
Bu guru nya pun berkata ke Imarin "Kamu jangan keluar main dulu tapi ikut Ibu ke BP ya" Dengan muka judes memandang Imarin
"Baik bu" Jawab Imarin dengan nada pelan dan terus menunduk
" Kamu ini meski dikasih hukuman yang berefek jera biar gak terlambat lagi" Kata bu gurunya ngomel.
"Maaf bu,, saya tidak akan terlambat lagi" Imarin meminta maaf ke gurunya dan trus menunduk.
"Ayok jalan kita ke BP" Kata bu gurunya memberi perintah.
"Baik bu" Sambil mengikuti bu gurunya dari belakang
Sesampai di ruang BP disana ada guru BP yang siap untuk mengintrogasi Imarin, dan disekolah mana pun itu biasanya guru BP terkenal tegas dan lumayan kejam jika ada yang melanggar aturan.
Dan kali ini Imarin harus berhadapan dengan guru BP efek sering terlambat datang sekolah.
"Silahkan duduk dulu nak" Guru BP mempersilahkahkan duduk dengan manis.
Dan di balik semua itu entah apa yang akan terjadi kepada Imarin, di skorsing kah lari keliling lapangan kah??
atau mungkin saja hormat tiang bendera dibawah teriknya matahari.
Setelah dipersilahkan duduk Imarin pun duduk dengan pelan-pelan dan raut muka nya ketakutan karna sedang berhadapan dengan guru yang paling banyak menangani masalah sesuai dengan fungsinya.
"Kamu kenapa kok tegang banget mukanya" tanya bu guru nya ke Imatin.
"emm,, nda ada apa-apa kok Bu" Jawab Imarin dengan agak sedikit gemetar.
"Kamu tau kan kesalahanmu apa??" Tanya Bu gurunya lagi.
"Tau Bu dan saya sadar akan hal itu maafkan saya Bu"Jawab Imarin dan meminta maaf.
" Bagus kalau kamu sadar itu nak, belajarlah untuk lebih disiplin ya dan anggap saja ini adalah peringatan untukmu agar tidak mengulanginya lagi" Kata bu gurunya memberi peringatan ke Imarin.
"Baik Bu, InsyaAllah tidak akan saya ulangi lagi" Jawab Imarin.
"Baiklah sebagai hukumannya karna kamu sudah banyak melanggar aturan ibu skorsing kamu selama 3 hari" Kata bu gurunya memberi hukuman untuk Imarin.
"Baik Bu" Jawab Imarin.
"Silahkan kamu boleh pulang duluan dibanding teman-teman mu" kata bu gurunya memberi arahan.
Imarin pun keluar dari ruang BP dan menuju kelasnya untuk mengambil tas nya dengan muka sedih karna dia mendapatkan hukuman skorsing dan itu berarti dia tidak bisa mengikuti pelajaran dan banyak ketinggalan materi pelajaran.
Imarin pun pulang melajukan motornya dengan muka sedih penuh penyesalan.
***
Sesampainya dirumah...
Imarin pun langsung masuk kamar tanpa memberi salam dan langsung merebahkan badannya diatas kasu.
__ADS_1
Ibunya pun heran kenapa muka anak perempuannya itu kelihatannya kesal sekali.
Tetapi ibunya tidak mau bertanya apapun karna tau betul watak anak perempuannya satu-satunya itu seperti apa.
Dia orangnya keras kepala dan kalau lagi kesel seperti itu dia tidak mau diganggu dan males bicara orangnya.
***
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba telponnya berbunyi dan disana tertulis kalau yang menelpon adalah sukron.
Masih ingat kan guyss,, siapa sukron itu??
Cowok ganteng temannya kakak nya Imarin. Yang beberapa hari yang lalu menelponnya mengajak kenalan dan kemudian ilang karna peristiwa gempa yang terjadi.
Imarin pikir yang menelponnya adalah Kak Rey orang yang dia temui semalam di taman kota.
Tapi ternyata salah dugaan.
Imarin pun mengangkat telpon dari Kak sukron dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" kata Imarin memberi salam terlebih dulu.
"Wa'alaikumussalam" Jawab Kak Sukron
"emm, lama gak ada kabarnya kak?" tanya imarin ke Kak Sukron.
"Ya dek, efek gempa yang mengguncang jadi kak sibuk bantu-bantu orang yang terdampak gempa" Jawab Kak Sukron
"Hem, ngomong-ngomong adek gimana kabarnya?" Tanya Kak Sukron.
"Alhamdulillah baik kak, masih menjalani aktifitas seperti biasanya" Jawab Imarin.
