Cinta Diujung Timur

Cinta Diujung Timur
episode 31


__ADS_3

Setibanya lisa di rumah ia pun membuka ponsel dan melihat ada begitu banyak pesan masuk di grup "tiga serangkai"


lilis"Guys๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ"


Veni "kenapa woi?,jangan buat panik"


lilis"Gue dijodohin๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ"


Veni "WHAT!! Serius lu! kenapa bisa?"


lilis"permintaan Bokap๐Ÿ˜ญtau kan gue gak bisa berbuat apa-apa selain menerima perjodohan itu?"


Veni "ya ampun Li gue gak bisa buat apa-apa"


Lilis "doain semoga dia cowok yang baik buat gue"


"Amin amin kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk lu"


Dan masih banyak lagi isi pesan,tanpa menunggu lama Lisa menghubungi Lilis karena ia sangat tidak yakin dengan ucapan wanita itu, setelah menghubungi Lilis akhirnya Lisa percaya saat mendengar penjelasan sahabat nya.


Kembali dengan arsen yang pulang kerumah orang tuanya,saat ini ia sedang menikmati makan malam bersama dengan keluarganya, sesuai dengan aturan saat makan tidak boleh ada satupun pun yang berbicara.


Makan malam selesai dan mereka semuanya berkumpul di dalam ruang keluarga.


"Mah pah boleh gak David kenalin cewek ke mama papa"ijin David menatap keluarga nya


Andri dan haidar yang mendengarkan ucapan anak kedua mereka tentu sangat bahagia.


"Boleh kapan mau di kenalin ke mama sama papa?"tanya Andri excited


"dalam waktu dekat ini sih belum karena David masih sibuk banget"jelas nya


"Ck ngapain coba pake bilang mau di kenalin,kirain mau di bawah besok"gerutu arsen menatap adiknya itu


"Ya elah kak,kalau aku sih gak papa, justru Kaka itu yang harus secepatnya memperkenalkan calon istri sama kita"cerewet David


Andri yang kesal pada anak keduanya langsung tersenyum mendengar penuturan nya.


"Mama setuju banget sama kamu"


"Lah kenapa jadi arsen kan David mah yang mau kenalin duluan"heran arsen


"Iya tapi kan dalam waktu dekat belum jadi mama maklumlah,kalau kamu yah gak ada"


"Ya ampun mah nanti deh arsen masih fokus dulu kerjaan yang padat"alasan arsen


"Sudah kalian ini hanya memperdebatkan sesuatu yang tidak bermutu"omel Haidar menatap anak dan istrinya


"Papa dan mama hanya menunggu kalau datang kami terima tidak datang pun tak apa"jelas Haidar


"Ya sudah papa mau kembali ke kamar kalian juga jangan begadang istirahat di kamar masing-masing"pamit Haidar karena sudah mulai terasa ngantuk


"Ingat anak-anak kesayangan mama jangan begadang tau kan papa kalau marah"ujar Andri memperingati anak-anaknya lalu mencium kening ketiga anaknya


Di hari Minggu yang cerah di rumah keluarga harasya.


"Mah yuhuu mah....."teriak David mencari Andri.

__ADS_1


"Hey ngapain sih teriak lu kira di hutan hah"kesal arsen yang baru keluar dari kamar dan melihat David yang berteriak memanggil sang mama


"Ya ampun kak cerewet amat makanya jomblo terus"heran David menatap Kaka nya


Arsen yang mendengar ucapan sang adik hendak menarik David dan memberi hukuman namun tersangka telah kabur


"David!! Awas lu"teriak arsen keras hingga membuat semua orang rumah dapat mendengar


"Mah tolong kak arsen ngamuk"heboh David bersembunyi di samping sang mama yang berada di dapur dan sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Kamu apakan Kaka mu"tanya Andri ya g pusing melihat kelakuan David yang terlalu aktif


Para art serta beberapa ajudan haidar sangat terhibur dengan tingkah laku David yang sering usil pada seluruh anggota keluarga.


"Sini lu hah cepat"seru arsen yang sudah berdiri depan sang mama


"Mah tolong plis"panik David yang terus menahan pinggang sang mama dari belakang


"David cepat minta maaf sama kakak mu"pusing Andri melihat kedua anaknya


"Maaf kak janji gak ngulang lagi"mohon David masih terus berlari kecil di belakang Andri


Abraham yang baru masuk ke dalam dapur di kagetkan dengan tingkah anak keduanya dan anak pertama arsen berwajah kesal.


