Cinta Diujung Timur

Cinta Diujung Timur
episode 17


__ADS_3

"rasa cinta ku yang dulu sampai sekarang pada mu telah kau hancurkan "š™°šššš‚š™“š™½š™øš™¾ š™°š™½š™¶š™¶š™° š™·š™°ššš™°šš‚ššˆš™°"sedalam itu kah kau membenciku"š™¹š™“š™»š™øš™½šš‚ššˆš™° š™·š™°š™½š™°šš‚ššƒš™° šš†š™øššš™°


Lisa menatap lurus dengan air mata yang menetes mengigat semua kenangan enam tahun lalu.


"kamu harus ingat aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti mu,dan jika aku yang menyakiti mu maka pergilah menjauh dari ku"tutur arsen memegang erat tangan Lisa


Lisa semakin sedih mengingat ucapan yang di ucapkan arsen enam tahun lalu.


"aku tidak akan lagi menanamkan cinta ku untuk mu, hari ini aku akan berhenti untuk memperbaiki hubungan kita,aku sadar cinta tak bisa di paksakan"


Setelah menangis cukup lam Lisa pulang kembali, setibanya di sana ia begitu ceria berkumpul bersama yang lainnya.


"Lisa makan sana entar sakit lagi"seru heni teman Lisa


"bentar,masih kenyang gue"


"awas kalau sakit"ancam Heni


"udah kayak emak gue kalau ngancem"


Lisa pun segera menuju dapur mengambil makan jujur saja ia sudah sangat lapar karena


Terlalu banyak nangis.


"ternyata nangis kelamaan bisa ngabisin tenaga juga"


__________________________________________


kejadian kemarin setelah arsen membentak Lisa membuat nya merasa sangat bersalah, namun itu adalah cara agar bisa melindungi wanita itu walaupun ia begitu kecewa dengan nya.


"apakah kamu baik-baik saja"guman arsen dalam hati


"maafkan aku"


penyebab kejadian kemarin membuat arsen seperti orang yang cepat marah,dan semakin dingin.


seperti halnya saat ini arsen menyuruh semua anggota untuk bekerja bakti membersihkan sekitar pos dan barak tempat mereka tinggal.


"pastikan tidak ada satu pun kotoran"perintah arsen tegas


"Serda Ucok suruh satu anggota untuk membuang sampah yang ada di depan"


"siap kapten!!"


"astaga bro kalo marah gak usah lampiaskan ke kita dong"gerutu Vito

__ADS_1


arsen mendengarkan ucapan vito terdiam tanpa bersuara


di tempat lain


Lisa begitu keringat dingin atas tempat tidur sambil menangis kecil.


"hiks mama sa ki t"tangis Lisa meremas perut nya yang sakit.


Itulah Lisa setiap datang bulan perut nya selalu sakit,namun tidak seperti biasanya saat ini perutnya sakit begitu luar biasa hingga membuatnya tak kuat.


"Marvel"Lisa ingat adik angkatnya yang merupakan seorang dokter


"tanpa menunggu ia keluar kamar dan meminta endang untuk mengantarkan ke puskesmas.


"pucat banget kamu Lis"seru Endang


"ia gue kalau haid gitu"jawab Lisa masih berusaha kuat


"aduh bentar gue panggil kan dulu salah satu Suster"ujar Endang menduduki Lisa di kursi


tak berapa lama kemudian endang balik dengan nafas tersengal.


"Lisa maaf ya gue udah cari tapi kayaknya semua tim kesehatan lagi pergi"jelas endang


"tapi gue butuh obatnya pliss gue gak kuat"tangis Lisa karena benar-benar tak bisa


endang yang tak tega segera akhirnya memutuskan untuk mencari obat.


"plis kasih gue waktu 10 menit oke"pinta endang lalu pergi setelah mendapatkan persetujuan dari Lisa


Endang berlari menuju tempat yang akan ia datangi meminta obat.


larinya yang begitu cepat hingga membuatnya menabrak seseorang.


Brugh....


"hey apakah kamu tidak mempunyai mata"marah pria itu


"hey bapak yang tidak punya mata,masa tubuh besar saya gak di lihat"balas endang marah


"dasar wanita sudah salah malah membenarkan diri"kesal pria itu


pria itu adalah salah satu anggota arsen yaitu Lettu rival.


Dan endang saat ini sedang berad di depan pos.

__ADS_1


"terserah bapak"


"ck memangnya saya bapak mu"kesal rival


"lah terus Paman,kakek,om,atau siapa hah"cerewet Endang membuat rival pusing lalu pergi meninggalkan wanita itu tanpa membalas ucapan


endang segera masuk ke dalam pos sebelum mengucapkan salam


"assalamualaikum pak"salam endang


"walaikussalam mbak,apa ada perlu"balas tentara piket yang sudah mengenal endang yang merupakan seorang relawan


"iya pak saya mau meminta bantuan, apakah disini ada obat ***untuk teman saya yang kebetulan lagi sakit pak, soalnya para tim kesehatan gak ada dan kami butuh obatnya"jelas endang


"sebentar ya mbak saya tanyakan dulu sama bagian kesehatan"pria itu pun masuk menanyakan obat yang di maksud


tak lama pria itu keluar


"mbak duduk dulu sebentar,sambil menunggu danton"


"iya pak"


"mana orang nya"tanya seseorang dan


Deg ...


"lah bukannya pria ini yang tadi kan"batin Lisa


"ck wanita ini"


"ada apa anda datang kesini?"tanya rival kesal


"e e anu pak butuh obat*** untuk teman saya"jawab endang tak enak hati mengingat kejadian barusan


"maaf kami tidak punya,itu adalah obat pereda sakit perut untuk wanita jika haid"tolak rival masih santai


"jadi gak ada pak"


"tentu saja tidak ada"


"udah capek-capek datang malah gak ada percuma dong"gerutu endang kecil namun masih di dengar oleh rival


"siapa suruh"


endang berusaha untuk tidak membalas ucapan pria di depannya itu dari pada di usir gak sopan bahaya kan.

__ADS_1


__ADS_2