"Keluarga semua sehat kah dek?" Tanya Kak Sukron.
"Alhamdulillah semua sehat kak, keluarganya kak gimana semua sehat juga kah??" Tanya Imarin.
"Emm, Alhamdulillah baik-baik juga dek" Jawab Kak Sukron.
"Syukurlah kalau begitu kak, udah dulu ya kak soalnya bibiku nelpon nih" Kata Imarin menyudahi telpon
"Ya dah dek, Assalamualaikum" Ucap Kak Sukron
"Wa'alaikumussalam" Jawab Imarin.
Dibalik Imarin menyudahi segera telponannya dengan Kak Sukron. Ternyata yang menelponnya bukan bibinya melainkan Kak Rey yang menelponnya. Setelah mengakhiri telponannya dengan Kak Sukron, Imarin pun segera mengangkat telpon dari Kak Rey yang dari tadi menunggu untuk diangkat.
"Assalamualaikum dek" Terdengar suara Kak Rey mengucapkan salam.
"Wa'alaikukussalam Kak" Jawab Imarin pelan.
"Kak ganggu ya dek telponannya" Tanya Kak Rey memastikan kalau dirinya tidak menjadi pengganggu.
__ADS_1
"Ngga kok kak, tadi kak sepupu saya yang nelpon ngomong sama ibuku" Jawab Imarin berbohong.
"Owchh, Udah selesai kan Ibunya ngomong sama Kak sepupunya adek?" Tanya Kak Rey.
"Sudah selesai kak" Jawab Imarin berbohong.
" Owchh ya dek, bisa keluar gak entar malam kita makan-makan di alun-alun, ajak ajha juga temannya adek itu biar dipercaya sama ibunya" Kata Kak Rey mengajak Imarin keluar.
"Emm, gimana ya kak ntar deh saya lihat dulu gimana-gimanya ntar saya kabarin kak" Jawab Imarin.
"Ok, baiklah kalau gitu dek kak tunggu kabarnya ya!"Jawab Kak Rey.
"Ya kak"
"Ya udah dulu deh dek, Kak mau lanjutin kerja dulu nih" Kata Kak Rey Menyudahi pembicaraan karna mau melanjutkan kerjaannya.
"Ya dah kak, bye bye" Sahut Imarin.
Imarin mulai berpikir bagaimana caranya meminta izin ke orang tuanya agar diberi izin untuk keluar ntar malam. Dan satu-satunya alasan yang bisa dia gunakan adalah ya keluar untuk mengerjakan tugas sekolah
Yang mana kebetulan dia ada tugas sekolah dari gurunya yang menyuruhnya untuk ke internet mencari cerita dongeng. Ya meskipun waktu pengumpulannya masih beberapa hari lagi sih.
****
Malampun tiba, Selesai shalat Isya Imarinpun siap-siap untuk pergi menemui Kak Rey yang mana sebelumnya dia sudah mengchat Kak Rey kalau dirinya bisa ketemu malam ini.
Selesai siap-siap Imarin pun pamit ke Ibunya, lalu mengeluarkan motor kemudian memanaskannya.
Setelah beberapa menit motornya pun udah panas, dan Imarin pun berangkat untuk menjemput Vhirawaty sahabatnya untuk menemaninya ketemuan dengan Kak Rey.
***
Sesampai dirumah Vhirawaty, Imarin pun mengchat Vhirawaty sahabatnya kalau dirinya sudah berada didepan rumah sahabatnya itu.
Beberapa menit setelah di chat vhirawaty pun keluar dengan dandanannya yang sangat cocok dengan muka nya dia dengan pakaiannya yang super ketat sehingga menampakkan body nya yang lumayan kurus.
"Hey, ayok jalan" Sapa Vhirawaty.
" Eitss, ku pikir kamu belum naik gak ada rasnaya sih" Sahut Imarin ngeledek sahabatnya itu.
"Kamu nih ya senengnya ngeledek teman mu yang kekurangan gizi ini" Jawab Imarin.
"Hahaha udah-udah ayok kita jalan" Sahut Imarin sambil memutarbalik motornya.
"Ya ya, jangan ngebut-ngebut kamu ya" Jawab Vhira.
"Baik-baik bu bos vhirawaty yang syantiknya MasyaAllah" Jawab Imarin menggombalin sahabat karibnya itu.
"Aitzz, bisa ajha kamu nih ya im" Sambil menepok jidatnya karna mendengar kata-kata sahabatnya yang selalu saja ada jawabannya.
"Hemm,, btw malam ini kamu tidak meninggalkanku lagi kan seperti malam sebelumnya?" Tanya Imarin ke sahabatnya itu.
__ADS_1