makin panjang ceritanya.
Kembali ke aktivitas arsen dan Wawan
Arsen yang merupakan seorang tentara dan sudah terbiasa berlatih fisik membuat nya melatih Wawan walaupun sedikit keras olahraga nya.sedangkan Wawan benar-benar ini pasrah karena tak sanggup, namun Arsen terus memberikan semangat hingga membuatnya semakin bersemangat.
"Capek gak"tanya arsen melihat Wawan
"Lumayan kak,tapi menyenangkan"jawab wawan
"Tentu sangat menyenangkan,kamu juga akan terbiasa nanti"balas arsen
"Insyaallah kak, doakan aku ya kak"
"Udah pasti Kaka akan mendoakan mu"ujar arsen menepuk pundak wawan
"Haus gak?"ujar Lisa yang tiba-tiba datang membuat kedua pria itu kaget saa menoleh ke belakang
__ADS_1
"Loh kak Lisa kapan datang?"kaget Wawan
"Baru kok"jawab Lisa santai
Arsen hanya diam menatap tanpa bersuara
"Oh nih minum sama kue"seru Lisa menyodorkan kantong yang berisi pada Wawan "mas arsen boleh makan kah setelah berolahraga"tanya Lisa pada arsen
"Boleh kok"jawab arsen kan hanya kue dan sebotol air mineral
"Syukurlah"lega Lisa karena tak sia-sia ia membawa
Wawan yang tak ingin menyia-nyiakan momen tak lupa mengeluarkan ponsel baru pemberian Lisa segera mengambil gambar mereka
"Kak yuk kita foto"seru Wawan mengarahkan kamera ponsel
"Aduh wawan"batin Lisa
Lisa tak menolak begitu pula dengan arsen mereka pun mengambil gaya masing-masing.
Cekrek cekrek (dua kali mengambil gambar)
"Bagus banget nanti aku cetak biar bisa di Taru di dompet"seru Wawan menunjukkan hasil fotonya
"Terserah nanti kirim juga fotonya sama Kaka"seru Lisa.
"Iya nanti Wawan kirim sekalian juga sama kak arsen"
Arsen yang mendengarkan penuturan Wawan merasa senang tanpa di minta datang sendiri.sedangkan Lisa hanya pasrah
"Kak aku ke toilet dulu"ijin Wawan lalu pergi
Tingga lah arsen dan Lisa sendiri maka terjadilah kecanggungan di antara mereka.
Namun Lisa yang tak enak hati pada arsen akhirnya bersuara
"Oh iya mas, kira-kira kapan waktunya Wawan mulai tes"Tanya Lisa membuka percakapan
"Dua Minggu lagi jadi kalau bisa makanan Wawan dijaga"ujar arsen
"Baiklah mas nanti akan aku perhatikan makanan nya"ujar Lisa paham
"Mas makasih ya sudah mau membantu aku,maaf banget karena merepotkan mas"
"Gak papa kok,aku juga senang banget bisa membantu"seru arsen tersenyum
Lisa dan arsen sesekali bercerita tentang Wawan,arsen juga menjelaskan tentang Akmil pada Lisa yang tidak begitu paham sampai Wawan datang dan akhirnya mereka pulang.
__ADS_1