
Terpesona
Aku terpesona
Memandang, mandang wajahmu yang manis
Terpesona
Aku terpesona
Menatap, membocorkan wajahmu yang manis
itulah nyanyi para anggota batalyon yang sedang bernyanyi sambil berlari mengitari lapangan hijau batalyon.
arsen yang juga tengah sibuk berolahraga bersama para anggota nya.
30 menit akhirnya selesai juga aerobik
"huffffff,berasa mandi hujan gue"seru Hendra
"lebay banget, padahal udah sering jadi sarapan pagi kita"ujar Roy
"bercanda bro"balas Hendra
"kita ke kantin yuk"ajak rival dan di iyakan oleh para sahabatnya yang lain.
"budek seperti biasa ya air mineral lima" seru Dimas
"siap pak" balas budek penjaga kantin
"kelima sahabat itu pun bergabung bersama para anggota yang lain.
"ada pengantin baru ni" goda Roy pada salah satu anggota yang baru saja menikah minggu lalu yaitu serda Bram
"kasihan ni pengantin baru siap-siap LDR 10 bulan hahahaha"ejek Dimas
__ADS_1
serda bram yang di godain oleh dua danton nya hanya garukin kepala
"ijin Dan udah resiko" seru serda Bram
"gak terasa 2 minggu lagi kita berangkat satgas" seru rival
"iya banget" balas Dimas
Arsen yang sedari tadi duduk bersama mereka tak bersuara sedikit pun dirinya hanya diam mendengarkan obrolan mereka saja.
saat mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba saja seorang wanita cantik berjalan melewati mereka
"nak kamu sudah datang ternyata" seru budek yang ternyata adalah ibu wanita itu
"sebenarnya udah dari tadi ibu cuman aku bingung tempatnya,jadi aku nanya dulu sama tentara-tentara yang di lapangan" balas veni
veni adalah sahabat lisa,yang adalah mantan Arsen, veni memang mengenal Arsen begitu sebaliknya.
"kenapa gak telepon ibu biar ibu nungguin kamu di depan" ujar budek
para anggota bujang yang sedang berada di dalam kantin itu sangat terpana dengan kecantikan veni, tanpa terkecuali Arsen dan para anggota yang sudah menikah.
"wihh cantik banget anaknya budek" puji Roy
"kalau tau dari dulu budek punya anak cantik udah gue nikahin" balas Rival
veni yang merasa terganggu karena dilihatin oleh *para pria itu merasa risih.
"hadeh untung ada ibu kalau gak udah gue cungkil tuh mata mereka" kesal batin veni
"nak kamu mau pergi lagi ya?" tanya budek
"iya bu aku mau ke kantor lagi soalnya ada meeting" jawab veni
"yaudah hati-hati ya nak jangan ngebut bawa mobilnya"seru budek
__ADS_1
" siap bu, aku pergi dulu muach"pemutih veni dan mencium pipi sang ibu
saat veni hendak berjalan keluar matanya menangkap sosok yang tak begitu asing bagi-Nya
"loh itukan Arsen mantan nya lisa kan"ucap batin veni
veni pun mempercepat langkahnya keluar dari dalam kantin itu.
saat hendak keluar sebuah suara menghentikan langkah kakinya.
" tunggu!!"pinta Roy
veni pun menghentikan langkah kakinya dan berbalik.
"saya pak" tanya veni
"benar nona" jawab Roy
"ada apa ya pak" tanya veni lagi
"Jangan-jangan cuman mau modus, maaf ya gue bukan cewek gampangan"tebak batin veni
"tidak saya hanya ingin mengembalikan dompet nona yang terjatuh tadi di dalam" jawab Roy
"astaga gue udah pikir yang gak-gak lagi" sesal batin veni
"eh makasih ya pak," ucap veni
"sama-sama nona saya harap nona bisa lebih berhati-hati lagi" balas Roy
setelah perbincangan singkat tadi veni langsung pamit dan pergi begitu pun juga dengan Roy yang sangat senang bisa berbincang dengan veni walau hanya beberapa menit saja*.
***Hai guys
mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan, harap di mengerti ya karena author baru pemula šš***
__ADS_1