"Ada apa ini,David arsen?"tanya Abraham menatap mereka termasuk sang istri


"Pah tolongin deh urus anak-anak mu"


"Anak kita sayang"ralat Abraham


"Pah itu si David adek gak ada sopan santun sama kakaknya"kesal arsen mengadu pada papa Abraham


"Kak maaf janji ngak ngomong gitu lagi"lirih David menyesal


"Oke lu kaka maaf kan tapi ada syaratnya"sinis arsen menatap adiknya yang lesu mendengar persyaratan dari sang Kaka "lu cuci mobil Kaka"sambung arsen tersenyum


Abraham dan Andri hanya diam dan saling menatap kedua anaknya.begitulah mereka sebagai orang tua selalu mendidik anak-anak untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain


Lisa dan Veni yang hari ini berkunjung kerumah sahabat mereka Lilis untuk menghibur dirinya karena perjodohan yang dilakukan oleh orang tua nya.


Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar Lilis.


"Li gue tau berat banget pasti, tapi terpaksa karena orang tua"lirih Veni menatap sahabatnya


"gue gak bisa berbuat apa-apa selain pasrah"sedih Lilis


"Udah gak usah di pikirin nanti malah tambah pusing"ujar Lisa agar lilis tidak memikirkan tentang perjodohan nya.


"oh iya udah ketemu belum sama calon suami lu"penasaran Veni


Lilis yang mendengar ucapan Veni menatap nya,


"Ih Veni udah di bilang gak usah bahas lagi malah di bahas"omel Lisa pada Veni


"hehehe maaf soalnya gue penasaran banget"balas Veni tertawa kecil


Lilis yang melihat perdebatan kedua sahabatnya pun melerai

__ADS_1


"Sudah gak usah debat makin pusing gue"lerai Lilis "gue udha ketemu kemarin sama orangnya"sambung Lilis


"Hah terus orangnya gimana?"sahut Lisa yang ternyata penasaran juga


"biasa ajah, pokoknya kaku benget"sewot Lilis mengingat pria yang dijodohkan dengan nya


"Hah masa sih,lu dapat suami kaku,dan lu yang aktif oh sempurna nya rumah tangga lu"lirih Lisa dan tertawa kecil bersama Veni yang di Lilis yang di tertawa menatap kesal kedua sahabatnya.


"hahaha maaf ya lucu sih"


"ck dasar bukan nya prihatin malah diketawain"gerutu Lilis


"Coba lu ceritakan awal mula nya"pinta Veni


Flashback


Lilis yang baru saja pulang dari kantor harus berdebat panjang dengan ibu nya yang memaksa Lilis untuk pergi bersama calon suaminya.


"Lilis kami itu kenapa gak ijin pulang cepat sih kan udah mama bilang semalam kalau hari ini kamu sama calon suami mu pergi berdua biar lebih mengenal satu Sama lain"omel Susi yang adalah ibu Lilis


"Aduh ibu masa harus Lilis korbankan pekerjaan sih"balas Lilis tak terima


"Ya ampun kan gak setiap toh"


"Iya tetap saja Lilis gak mau"ngotot lilis


"Sudah gak usah banyak ngomel,sana siap-siap yang cantik biar calon mantu ibu pangling sama kamu"


Lilis yang mendengar ucapan ibunya pergi menuju kamar tanpa membalas.


Jam 6 sore


Datanglah pria yang akan di jodohkan dengan Lilis


"Assalamualaikum Bu"salam pria tersebut


"Walaikussalam eh nak vito,ayo masuk dulu"balas salam Susi menyebutkan nama dari pria itu.


"duduk dulu ya nak,ibu mau panggilkan Lilis dulu"


Lima menit menunggu datanglah Lilis yang menuruni tangga sambil menatap calon suaminya itu.


"ekhem ayo kita pergi"sahut Lilis to the poin tanpa berbasa-basi


Vito yang melihat sikap calon istrinya menatap intens wanita itu sambil berucap dalam hati


"Gak ada sopan santun nya"batin Vito


"Loh kenapa diam jadikan"bingung Lilis


"di rumah ini ada orang tua kamu tau sopan santun tidak"tegas Vito


Lilis yang mendengarkan ucapan calon suaminya terdiam


"Gue pikir pendiam ternyata kembaran ibu"gerutu batin Lilis


Tanpa membalas ucapan vito Lilis pun pergi berpamitan pada sang ibu

__ADS_1


"nak vito hati-hati ibu titip Lilis kalau bawel marahin ajah gak papa"seru Bu Susi dengan senyum manis namun lain hal dengan Lilis yang menatap kesal ibunya itu


__ADS_2