
Pagi yang cerah ketika matahari memancarkan sinarnya dari timur dunia, pohon-pohon rindang dengan daun-daun hijaunya yang masih basah oleh embun semalam.membuat siapa yang melihat suasana di pagi hari semakin bersyukur.
"Dingin sekali...."seru Lisa dengan tubuh yang berbalut jaket tebal celana panjang di tambah selimut
"iya dingin sekali"bunga yang duduk sambil menikmati teh hangat
Endang entahlah wanita itu masih nyenyak dan enggan beranjak dari atas tempat tidur
"tugas yang mau di titip mana?"tanya bunga
"sudah aku siap nih, makasih bunga"ujar Lisa memberikan selembar kertas berisi soal-soal yang di tulis
"sama-sama, kalau gitu gue pergi dulu bye"pamit bunga setelah itu pergi ke sekolah
Lisa pun segera menghabiskan teh hangat miliknya Lalu bersiap untuk mandi karena pagi ini ia akan ke ke kota bersama dengan temannya yang akan berbelanja bulanan.
para relawan yang akan pergi ke kota telah berkumpul di depan pos.
Lisa yang sebenarnya tidak ingin menginjakan kaki di tempat itu terpaksa dari pada tidak pergi sama sekali ke kota.
Serda Ucok yang telah menyiapkan mobil yang akan di pakai segera memanggil kapten
"ijin kapten mobil sudah di siapkan"jelas Serda Ucok
"baik trimakasih Serda Ucok"balas arsen
Arsen yang sudah keluar dari pos menatap para relawan yang akan turun ke kota hingga tatapannya berhenti tepat di depan Lisa yang sedang bermain ponsel.
__ADS_1
"apa dia juga mau ke kota"tanya arsen dalam hati
"sudah siap semuanya"tanya arsen memastikan
"siap sudah kapten"jawab mereka kompak sedangkan Lisa hanya diam
"baiklah ayo semuanya naik ke mobil"perintah arsen
semuanya telah naik begitu juga Lisa dan ada lima anggota yang juga ikut untuk menjaga keamanan sekaligus berbelanja kebutuhan.
"ijin kapten sepertinya tidak ada tempat di belakang"seru Serda Ucok karena bagian belakang telah penuh
"saya yang akan membawa mobil"seru arsen
"siap kapten,ijin bisakah salah satu relawan untuk duduk di depan kapten"ujar Ucok hati-hati
para relawan baik pria atau wanita yang mendengar tak ada satupun yang mau untuk duduk di depan apalagi hanya berdua dengan kapten.
"ayo salah satu yang mau duduk di depan silahkan turun"ujar rival
mereka yang di suruh saling menatap tanpa bersuara.
"ayo cepat"tegas Vito
"maaf pak saya gak bisa"
"saya juga pak kalau duduk di dalam suka pusing "
__ADS_1
"say juga pak"
Lisa benar-benar kesal melihat mereka yang memberi alasan
"kenapa lama sekali hanya untuk menunggu siapa yang mau duduk di depan"marah arsen dari dalam mobil
"kalian ini,nona Lis bisakah untuk duduk di depan"pinta Vito
"hah saya pak"kaget Lisa tak percaya
"iya nama nona kan Lisa"heran Vito
"A anu pak sa...."seru Lisa terpotong
"iya Lisa kamu yang duduk di depan ayo lah kan mau ikut ke kota"seru teman Lisa
"ck dasar bukan berarti gue harus duduk di depan juga kali"emosi Lisa dalam hati
Lisa akhirnya turun dengan perasaan dongkol menuju depan.
Lisa pun akhirnya duduk di sebelah arsen setelah sekian hubungan mereka berakhir.
"lama sekali kalian"omel arsen yang belum menyadari bahwa Lisa yang telah duduk di samping nya
"masa bodoh"batin Lisa
mobil pun berjalan menuju kota....
__ADS_1