
pagi hari yang begitu indah dengan teriknya matahari membuat Lisa begitu bersemangat untuk berangkat ke sekolah.
walaupun hanya menjadi seorang guru relawan sementara di sana,Lisa sangat bersyukur karena dirinya bisa mengetahui tentang Papua, walaupun tidak semua tempat di Papua.
"selamat pagi anak-anak"sapa Lisa memasuki pagar sekolah
"selamat pagi ibu guru"balas sapa anak-anak
"jangan lupa bersihkan kelasnya masing-masing,"Lisa
"siap.sudah Bu guru"
Lisa begitu senang melihat sikap anak-anak yang sangat patuh.
siang harinya Lisa yang telah selesai mengajar kembali ke ruang guru untuk bertemu beberapa teman-teman relawannya.
"eh Lisa sini dulu"panggil endang teman relawan Lisa
"ada apa Endang?"tanya Lisa
"kamu udah dengar belum,kabar Marvel"endang
"Marvel kenapa emangnya,"penasaran Lisa
"sih Marvel jatuh tadi dari tangga, setelah pulang kunjungan dari rumah warga di desa sebelah"jelas Lisa
"HAH!! Kalau gitu dimana sekarang Marvel"panik Lisa
"katanya lagi di pos sementara, soalnya tulang kakinya lagi di obati sama kepala suku pake obat-obatan alam"endang
"oke kalau gitu aku kesana dulu.bye"pamit Lisa kemudian segera berlari meninggalkan Endang yg memanggil
__ADS_1
"Lisa.astaga segitunya sama adek angkatnya"
Lisa terus berlari dengan cepat, Karena pikirannya saat ini hanya marvel.ya walupun hanyalah adik angkat tetapi dirinya begitu menyayangi Marvel, apalagi hanya Marvel sajalah yang selalu ada untuknya.
"semoga marvel baik-baik saja"*batin Lisa
5 menit kemudian sampailah Lisa di depan pos.
rasa khawatirnya yang begitu besar membuatnya tidak lagi melihat keadaan sekitar.lisa berlari menerobos masuk kedalam pos.
"astaga Marvel,loh gapapa kan?,mana yang luka? gimana sih Kalau jalan itu lihat,apa sih gunanya mata kamu hah!!"panik Lisa di sertai dengan Omelan nya.
tanpa Lisa sadari bahwa banyak pasangan mata uang ada di tempat itu termasuk arsen hanya diam memperhatikan nya.
sedangkan Marvel wajah Nya begitu kesal menatap sang Kaka yang tiba-tiba datang mengomelinya dengan banyak pertanyaan di tambah dia begitu malu dengan tatapan semua orang.
"aku baik-baik saja kak"sahut Marvel
"iya kak udah ya ngomelnya "mohon Marvel
"hemm"Lisa yang hendak memutar bola matanya begitu kaget'melihat semua orang
sedang memandanginya.
"A anu maaf pak "malu Lisa
"tidak papa anak"ucap bapa suku yang mengobati Marvel
"hehehe iya pak."Lisa
"maafkan Kaka saya yah pak"seru Marvel
__ADS_1
Lisa mendengarkan ucapan adiknya itu memutarkan bola matanya
"silahkan pak maaf atas ketidak sopanan yang dilakukan"seru arsen menatap Lisa tajam
Vito, Hendra,rival,Dimas saling memandang sedangkan yang lain hanya diam.
"sabar Lisa sabar hufff"batin Lisa
"tidak papa bapak komandan"ucap pak kepala suku
Lisa pun keluar dari tempat itu.begitu pun arsen dan yang lainnya.
Lisa yang begitu kesal kepada mantan kekasihnya itu langsung meluapkan emosi yang sedari tadi ditahannya.
"maaf kapten arsen saya ingin berbicara sebentar"seru Lisa pada arsen yang sedang duduk
"bicara saja di sini nona biar semua anggota saya mendengar,"balas arsen
"oke Baikal kalau begitu mau kapten.tolong dengarkan dengan baik karena saya tidak akan mengulanginya yang ke dua kalinya"tegas Lisa
"langsung to the poin nona.kita tidak sedang presentasi"tegas arsen
"cih dasar liah saja "batin lisa
"SAYA Tau Kalau anda sangat Membenci saya hanya karna kesalahpahaman di masa lalu.tetapi anda sendiri yang tidak ingin mendengarkan penjelasan saya.namun tidak masalah itu telah berlalu dan saya tidak peduli toh.saya hanya minta agar anda sebagai kapten harus bisa bersikap yang baik juga kepada saya bukan hanya kepada teman-teman relawan saya saja yang kapten baik,ramah, sedangkan saya seperti seorang penjahat saja itu tidak adil menurut saya "luapan emosi Lisa
mereka semua yg mendengarkan curahan hati Lisa begitu kasihan.namun apa boleh buat.
"sudah selesai presentasi nya. DI HADAPAN PARA ANGGOTA SAYA. BAHWA .saya tidak berbicara MASA LALU,tetapi saya bicara SOAL MASA!! sekarang.saya rasa bahwa sikap saya kepada semua orang itu sama tidak pernah memilih.mungkin nona saja yang berpikir buruk kepada TRIMAKASIH.
Lisa yang mendengarkan ucapan asren pun keluar dari tempat itu tanpa permisi Dirinya begitu emosi akan sikap arsen yang seperti anak kecil*.
__ADS_1