
"Ngapain cewek itu ditempat gelap itu ya?" Tanya Rangga dalam batinnya sambil geleng-geleng kepala lalu kembali ketempat duduknya lagi.
"Kenapa loe?" Tanya Sofyan yang melihat muka sahabatnya itu kebingungan.
"Tadi pas gue ke WC. Ada cewek yang berdiri tak jauh dari tempat WC seperti memperhatikan gue gitu tau, tapi wajahnya tuh seperti tidak asing" Ucap Rangga menjelaskan ke Sofyan.
"Emang siapa cewek itu, Rang?" Tanya Sofyan penasaran
"Entahlah soalnya mukanya ngga keliatan jelas"Jawab Rangga.
"Nah tuh dia ceweknya, yang berjalan disana tuh" Tunjuk Rangga melihat Vhira yang sedang berjalan menuju kursi tempatnya duduk yang berada disamping Imarin.
Rangga pun memperhatikan Vhira sampai dengan tempat duduknya. Dan dia melihat Imarin berada disamping cewek yang dia liat berada dikegelapan itu.
"Sof, cewek itu sepertinya temannya Imarin" Ucap Rangga heran.
"Ye itu mah, Vhira. Sahabatnya Imarin" Sahut Sofyan
"Berarti yang loe liat dikegelapan itu adalah Vhira sahabat dekatnya Imarin, Rang" Jelas Sofyan.
"Setahuku sahabatnya Imarin hanya Dania" Ucap Rangga.
"Ye loe salah. Imarin tuh punya genk tau dan jumlahnya ada 7 orang. Tapi yang paling dekat sama dia sih Vhira sama Dania" Jelas Sofyan memberitahu Rangga.
"Makanya Rang, jangan hanya perhatiin Imarin terus mpe gak tau yang orang-orang yang ada disekolah dulu" Ledek Sofyan ke sahabatnya itu.
"Nah tuh si Vhira sama Imarin ternyata" Tunjuk Sofyan
"Eh jangan nunjuk gitu loe, ntar ketahuan" titah Rangga.
"Ye gak apa-apa lah. Kan bisa gue deketin terus" Sahut Sofyan asal.
"Ingat-ingat Wala takrabuzzina loe" Ucap Rangga mengingatkan Sofyan.
"Ya ya gak mandang lagi pak ustad, awas ajha ya ente juga mandang Imarin sampai mata ente mau copot" ancam Sofyan kesahabatnya itu yang sempat tergila-gila sama Imarin sampai dia memutuskan pindah sekolah hanya untuk menjauhi Imarin.
Tapi kenyataannya meskipun dia udah pindah ke pondok disetiap kesempatan dia selalu bertemu dengan Imarin. Yang membuatnya gagal untuk melupakan Imarin.
Dia hanya bisa memendam cintanya dalam diam tanpa harus mengungkapkannya ke Imarin.
__ADS_1
Dan setiap ada Imarin jantungnya selalu berdetak kencang tak beraturan.
*****
Beberapa saat kemudian, tibalah saatnya pengumuman juara Lomba Tilawatil Qur'annya. Para peserta lomba pun tegang menantikan sang juara disebut oleh Mc.
"Para hadirin semua, inilah saat-saat yang kita tunggu bersama yaitu pengumuman pemenang lomba Tilawatil Qur'an tingkat kecamatan adalahh...." Ucap MC nya membuat para hadirin beserta peserta lomba penasaran siapa yang menjadi juara.
"Emm, penasaran nih ya?" Tanya MC nya.
"Juara 3 diraih oleh ... Anastasya Faradisya, berikan tepuk tangan untuk Anastasya Faradisya" Titah Mc nya kepada para penonton yang hadir.
Anastasya Faradisya pun naik keatas panggung dengan muka penuh kebahagiaan karna berhasil mendapatkan juara 3 meskipun dia tidak berhasil mendapat juara 1.
"Juara ke 2 diraih oleh...... Rangga Pratama Diningrat" Ucap Mc nya menyebutkan para juara lomba.
" Wish Rangga gue juara 2, Im" Ucap Vhira bahagia dan bertepuk tangan dengan hebohnya.
"Wishhh seneng nih ye fansnya" Sahut Imarin
"Emang Ranggaku tuh the best deh" Ucap Vhira memuji Rangga.
"Ya begitulah kalau dimata orang yang suka. Tapi kalau dimata orang yang tidak suka gimanapun baikya akan tetap terlihat jelek" Ucap Imarin memberitahu sahabatnya itu.
