
Kehadiran Wawan kini banyak memberikan perubahan bagi arsen dan Lisa mereka sekarang lebih sering berkomunikasi di WhatsApp....
arsen hanya sekedar mencari topik dengan alasan menanyakan persyaratan Wawan,dan Lisa yang terlalu polos akan meladeni dengan serius.
Seperti saat ini.
"Hai Lis gimana persyaratan nya wawan udah lengkap belum"(Arsen)
"sudah semua mas, nanti aku kirimkan"(Lisa)
"Baiklah di antar saja besok aku tunggu"(arsen)
Lisa membalas pesan arsen menggunakan emoticon (š)
Seperti biasa libur sekolah membuat Lisa hanya bermalas-malasan di dalam kamar namun sesekali juga membantu sang mama di dapur memasak,atau kadang berbelanja di pasar.
"Lisa....."panggil Abraham
"Iya pah"sahut Lisa berjalan keluar dari kamar menghampiri sang papa yang berada di ruang tamu
"Ada apa pah?"tanya Lisa setelah berada di hadapan papa nya
"Papa mau nanya gimana persyaratan Wawan udah selesai belum,apa ada kendala?"tanya Abraham
"Aman pah,besok tinggal di kumpulkan persyaratan nya"jawab Lisa mengangkat jempol tangan
"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu "
__ADS_1
Suasana di siang hari yang begitu panas membuat arsen dan beberapa anggota menghabiskan waktu istirahat di bawa pohon yang letaknya di samping kantor.
"panas gini pengen berenang"seru Hendra
"Gak bisa black kulit gue"balas Roy
"Sok soan black emang udah hitam dari sananya"cibir Vito
"Heran deh kenapa banyak banget yang iri sama gue"kesal Roy
"Ngapain iri sama lu kayak gak ada orang lain ajah"sahut arsen tiba-tiba hingga membuat para sahabat menatap lama pada nya.
"Ck sekian purnama sejak kapan lu nyambung sama kita"heran Roy
"Sejak telinga gue mendengar pembahasan lu semua"jawab arsen
"Siap pak ustadz"ujar semuanya serempak
"Alhamdulillaah"balas Vito
"Oh iya bulan depan gue tunangan datang ya"seru vito membuat para sahabatnya terkejut
"APA!!serius lu"kaget para sahabatnya karena yang mereka tau Vito tak pernah bercerita tentang hubungan dan setiap di tanya jawaban masih ingin bebas
"Sejak kapan gue bohong"
"Cewek mana yang mau lu ikat jadi bini"tanya arsen mewakili yang lainnya karen penasaran
__ADS_1
"Cewek pilihan orang tua"jawab menarik napas panjang
"Jangan bilang lu korban perjodohan"tebak Roy
"Bisa di bilang seperti itu "
"Bwuahahahha"tawa mereka serempak
"Terus loh terima saja gak ada penolakan?"heran Hendra
"Mau gimana lagi kasihan ibu yang sudah pengen punya mantu"ujar Vito menjelaskan bahwa ibunya sudah ingin mempunyai menantu namun ia tak pernah mengenal siapapun wanita kepada orang tua alhasil ibunya yang memilih calon istri untuk dirinya.
"Gak papa surga dibawa kaki ibu"nasehat Roy menepuk pundak Vito
"Lu juga cepat nyusul"tukas Vito
"Belum bro masih seleksi"elak Roy beralasan dari pada menjadi bahan ejekan para sahabatnya
"sudah-sudah kalian ini sebentar lagi jam istirahat kita selesai,jadi siap-siap kita masuk ke ruangan"seru arsen
"akh cepat banget jam istirahat nya perasaan baru duduk"gerutu Roy
"lebay lu perasaan udah lama kok di sini"sinis rival
"sudahlah wahai para sahabat ku yang tiada duanya siapkan diri kalian sebelum berkas-berkas dan komputer yang telah menunggu para tuan nya"seru Hendra
Keenam perwira itu pun mengakhiri obrolan mereka lalu berjalan menuju ruang kerja mereka masing-masing.
__ADS_1