Cinta Diujung Timur

Cinta Diujung Timur
episode 25


__ADS_3

Kembali dengan kehidupan di kota besar....


Pagi ini Bandara begitu ramai dengan para keluarga, orang tua, saudara,dan kerabat yang menjemput putra-putri terbaik bangsa yang telah menyelesaikan misi sebagai relawan di daerah pelosok Papua.


Lisa begitu disambut dengan kebahagiaan oleh kedua orang tuanya,Herman dan Sinta begitu terharu melihat putri sulung semata wayang mereka telah kembali dengan selamat setelah enam bulan mengabdikan diri di pelosok timur Indonesia yaitu Papua.


"Papah mama Lisa pulang...."seru Lisa memeluk kedua orangtuanya


"Sayang terima kasih kamu sudah menepati janji untuk pulang dengan sehat"ujar Sinta memeluk erat putri nya


"Terima kasih juga mah pah untuk doa yang tak pernah putus untuk Lisa"


"Baiklah hentikan kegiatan memeluk nya,mari kita pulang karena pasti putri papah ini sudah sangat lapar"


"Benar sekali pah,aku sudah sangat lapar,dan ingin segera pulang dan menyantap masakan mama"


"Tentu saja tuan putri mama sudah menyiapkan makanan kesukaan mu"seru sinta mengelus pipi Lisa


"Oke sekarang kita pulang "


Saat Lisa,Sinta dan Abraham hendak pulang ada seseorang yang memanggil


"Kak lisa..."panggil seorang pria,siapa lagi kalau bukan Marvel adik angkatnya


"Ah Marvel adek angkat gue"sahut Lisa melambaikan tangannya pada Marvel


"Kak lisa sampai jumpa kembali jangan lupakan aku ya"sedih Marvel


"Hey mana mungkin Kaka mu ini bisa melupakan dirimu "balas Lisa menepuk pundak Marvel


Sinta dan Abraham yang sedari tadi melihat interaksi keduanya hanya diam dan memperhatikan walaupun mereka juga sangat penasaran dengan sosok pria yang di panggil adek oleh anak mereka.


"Oh iya Marvel kenalkan ini mama dan papa kak Lisa Marvel seorang dokter"jelas Lisa memperkenalkan Sinta dan Abraham


"Hai om tante kenalkan aku Marvel adik angkat kak Lisa semenjak menjadi relawan di Papua"ujar Marvel dengan sopan


Sinta dan Abraham yang mendengarkan penjelasan Marvel akhirnya paham keduanya tersenyum ternyata anak mereka sudah mempunyai adik baru


"Baiklah Marvel karena kamu memanggil Lisa dengan sebutan Kaka maka panggil juga kami papa dan mama"tutur Abraham dengan senyuman


Marvel yang mendengarkan sangat senang dan bahagia akhirnya menyetujui ucapan Abraham


"Siap om eh pah mah terima kasih sudah menanggap ku seperti keluarga kalian"


"Sama-sama nak,oh iya kapan-kapan main ke rumah papa dan mama menanti kedatangan mu"


"Pasti mah dengan senang hati"


Setelah percakapan akhirnya mereka berpisah.....


Di tempat lain...


Arsen yang begitu merasakan kesunyian setelah kepulangan Lisa,tidak ada lagi yang membuatkan bekal setiap pagi untuk dirinya.


Dan tentang hubungan arsen dan Lisa masih terus berjalan di tempat,sebab Lisa tak ingin membuka hatinya untuk menerima arsen,hal itu membuat arsen semakin di buat takut jika saat Lisa pulang akan ada pria yang mendekatinya.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati mu"guman arsen pelan


"Bro lu ikut gak ke kota"tanya Hendra pada arsen yang sedang duduk


"Gak kalian saja yang pergi"jawab arsen


"Oke mau nitip sesuatu gak"


"Iya gue nitip entar gue kasih catatan yang harus di beli"


"Terus uangnya mana"tanya Hendra memastikan arsen memberikan uang


"gak usah takut pasti gue kasih,sejak kapan gue merepotkann kalian"tukas arsen


.

