
Setelah mendapatkan nomor ponsel Lisa arsen begitu bahagia karena untuk semakin dengan dengan wanita pujaan akan lebih mudah.
Setiap hari arsen selalu mengabari Lisa menanyakan tentang kabarnya.
Sedangkan Lisa yang selalu di teror dengan banyaknya pesan oleh arsen membuat nya sangat kesal.
"Apaan sih kayak gak ada kerjaan ajah"kesal Lisa melihat banyaknya notif pesan WhatsApp dari arsen,Lisa hanya membiarkan pesan itu tanpa berniat membuka nya.
"Lisa...."panggil Sinta
"Iya mah bentar"sahut Lisa
"Kenapa mah?"
"Besok sepupu kamu Wawan dari kampung mau datang kesini"
"Oh yah,Wawan mau kuliah disini mah?"tanya Lisa karena adik sepupunya itu baru tamat SMA
"Gak katanya mau tes tentara, semoga rejeki, nanti kamu temani Wawan urus berkas ya kasihan dia belum tau jalan di sini"jelas Sinta
"Oh gampang itu mah"
"Makasih sayang, nanti mama telepon bilangin Wawan gak usah khawatir selama disini kita pasti bantuin"
"Iya mah"
Wawan adalah anak dari adik laki-laki Sinta yang berada di kampung,Sinta begitu menyayangi saudara-saudara nya dan juga selalu mensupport cita-cita para keponakannya.
"Assalamualaikum mah"salam Abraham yang baru datang
"Walaikussalam pah"baru sapa Sinta mencium punggung tangan suaminya
"Lisa dimana mah,kok papa gak lihat?"tanya Abraham karena tidak melihat anak kesayangannya
"Lagi mandi pak baru ajah ngobrol sama mama"jawab Sinta
"Pah lusa anak Yusup mau datang kesini katanya mau tes tentara bolehkan"seru sinta meminta ijin pada suaminya
"Boleh mah,papa selalu mensupport cita-cita keponakan kita agar mereka bisa merubah kehidupan mereka,biar Lisa nanti yang temani kalau papa kurang ngerti soal gituan"
"Iya pak tadi udah mama kasih tau sama Lisa katanya nanti dia yang ngurus"
"Baiklah kalau gitu,kalau gitu papa mau mandi dulu"
Seperti yang telah di sampaikan oleh sang mama Lisa sedang berada di stasiun kereta untuk menjemput adik sepupunya.
__ADS_1
"Kak lisa"panggil seseorang pria membuat Lisa melihat ke asal suara itu
"Wawan ya ampun akhirnya kamu tiba juga,ih kok makin tinggi sih dari kaka"
"Hehehe mungkin karena minum jamu buatan mama"balas Wawan melepaskan pelukan
"Udah ayo kita pulang"
Setibanya di rumah....
"Alhamdulillah akhirnya tiba juga kamu nak"senang Sinta memeluk keponakannya
"Makasih ya bude padeh udah mau menerima Wawan"
"Astaga nak kamu itu ngomong apa sih,tentu saja kamu itu anak kami juga"ujar Abraham menepuk pundak Wawan.
"taruh dulu tas mu di kamar nanti di tujukan kamarnya sama kak lisa,habis itu mandi dan kita makan siang di meja makan"seru sinta
Lisa pun mengantar adik sepupunya menuju kamar yang telah di siapkan oleh sang mama.
"Kak aku belum tau persyaratan apa ajah yang harus di siapkan untuk tes tentara"ucap Wawan bingung
"Ya ampun Kaka kira apa udah tenang ajah percayakan sama Kaka"balas Lisa menyemangati adik nya
Lisa yang juga tidak tahu tentang persyaratan tes tentara bingung harus melakukan apa,kan gak mungkin ia jujur pada Wawan yang ada tuh anak malah semakin merasa bersalah dan tak enak hati.
Lisa Kembali ke kamar memikirkan cara untuk bisa mengetahui persyaratan tes ..
Ting bunyi ponselnya
"Arsen yah gue bisa nanya ajah sama dia siapa tau membantu"
Lisa pun langsung menelpon pria itu tanpa menunggu lama
Tanpa menunggu lama arsen mengangkat panggilan nya
"Hallo assalamualaikum"salam Lisa dengan ramah tetapi sedang menahan malu
"Walaikussalam"balas arsen ramah dan bahagia karena Lisa yang menghubungi pertama
"Eh maaf aku menganggu waktunya"
"Tidak menganggu sama sekali,apa ada sesuatu"tanya arsen menebak karena ia paham mana mungkin Lisa menelepon nya jika tak ada keperluan
"Jadi gini mas A aku e"gugup Lisa
__ADS_1
Arsen di seberang Sana begitu bahagia saat mendengar panggilan Lisa padanya seperti dulu
"Iya bagaimana aku tak mendengar suara mu Lis"
"Aku mau nanya persyaratan tes tentara apa saja ya, soalnya Adik ku mau daftar cuman gak tau apa saja persyaratan nya"jelas lisa
"Baiklah besok kamu datang ke kantor aku nanti aku kasih formulir pendaftaran nya"ujar arsen dasar emang tinggal kirim file nya ajah ribet,karena Lisa gak paham maka ia menurut saja.
"Iya mas makasih ya, assalamualaikum"
"Sama-sama walaikussalam"
Panggilan berakhir dengan Lisa yang uring-uringan di atas kasur, berbeda dengan arsen yang tersenyum lebar setelah berusaha mendekati wanitanya itu akhirnya datang sendiri.
Keesokan harinya Lisa dan Wawan pergi menuju kantor arsen di sana rssn sudah menunggu nya di depan pos.
Rival,Hendra,Vito,Roy,dan Dimas yang sudah mendengarkan cerita sahabat mereka hanya geleng-geleng kepala melihat pria dingin yang sekarang sedang bucin.
"Hai mas"sapa lisa ramah gak mungkin judes kan bisa bahaya nih cita-cita adiknya
"Hai,oh ini kan adiknya yang mau tes"tanya arsen menunjukan Wawan
'iya mas,ayo dek kenalkan diri mu"pinta Lisa pada Wawan
"Hai kak kenalkan aku Wawan adik sepupunya kak Lisa"jelas Wawan menyalin tangan arsen yang mengangguk-anggukkan kepala
Wawan begitu antusias melihat para tentara apalagi arsen yang menggunakan baju loreng lengkapnya.
"Sini kita duduk di situ biar Kaka jelaskan setelah itu kamu ambil formulir nya"
Mereka pun duduk di tempat yang di sediakan untuk tamu yang datang
Lisa dan Wawan pun mengikuti langkah kaki arsen
"Kaka mau tanya sama kamu,mau gak tes Akmil"seru Arsen membuat Wawan kaget pasalnya iya hanyalah seorang anak kampung yang tak memiliki uang untuk bisa menjadi seorang perwira
"Gak Kak aku gak punya uang,gak papa tes nya tamtama atau Bintara saja"tolak Wawan sopan
Lisa yang mendengarkan keduanya hanya diam karena ia tidak begitu paham tentang Dunia tentara
"Dengar tes Akmil atau Bintara tamtama itu gak bayar semuanya gratis,kalau kamu mau Kaka siap membina kamu gak usah takut serahkan sama yang di tas yang penting usahanya dulu"
Wawan yang mendengarkan sangat terharu dan bersedia menerima tawaran arsen.
Setelah mendengarkan penjelasan arsen Lisa dan Wawan pamit tak lupa mengucapkan terima kasih.
__ADS_1