
Kupandang langit
Terus kupandang
Tak ada bintang di sana
Hembusan angin serasa memelukku
Daun berguguran meninggalkan rantingnya
Dalam heningnya malam
Kupejamkan mata
Kurasakan denyut nadiku
Di iringi degub jantungku
Berharap suara yg kudengar
Mampu menghapus pilu
Menahan jiwa yang pahit
Hati terasa kosong dan hampa
Kegundahan cinta
Menggelayut di hati
Kucoba memetik angan
Merindu akan hadirmu
Dalam cinta yang telah beku
di pinggir api unggun arsen menyendiri merenung tentang masa lalunya yang pahit,rasa marah, kecewa bercampur menjadi satu ketika melihat wanita dari masa lalunya itu.
"apakah kamu tak merasa bersalah pada ku"
__ADS_1
arsen terus menatap lurus pada api unggun itu tanpa berkedip.
Vito,Roy dan Dimas yang melihat sahabat mereka saling menatap satu sama lain dengan memberikan isyarat sebagai tanda tanya,tak ada satu pun yang tau di antara mereka.
"Amazing uenakkk"seru Hendra keras menikmati jagung bakar nya
"Buset... hampir copot jantung adek"omel Roy
"Adek kelas kali"ralat rival
arsen menatap para sahabatnya itu satu persatu, mereka yang di tatap malah nyengir
"ya elah di tatap lagi"heran Dimas
"akh jangan menatap seperti lah"heran Hendra
"ck kalian itu berisik"skamat arsen
"terserah mau ngomong apa" pasrah rival
"eh bro kenapa ada masalah?"tanya vito
"gak ada gue cuman bingung sama diri sendiri"jawab arsen membuat keempat orang itu makin bingung
"entahlah"jawaban singkat padat arsen
"ck jelaskan dong"kesal Dimas
"ck masa gak ada yang paham,biasa masa lalu"tebak Hendra mendapatkan tatapan sini dari semuanya
"gak usah menatap gue seperti itu"Hendra
"oke gue serius dengarkan baik-baik"seru Roy membuat semua menatapnya "saran gue bro lu coba ngobrol empat mata secara baik-baik sama mantan, dari pada kalian seperti musuh setiap kali bertemu supaya gak ada penyesalan di kemudian hari"saran Roy dengan bijak
"luar biasa bapak berbicara"puji Vito
"trimakasih telah berbagi pengalaman indahnya pak"balas Hendra
"apalagi saya mendengar hampir teriak"sambung rival
__ADS_1
"trimakasih atas pujian kalian semuanya"seru Roy dengan wajah masam
"gue bakal mencoba saran lu, makasih bro"seru arsen membuat mereka tercengang
"gila thankyou bro"senang Roy karena arsen menerima sarannya
"gak sia-sia semalam baca buku tentang relationship"guman Roy dalam hati
"nih yang mau jagung silahkan"tawar Hendra memberikan nampan berisi jagung yang telah di bakar
"thankyou bro"
kelima sahabat itu menikmati jagung bakar bersama tak lupa mengajak para anggota untuk menikmati bersama.
Di tempat lain....
Lisa dan teman-temannya juga sedang menikmati ubi bakar di depan rumah yang mereka tempati.
"ternyata ubi Kalau di bakar enak juga ya"seru Lisa saat mengunyah ubi
"iya enak banget"balas bunga
"coba tambahkan ini"pinta endang menyodorkan piring berisi sambal
"hah wah semakin enak ini"senang bunga begitu juga Lisa setelah mencoba
"tuh kan enak"
Mereka menikmati ubi bakar itu hingga kenyang.
"bunga besok gue gak ngajar titip tugas untuk anak-anak ya"ujar Lisa
"kenapa emangnya "tanya bunga begitu juga endang karena Lisa selalu rajin mengajar bahkan tidak pernah ijin
"ada urusan sedikit besok,dan gue mau ke kota"jelas Lisa
Bunga dan endang pun paham
"udah malam nih, bentar lagi hujan turun yuk kita masuk"ajak endang
__ADS_1
"iya ayo udah ngantuk juga"Lisa
Ketiganya pun masuk.....