__ADS_1


"hehehe gue kan hanya ingin memastikan"


arsen pun berlalu ke dalam kamar untuk mengambil catatan dan uang cash untuk diberikan pada Hendra


Seperti biasa Lisa menghabiskan waktu berlibur didalam kamar.


Sore nanti dirinya akan bertemu dengan kedua sahabatnya Lilis dan Veni.


"Sayang kamu gak apa di dalam kamar terus?"heran Sinta melihat anak gadisnya yang semenjak pagi sampai siang ini hanya berada di dalam kamar


"Gak kok mah malah nyaman banget deh"jawab Lisa menikmati cemilan di dalam toples


"Hadeh tapi ingat gak boleh mandi malam lagi,bisa di omel papa nanti"Sinta mengingatkan anaknya.


"Siap mah"balas Lisa memberikan hormat,sinta yang melihat kelakuan Lisa hanya geleng kepala


"Oh iya mah Lisa ijin entar sore mau pergi sama Lilis dan Veni,boleh ya"ijin Lisa


"Iya gapapa pergi ajah kalian kan udah lam gak ketemu,tapi gak boleh pulang malam"


"Iya mama ku tersayang"


Setelah mengecek keadaan anaknya Sinta pergi meninggalkan anaknya yang masih betah di dalam kamarnya.


Begitulah Sinta dan Abraham yang selalu peduli dengan putri kesayangan mereka,bahkan tak pernah membatasi ruang gerak sang anak jika itu adalah hal yang baik.


"Wou...makin cantik ajalah loh,tapi maaf sedikit black"puji Lilis pada Lisa


"Gue kira mau muji terus eh malah di jatuhin"kesal Lisa


"Udah-udah pesan dulu gih makanan"lerai Veni


Ketiganya pun memesan makanan mereka setelah itu melanjutkan cerita.


"Jadi gimana selama lu tinggal di sana?tanya Veni menatap Lisa


"Iya Lis, tempatnya gimana? orang-orang nya baik gak?terus ada gak kejadian perang-perang gitu? Dan juga ada p...."


"hehehe"


"Dengarkan cerita gue dengan seksama jangan di potong, tunggu sampai cerita gue selesai paham"


"Ah berasa guru dan murid"gerutu Veni


"Jadi................"(anggaplah Lisa cerita)


"Keren banget... seandainya kalau gue jug kesana pasti gak mau pulang"seru Lilis membayangkan jika saja dirinya pergi kesana


"Tapi tunggu tadi Lu bilang ketemu seseorang di masa lalu siapa itu?"penasaran Veni mengigat cerita Lisa tadi


"Hmmmm arsen mantan gue yang kalian musuhi itu"jawab Lisa tertawa kecil karena setelah kejadian waktu itu Veni dan Lilis begitu marah pada pria itu hingga membuat keduanya berjanji akan menghajarnya jika bertemu arsen kelak


"WHAT!!!serius lu"kaget Veni dan Lilis bersamaan


"Emang gue pernah bohong sama kalian"gerutu Lisa


"Terus gimana reaksi dia sama lu?"penasaran Lilis


"Tentu saja dia terpukau dengan kecantikan ku,dan emmm apa ya?"


"Ck serius dong Lis,benar gak sih lu ketemu siapa sama dia?"


"Iya gue ketemu sama dia tapi......"(anggaplah Lisa sedang bercerita tentang sikap arsen kepada nya)


"Sombong amat dia, kalau saat itu gue ada bakal gue cincang deh ngeselin sih"marah Lilis setelah mendengar tentang Sikap pria itu pada sahabat kesayangan nya


"Udah-udah dari pada urusin dia mending kita pergi shopping,gue yang bayarin tapi ingat tidak boleh melebihi batas kemampuan dompet gue"ajak Lisa mentraktir kedua temannya.


"Baik amat sih makin sayang deh"senang veni


Ketiganya pun pergi bersama setelah membayar makanan yang mereka makan tadi

__ADS_1


Tepat 10 bulan arsen dan semua a


Prajurit negara telah mengakhiri tugas menjaga kesatuan dan kedamaian di daerah pegunungan papua.dan saat itu mereka akan kembali ke tempat mereka.


Rasa bahagia akan berkumpul kembali bersama keluarga, orang tua, istri anak-anak dan juga kekasih namun juga perasaan sedih karena akan berpisah dengan masyarakat yang sudah menjadi bagian dari keluarga mereka namun itulah perpisahan.