"Ngomong-ngomong gimana kelanjutan hubungan loe dengan Kak Rey?" Tanya Vhira.
"Kan loe tau sendiri kalau gue belum jawab apa-apa ke Kak Rey ketemu lagi ajha gak pernah semenjak saat itu" Jawab Imarin.
"Emang loe gak cinta sama Kak Rey, Im" Tanya Vhira.
"Kan gue udah kasih tau loe, kalau gue tidak ingin persahabatan 7 serangkai kita rusak hanya gara-gara cowok" Ucap Imarin menjelaskan alasannya.
"Yah setidaknya loe jawab lah ke Kak Rey tuh, Im. Kalau loe tidak mau menjadi pacarnya, biar Kak Rey tidak berharap lagi" Titah Vhira kepada Imarin.
"Ya akan segera aku jawab. Tapi tunggu ada waktu dulu buat ketemu dengan Kak Rey nya. Lagian dia juga tidak pernah menagih jawabanku lagi semenjak hari itu" Ucap Imarin.
"Mungkin dia malu menagih jawaban loe. Karna kan saat dia telpon kamu Ibumu kena musibah" Sahut Vhira.
"Benar Juga sih kata loe" Ucap Imarin membenarkan kata sahabatnya itu.
__ADS_1
"Eh liat tuh siapa yang maju keatas panggung" Senggol Imarin ke Vhira saat melihat Rangga naik keatas panggung.
"Pujaan hatiku ganteng banget sih" Ucap Vhira senyam-senyum.
"Eh Vhir. Mending loe minta foto deh sama dia" Saran Imarin ke Vhira agar sahabatnya itu bisa dekat dengan pujaan hatinya dan punya kenang-kenangan bersama dengan dengan Rangga.
"Wahh, Bagus juga saran loe, Im. Tunggu dia turun dari tangga deh kita hampiri dia buat foto bareng" Ucap Vhira mengajak Imarin.
"Loe ajha deh gue gak ikut" Jawab Imarin.
"Temenin gue lah, Im. Gue malu kalau sendirian" Rengek Vhira agar sahabatnya itu mau menemaninya.
"Ya ya ntar gue temenin loe" Jawab Vhira sambil mencubit pipi sahabatnya itu saking geramnya dengan tingkah sahabatnya itu.
"ngomong-ngomong siapa juara 1 nya, Im? Kok belum disebutin?" Tanya Vhira tersadar kalau juara 1 nya belum juga disebutkan oleh Mc nya.
"Ngga tau deh. Mungkin mau membuat kita penasaran dulu" Ucap Imarin
"Emmm, senengnya tuh Mc bikin orang penasaran. Kenapa bukan babangku saja sih yang juara 1 nya" Ucap Vhira menginginkan Rangga menjadi Juara 1 nya tapi nyatanya Rangga hanya mendapatkan juara 2.
Mc pun melanjutkan pengumumam juara 1 Lomba *Tilawatil Qur'annya.
"Baiklah teman-teman semua, inilah dia juara 1 Lomba Tilawatil Qur'annya adalah...." Mc menghentikan perkataannya untuk membuat orang-orang semakin penasaran.
"Yusuf Al-Jaber, berikan tepuk tangan yang meriah kepada sang juara Tilawatil Qur'an kita yang berparas ganteng dan rupawan" Ucap Mc nya menyebutkan nama pemenag Lomba Tilawatil Qur'annya*.
*****
***Ponsel Imarin pun tiba-tiba berdering setelah pengumuman juara 1 nya disebutkan.
Imarin pun melihat sebuah nama diponselnya yaitu Sukron.
Sukron adalah bisa dibilang cinta pertamanya Imarin. Karna saat itu Imarin sempat menanti-nantikan telpon dari Sukron.
Berhubung suasananya ramai, Imarin pun membiarkan ponselnya berdering terus-terusan. Karna kalaupun dia mengangkat telponnya percuma. Soalnya suara tidak akan kedengaran saking ributnya orang-orang disana menyaksikan sang juara lomba.
Semua orang disana terpesona dengan dua pria yang menjadi juara yang mana keduanya ganteng. Sedangkan para pria terpesona melihat Anastasya Faradisya yang mempunyai suara merdu dan berwajah anggun sekali yang membuat mata sejuk dalam memandangnya***.
*Hello Readerss...
__ADS_1
Dukung trus karyaku ya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya beri vote, like and coment.
Pada Bab 40 InsyaAllah author akan menampilkan Visual Imarin dan Dania.