
Seperti yang telah di rencanakan bahwa sore ini arsen akan mengajak Saskia adik bungsunya itu berbelanja.
"Keren banget sih siapa dulu dong Kaka gue"seru Saskia melihat sang Kaka
"Udah ayo jalan, pamitan dulu sama mama papa"
Kedua saudara itu berpamitan pada kedua orang tua mereka.
Di mall
Saskia bahagia di belikan banyak barang oleh sang Kaka dari sepatu,baju,tas dan juga jajan
"Masih ada yang mau di beliin gak?"tanya arsen memastikan jika ada sesuatu yang masih ingin di beli oleh adiknya
"Sudah gak ada kak, tinggal Kaka yang beli barang"
"Kaka gak beli apa-apa "
"What kak yang benar! Bisa diomelin mama nanti"
"Gak bakalan kok,udah yuk kita makan dulu setelah itu baru pulang"
Keduanya pun pergi menuju restoran yang berada di lantai dua.
Lisa begitu lelah setelah seharian penuh berada di sekolah namun apalah daya ini adalah pekerjaan Yanga sangat di cintai oleh nya.
"Sayang mau mama buatkan sesuatu"tanya Sinta saat melihat wajah lelah anaknya
"Teh manis ajah mah"
"Baiklah tunggu sebentar mama buatkan"ujar Sinta lalu pergi ke dapur membuat teh manis untuk anaknya
"Ini teh manis nya, setelah minum makan dulu, habis itu kamu bersihkan tubuh dan istirahat"
"Makasih mah"ucap Lisa memeluk sang mama
Sinta dapat merasakan beban anak, sehingga membuatnya tak tega jika sang anak terus bekerja namun itulah keputusan yang telah dibuat oleh anaknya sendiri. Sebagai seorang ibu ia hanya bisa berdoa dan mendukung anak semata wayang nya.
Hari baru dengan cuaca yang cerah membuat Arsen begitu semangat untuk bukan pekerjaannya kembali sebagai seorang tentara dia juga sangat merindukan suasana kantor dan teman-temannya setelah dua Minggu berlibur.
"Selamat pagi, selamat datang kembali kapten"sapa salah satu anggota pada kapten
"Selamat pagi juga Serda Rudi terimakasih"balas arsen menyapa lau berjalan menuju ruangan kerjanya
Menjadi seorang prajurit TNI adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi arsen karena dirinya bisa di berikan kepercayaan untuk menjaga dan melindungi negara tercinta.
"Gue kira gue yang gercep duluan ternyata ada yang lebih dulu"seru Roy saat melihat sahabat yang sedang duduk
"Oh iya udah lihat grup semalam belum"tanya Roy
"Belum emang kenapa?"tanya arsen karena ia belum membuka grup WhatsApp
"Nama-nama kita tertera dalam daftar razia zebra"jelas Roy bahwa mereka akan ikut melakukan razia gabungan antara TNI dan polri
"Okelah"
__ADS_1
Keduanya kembali bercerita tentang hal baru.
Di tempat lain....
Lisa yang juga begitu sibuk menjadi seorang wali kelas sedang disibukkan dengan mengisi nilai pada raport anak-anak walinya.
"Bu guru kalau orang tua gak bisa ngambil raport bisa kita yang bawa gak"tanya seorang anak yang merupakan anak wali Lisa
"Ben kalau orang tua gak bisa datang pada saat penerimaan raport otomatis ibu tidak bisa memberikan pada kalian, kecuali ada keluarga yang mewakili"jelas Lisa menatap anak muridnya.
"Yah berarti aki gak bisa lihat nilai ku deh"lesu Ben
"Memangnya kenapa orang tua Ben gak bisa datang"tanya Lisa pada muridnya
"Iya Bu guru, soalnya ayah lagi kerja di Papua sedangkan ibu gak bisa karena ada Ade masih bayi"jawab Ben dengan Rut wajah sedih
"Memangnya ayah Ben kerja apa di Papua?"penasaran Lisa mengapa ayah Ben bisa bekerja di Papua sedangkan Ben dan ibu serta adiknya di tinggalkan disini
"Bu guru papa Ben seorang tentara makanya papa di minta komandan untuk kerja ke Papua selama satu tahun"
Lisa yang mendengarkan ucapan Ben merasa kasihan sungguh berat mempunyai orang tua yang berprofesi sebagai tentara
"Baiklah karena Ben sudah menjelaskan,maka saat penerimaan raport nanti ibu guru yang kan mengantarkan raport Ben ke rumah"
"Wah terima kasih ibu guru"senang Ben spontan memeluk Lisa
"Sama-sama Ben"
Seperti yang telah di sampaikan Lisa pada Ben anak walinya
"Bu guru masuk sini, nanti lapor dulu sama om-om yang jaga"kata Ben memberitahukan
Ya ben tinggal di asrama tentara,Lisa yang belum pernah kesini sedikit bingung namun ternyata Ben sangat bisa diandalkan.