Arsen sebagai kapten mewakili para prajurit tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu mereka selama menjalankan tugas kurang lebih 10 bulan.dan tak lupa berpamitan kepada mereka.


Di sinilah arsen di rumah kedua orangtuanya....


"Sayang kamu mau coba gak cream kulit untuk wajah kamu"tawar Andri pada anaknya yang sedang tiduran di ruang keluarga sambil menonton TV


"Gak mah"tolak arsen dengan mata yang masih fokus pada luar tv


"Arsen ini tuh bagus tau biar kulit kamu kinclong,sehat bahkan bisa menambah kegantengan kamu loh"seru Andri masih merayu anaknya


"Gak mah"tolak arsen lagi tanpa menatap sang mama


"Aduh punya anak gini amat deh,kapan punya mantu, apalagi gendong cucu huh"kesal Andri menatap arsen


Haidar yang mendengarkan ucapan istrinya tertawa kecil


"Sudahlah kalau anaknya gak mau jangan di paksa"ucap Haidar dari arah belakang


"Ya ampun pah kebiasaan suka muncul tiba-tiba"gerutu Andri pada suaminya


"Lebay banget mama"sinta menatap tajam suaminya saat mendengar ucapan Haidar


"Pah bilangin tuh anaknya masa mau mama sulap jadi putih gak mau,kan biar banyak kupu-kupu cantik ngikutin dia"jelas Andri dengan suara yang agak keras agar di dengar oleh anaknya itu


Arsen yang mendengarkan ucapan sang mama ingin tertawa dan meralat ucapan sang mama dan mengatakan bukan kupu-kupu yang hinggap padanya tapi dia yang mengejar kupu-kupu itu


"Masa mama meragukan ketampanan anak kita sih sudah pasti lah banyak yang ngincar"


"Anak sama bapak emang sama gak ada bedanya "kesal Andri meninggal suami dan anaknya yang saling menatap dengan tertawa


"Emang gak ada bedalah wong bibit ku kok"


"Tuh hibur istri papa sana bisa gawat kalau marah"ujar arsen pada Haidar


"Gak usah paling bentar balik lagi,kamu juga ngapain coba gak mau di eksekusi mama mu"heran Haidar pada anaknya itu


"Ribet pah gak suka"jawab arsen


Haidar pun mengerti karena dirinya juga pernah mengalami saat istrinya melakukan perawatan padanya sangat melelahkan sekali terlalu banyak aturan bahkan prosedur yang di lakukan,mengigat kejadian itu membuat Haidar merinding sendiri.


"Kaka...."panggil Saskia pada arsen menoleh saat di panggil


"Ya ampun anak gadis ku kenapa beda dari yang lainnya ya"gerutu Andri yang datang membawa sepiring buah anggur untuk arsen


"Ih mama tentu beda dong"cemberut Saskia


"Iya bener sekali beda,kamu itu barbar banget Suara cempreng tapi mama sayang kok"jawab Andri tertawa kecil melihat bibir Saskia yang moncong


"Kaka katanya mau traktir makan aku di luar kan"tanya Saskia memastikan janji sang Kaka


"Iya dek tapi sore ajah jangan sekarang Kaka"jawab arsen karena dirinya sangat mager saat ini


"Oke kak,tapi kira-kira jam berapa biar aku ada persiapan kak?"


"jam lima ajah "


"Oke kak aku ke kamar dulu dada mama papa"senang Saskia


"Nih makan buahnya,mama mau ke kamar dulu"ucap Andri meletakkan sepiring buah anggur pada anaknya dan segelas jus mengingat cuaca hari ini sangat panas.


"Makasih mah"


Haidar pun juga ikut bersama istrinya dan membiarkan anaknya itu untuk bersantai.


Begitu lah Haidar dan Sinta yang sangat menyayangi anak-anak mereka walaupun telah dewasa tetapi jika di rumah Haidar dan Sinta selalu menganggap mereka seperti anak kecil yang masih membutuhkan sentuhan kedua orang tua.

__ADS_1


🕊️HAI PARA PEMBACA SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG...


__ADS_2