Cinta Diujung Timur

Cinta Diujung Timur
episode 32


__ADS_3

Di dalam mobil selama perjalanan tak ada obrolan antara kedua nya baik Vito maupun Lilis hingga yang terdengar hanyalah suara deru mesin mobil.


Lilis yang tak terbiasa berada dalam situasi seperti ini, rasanya ingin pulang tapi tak mungkin bisa di demo oleh ibunya.


"Ekhem"dehem Lilis mencairkan suasana kesunyian sebelum memulai obrolan,Vito hanya diam tanpa ekspresi sambil terus menatap lurus jalan raya di depan.


"Sabar Lilis sabar....."batin Lilis


"Oh iya kira-kira kita kemana?"tanya Lilis ramah


"Terserah "jawab Vito singkat


Lilis yang mendengarkan berusaha untuk mengontrol emosi nya tanpa agar tidak terjadi peperangan antara keduanya.


"Baiklah karena jawabannya terserah gue punya Ida kita pulang saja kembali"ide Lilis menatap Vito


"Belajar lah menggunakan bahasa Indonesia yang baik untuk berbicara karena saya sangat tidak menyukai ucapan dengan kata lu gue atau apapun itu"tukas Vito


"Hah emang nya ada yang salah sama omongan gue?"kesal Lilis


"Tentu saja salah, dengarkan dengan baik saya sangat tidak menyukai jika ada yang berbicara menggunakan kata lu gue"


"Aneh belum jadi suami gue saja sudah banyak aturan kayak gini"omel Lilis dalam hati


Lisa dan Veni yang mendengarkan cerita Lilis tak henti untuk tertawa


"So sweet banget uh"seru Veni


"Eror lu so sweet dari Hongkong"sinis lilis


"Tapi gue juga dulu waktu masih pacaran sama arsen paling gak suka gue ngomong sama dia pake lu gue,heran deh"lirih Lisa


"Padahal gak ada yang salah"heran Lilis


"Lilis,Lisa,Veni keluar dan makan sekarang juga kalau gak sapu ijuk ibu terbang ke kamar!!"teriak Susi ibu Lilis dari luar kamar


Ketiga wanita yang mendengar teriakkan sang ibu langsung kocar kacir berlomba keluar dari kamar


"Iya Bu nih"veni


"kami datang Bu!!"lisa


"Ibu ngancam Mulu"Lilis


Susi yang melihat ketiganya pun menatap tajam kearah mereka


"Kalian kan yang mau ibu ancam dulu Baru makan,heran deh ibu sama kalian tinggal makan ajah susah amat"omel Susi pada mereka

__ADS_1


"Maaf Bu kami salah"pasrah ketiganya


"Cepat makan awas ya kalau gak di habiskan makan nya"


"Siap ibu kami habiskan"jawab ketiganya dengan sikap hormat


Susi yang melihat tingkah mereka menggelengkan kepalanya.


Lilis,Veni, dan Lisa menikmati makan siang dengan tenang sesekali bercerita.


Lain hal nya dengan aktivitas perkumpulan enam perwira muda yang sedang asyik menghabiskan weekend di rumah dinas arsen sampai tak menyadari waktu jam makan siang.


"lapar banget gue,kalian gak lapar kah?"tanya Roy menatap kelima sahabatnya yang sedang asyik bermain ponsel sambil menikmati cemilan yang di beli semalam


"Tentu saja lapar tapi nanggung masih seru game nya"balas rival


"Ck yang mau makan siapa?"tanya Roy pada ke lima orang itu


"Gue mau"


"Gue juga"


Jawab mereka kompak,Roy pun senang mendengar jawaban mereka.


"Ya udah sekarang mana uang kalian biar sekalian?"ujar Roy


"Maksudnya, uang untuk apa?"bingung arsen


"Iya uang apa?"


"Ya elah pake nanya, kalian kan juga mau makan yah kasih uang lah buat gue beliin"jawab Roy yang juga bingung dengan pertanyaan para sahabatnya


"Gila lu,kirain mau beliin makan buat kita"gerutu Vito


"Buset siapa juga yang mau traktir kan kalian,uang gue ajah pas-pasan"kesal Roy mengigat uangnya yang sudah menipis


"Makanya ngomong yang jelas"omel rival


"Sudah gak usah ngomel mana uang kalian biar kita patungan beli makanan"ucap roy


Kelima sahabatnya itu pun memberikan uang padanya.


15 menit menunggu datanglah Roy dengan dua kantong plastik berisi makanan dan minuman untuk mereka.


"Wih banyak banget"seru arsen


"Iyalah sesuai jumlah uang,biar gak di kira gue korupsi"tukas Roy dengan wajah sinis

__ADS_1


"Biasa ajah tuh muka gak gitu juga kali lihatnya"tutur arsen


"Makanya kalian itu gak usah banyak nanya tinggal makan ajah susah banget"gerutu Roy


"Udah-udah yuk kita makan, laper banget gue"lirih Vito


"Ayo makan"sambung Hendra


"Nasib oh nasib punya temen gak ada sopan santunnya udah di belikan gak ada ungkapan terima kasih"sindir Roy melihat para sahabatnya yang mengambil makanan masing-masing


Kelima pria yang mendapat sindiran tertawa kecil


"Terima kasih banyak"jawab mereka kompak


"Sama-sama"


Mereka pun menikmati makan siang dengan tenang tanpa bersuara...


Di tempat lain..


Abraham yang sedang duduk di ruang keluarga bersama keponakannya Wawan sedang bercerita.


"Nak waktu tes kemarin lancar kan?"tanya Abraham pada keponakannya


"Alhamdulillah lancar padeh"jawab wawan dengan senyum


"Syukurlah, kamu harus semangat,rajinlah berdoa.jangan putus-putus insyaallah jalan mu di lancarkan semoga rezeki mu nak"


"Amin insyaallah padeh"


"Oh iya teman Kaka mu masih sering ajakin kamu olahraga?"tanya Abraham mengingat arsen yang selalu menjemput Wawan untuk berolahraga setiap hari Jumat dan Minggu


"Masih padeh, cuman sekarang olahraga gak hari Jumat lagi hanya Minggu"jelas Wawan


"Loh kenapa?"


"wawan kan tes setiap hari dari Senin sampai Jumat dan pulang juga udah jam 6 enam sore makanya kak Lisa udah bilang sama kak arsen Jumat gak bisa karena aku kecapean nanti"jelas Wawan, begitulah sikap Lisa yang sangat memperhatikan adiknya Wawan


"Iya nak padeh juga setuju"


"Wah kayaknya ada cerita baru nih,ah bude ketinggalan kayaknya"seru sinta yang datang membawa sepiring goreng


"hehehe gak kok bude,wah ada goreng"


"Iya sayang nih di makan sambil nonton padeh biar gak suntuk"


"Ya sudah bude mau ke kamar dulu"pamit Sinta membiarkan suami dan keponakannya melanjutkan kegiatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2