
Di bawah teriknya panas matahari, seorang pria Muda yang tak hentinya melatih para Anggota prajuritnya dengan ketegasan sehingga dirinya di juluki MACAN IJO
KAPTEN ARSENIO ANGGA HARASYA
DOR DOR DOR (suara tembakan)
"FOKUS!!!!"teriak Arsenio kepada para anggotanya itu
"SIAP KAPTEN!!!"jawab para anggota nya serempak
Dor Dor Dor
Arsen terus melatih para anggotanya tanpa hentinya.
setelah dirinya merasa bahwa hari semakin siang dan juga panas barulah Arsen menghentikan latihan tersebut.
"saya rasa cukup sampai disini latihan menembak kita,kalian boleh beristirahat."tegas Arsen
"siap kapten"seru para anggotanya tegas
Dan semuanya pun pergi beristirahat
"hufff akhirnya istirahat juga"seru serda Bima anggota Arsen
"Sadis benar kapten dari jam 7 kita menembak sampai jam 12 siang hufff" balas serma Aldo
"kayaknya setelah jam dinas kita harus ke tukang urut ni" ujar sertu Abdul
sedangkan Arsen langsung pergi menuju kantin.
"bude saya pesan air mineral satu ya" seru Arsen pada wanita paru baya yang menjaga kantin
__ADS_1
"ini pak airnya, ada lagi yang mau di beli?" tanya sang ibu itu
"tidak bude ini saja" jawab Arsen dan menyerahkan uang membayar minumannya
Dan kemudian pergi bergabung dengan para anggotanya itu
"hufff" Arsen menarik napasnya dan memulai pembicaraan
"saya harap kalian bisa fokus dalam latihannya, karna waktu kita untuk berangkat satgas ke Papua tinggal 1 bulan lagi, kalian paham" ucap Arsen tegas kepada para anggotanya itu
"SIAP KAPTEN" jawab mereka serempak
"Bagus" balas Arsen
◾️◾️◾️◾️◾️
Sore Harinya
Di Rumah dinas bercat hijau itu Arsen tengah asik bersantai bersama 4 para sahabatnya itu yang juga merupakan tentara. walaupun pangkat mereka berbeda namun Arsen tak pernah membedakan jika jam dinas mereka adalah bawahan Arsen tetapi di luar jam dinas mereka adalah sahabat.
"apalagi gue" balas lettu Hendra
"udah jodoh kali kita" canda Lettu Rival
"jijik gue dengarnya, sorry gue masih normal" kesal letnan Vito
"gue kok mulai mencium bau kecurigaan nih" ujar Lettu Dimas
"gila benar lo pada gue juga normal kali" kesal rival pada ke lima sahabatnya itu
"kalian itu berisik banget sih" gerutu Arsen kepada empat sahabatnya
__ADS_1
"kayak baru tau aja" ujar rival
"udah siapa ni yang mau beli makanan, gue lapar banget" seru Arsen
"si Roy sama rival aja yang beli" ujar Dimas
"wah benar-benar ya kalian," gerutu Roy
"mau makan gratis gak kalau gak ya udah gue makan sendiri aja diluar" ancam Arsen
"Jangannnn!!!" kompak ke empat sahabatnya itu
"Makanya ni uangnya beli makanan nya sama minuman sisanya uang bensin" seru Arsen
"Oke bro" kata Roy kemudian pergi bersama rival
"oh iya bro kemarin gue ketemu sama mantan lo itu si lisa" ucap Hendra
Arsen yang mendengarkan perkataan sahabatnya Hendra pun berhenti bermain ponsel.
"Dimana?"tanya arsen singkat
"Di cafe kayaknya mau ketemu seseorang," jawab Hendra singkat
"pasti kamu sangat bahagia dengan pria itu ck" guman batin arsen
"jangan bilang lo masih ada perasaan sama mantan lo ya" tebak Dimas
"gak ada.udah gak usah bahas itu cewek" tegas arsen hingga kedua sahabatnya
pun diam
__ADS_1
"padahal masih cinta tapi gak ngaku hadeh" kata batin dimas
ketiganya pun kembali sibuk dengan ponsel masing-masing sambil menunggu kedua sahabat mereka yang pergi membeli makanan