Tibalah mereka di depan pos penjagaan
"Selamat siang pak"sapa Lisa dengan ramah pada beberapa anggota yang sedang berjaga
"Iya selamat siang mbak,ada yang perlu di tanyakan?"balas sapa anggota tersebut
Saat Lisa hendak menjawab teryata sudah di jawab oleh Ben dari belakang
"Selamat siang om ini Ben dan ibu guru,mau masuk ke dalam"jawab Ben yang kebetulan mengenal anggota tersebut
"Olah nak Ben,ya sudah kalau gitu silahkan mbak"seru anggota itu mempersilahkan Lisa masuk
Lisa pun mengendarai motornya menuju rumah Ben sesuai dengan petunjuk Ben
"Nah ini rumah Ben Bu guru"ucap Ben menunjukan rumah nya
Lisa pun memarkirkan motornya lalu berjalan bersama dengan Ben
"Selamat siang mama...."salam Ben
"Selamat siang Ben,eh ada wali kelasnya Ben mohon maaf Bu sudah merepotkan mari masuk Bu guru"sambut mama Ben
__ADS_1
"Tidak papa Bu ini adalah tanggung jawab saya juga sebagai wali kelas"
"Tunggu sebentar Bu guru,saya buatkan minum dulu"
"Tidak Bu saya tidak lama hanya memberikan raport karena masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan "
"Baiklah Bu guru"
"Ini raport nya,Ben adalah anak yang sangat aktif,dan baik saya harap di semester berikutnya Ben semakin lebih baik lagi jadi di harapkan agar ibu dapat memperhatikan Ben untuk bisa mempertahankan nilai yang sangat memuaskan"jelas Lisa tentang Ben selama di sekolah
Sebagai orang tua tentunya sangat senang dengan usaha anaknya
"Terima kasih Bu guru, saya akan berusaha untuk membimbing Ben selalu"
"Sama-sama Bu, kalau begitu saya pamit"
Lisa pun menjalankan motornya....
Melewati kembali pos penjagaan ternyata sedang ramai dengan beberapa anggota tentara disana Lisa jadi semakin bingung namun tetap melewati nya
"Permisi pak"sopan Lisa menatap para anggota itu hingga tatapannya berhenti tepat didepan mata arsen yang melihatnya juga
"Loh kamu disini?"tanya arsen
Lisa yang di tanya mengangguk-anggukkan kepala lalu hendak mempercepat mesin motornya
"Tunggu sebentar"seru arsen menahan motor Lisa
"Apaan sih pindah gak"kesal Lisa
"Gak berhenti dulu"
Lisa pun terpaksa dari pada malu di lihat orang kan gak lucu
Lisa pun memajukan motornya jauh dari pos penjagaan
Arsen pun mendekati nya
"Apa?"kesal Lisa menatap lurus ke depan
"Boleh minta nomor hp kamu gak"ujar arsen membuat Lisa yang mendengarkan bingung
"Untuk apa kita itu gak ada hubungan lagi jadi gak usah tukaran nomor"marah Lisa
"Berarti kamu belum memaafkan aku percuma dong aku maafin kamu"
"Ck apa hubungannya gak kasih nomor hp sama gak maafin"heran Lisa
Arsen yang tak kehabisan akan terus mencari akal agar bisa mendapatkan nomor Lisa
"Baiklah berarti kamu masih marah sama aku kan"
Lisa yang kesal dengan arsen mau tak mau akhirnya mengeluarkan dompetnya dan memberikan kertas yang tertera nomor ponselnya
"Tuh puaskan,sekarang biarkan aku pergi"
__ADS_1
Arsen yang menerima kertas berisi nomor hp wanita itu sangat bahagia langsung mengujikan Lisa untuk pergi.