
"Kata Kak Reyhan si Erika telpon dia terus-terusan setiap malam sampe Kak Reyhan nya risih karna ditelpon sama Erika terus-terusan" Sambung Imarin.
"Erika kok sampai segitu sukanya sih sama Kak Reyhan?" Tanya Afiqa.
"Ya mana gue tau, tanya ajha sana ke Erika nya kenapa dia suka sama Kak Reyhan" Jawab Imarin.
"Emm terus perasaan loe ke Kak Reyhan gimana, Im?" Tanya Vhira
"Bukannya Kak Rey udah nyatain perasaan ke loe?" Lanjut Vhira bertanya.
"Emm, ntahlah Vhir. Sampai sekarang aku bingung dengan perasaanku ini" Jawab Imarin
"Jangan menggantung anak orang terus kamu, Im. Segeralah kasih jawaban ke Kak Rey" Ucap Vhira
"Ya betul tuh kata, Vhira" Sahut Ranita.
"Jangan paksakan Imarin untuk menjawab sesuatu yang belum dia tau jawabannya" Ucap Risma membela Imarin.
"Gimana ya teman-teman, sebenarnya gue ada rasa sih sama Kak Rey. Tapi... gue juga gak tega nyakitin hatinya Erika yang sudah lama suka sama Kak Reyhan" Ucap Imarin.
"Aku tidak ingin persahabatanku dengan Erika hancur hanya gara-gara memperebutkan laki-laki" Lanjut Imarin.
"Tapi kan, Im. Kak Reyhan gak suka sama Erika. Kak Reyhan kan sukanya sama loe" Sahut Ranita.
"Ya sih, Ran. Tapi mengikhlaskannya untuk menjaga persahabatan kita kurasa itu lebih baik, aku tidak mau persahabatan yang lama kita bina ini hancur dalam sekejap hanya karna hadirnya laki-laki itu" Ucap Imarin menimpali apa yang dikatakan oleh Ranita.
"Mana baiknya menurut loe ajha lah, Im" Jawab Dania.
"Lah loe kemana pujaan hati loe itu?" Tanya Risma ke Dania. Yang mana sahabatnya yang biasanya bucin itu tiba-tiba tidak bersama dengan kekasihnya.
"Tidak usah bahas dia. Mut gue ilang kalau namanya disebut" Ucap Dania jengkel.
"hahaha aduhh aduhh .. ada yang lagi patah hati nih" Ejek Risma.
"Diam loe, Ris. Gue tabok loe ntar pake ini" Kesal Dania ke sahabatnya itu yang mengejeknya sehingga membuatnya jengkel.
"Aitsss, jangan gitu lah. Cari yang baru ajha, Andi tuh tak baik buat loe" Ucap Risma lagi yang membuat Dania semakin jengkel sama sahabatnya yang satu itu.
"Wahhh, ada Dukun Peramal nyatanya disini?" Ejek Dania ke sahabatnya itu.
__ADS_1
"Ya gue jadi peramal semenjak loe tiba-tiba jadian sama Si Andi yang bre...." Risma menutup mulutnya dia tidak ingin meneruskan kata-katanya.
"Apa loe bilang?" Tanya Dania.
"Gak bilang apa-apa, ayok kita pulang tinghal kita ajha nih yang masih disekolah" Ucap Risma mengalihkan pembicaraanya.
Karna hari sudah mau sore, merekapun balik kerumah masing-masing. Dijalan Dania berpapasan dengan Andi. Tapi Dania cuek saja karna apa yang dilakukan Andi bersama gadis itu dirumahnya membuatnya sakit hati.
Andi sendiri melihat pujaan hatinya lewat dia menyapanya.
"Sayang, aku datang nih menjemputmu?" Ucap Andi.
Dania pun enggan mau menengok ke arah Andi. Karna dia masih kesel karna melihat Andi duduk bersama wanita cantik dirumahnya. Yang mana Andi merangkul cewek itu dengan tangannya.
Karna Dania enggan mau menengok ke arahnya. Andi pun menarik tangan Dania hingga Dania merasa kesakitan karna ditarik seperti itu.
"Apa-apaan sih loe?" Tanya Dania kesel
"Loe yang apa-apaan, Dania? Loe gue sapa malah mengabaikanku?" Bentak Andi.
"Loe pikir ajha sendiri" Sahut Dania memalingkan mukanya dari Andi.
"Gue punya salah apa ke loe? ngomong baik-baik caranya. Jangan diam gini gue tidak tau kesalahan gue apa" Ucap Andi sambil memegang muka Dania. Tetapi Dania menepis tangan Andi saat Andi memegang mukanya.
"Maksud loe apa? gue tidak pernah merangkul cewek selama pacaran dengan loe" Ucap Andi menjelaskan.
"Gue bukan Andi yang dulu loe kenal suka main cewek" Lanjut Andi meneruskan omongannya.
"Busyeettt, dasar laki-laki buaya darat. pandainya berkilah" Sahut Dania dengan kesal.
Melihat Dania yang terus-terusan kesal. Andi pun melirik ke sekeliling sekolah. Dan melihat suasana disekolahnya itu sudah sepi. Dia pun memeluk paksa Dania yang masih kesel
Dania pun berontak karna dia tidak ingin dipeluk oleh Andi. Tapi semakin dia berontak Andi semakin mengeratkan pelukannya.
"Jangan marah gitu sayang. Aku sayang banget sama loe" Ucap Andi sambil terus memeluk Dania. Dia tidak ingin melepaskan Dania meski Dania terus-terusan berontak.
"Katakan apa yang membuatmu kesel dan tidak mau bertemu denganku meski kuajak untuk ketemuan?" Tanya Andi ke Dania yang menepuk-nepuk dada bidangnya itu.
"Gue benci loe, Andi. Loe penghianat" Ucap Dania
__ADS_1
Mendengar ucapan Dania yang seperti itu, Andi pun membungkam mulut Dania dengan mencium bibir Dania.
Dania pun terdiam diperlakukan seperti itu sama Andi. Dia tidak berontak lagi. Karna dia takut Andi bakal berbuat nekad terhadapnya.
"Ayok gue antarkan loe pulang" Ajak Andi sambil memegang tangan mungil Dania.
"Tidak mau. Gue pulang jalan kaki saja" Sahut Dania masih merajuk.
"Loe mau gue embat disini?" Tanya Andi menakut-nakutin Dania.
"Ya ya ayok pulang" Jawab Dania menerima ajakan Andi.
"Takut juga loe ternyata" Ejek Andi.
"Diam loe. Cowok tukang selingkuh" Ketus Dania.
Daniapun naik keatas motor Andi. Andi pun melajukan motornya menuju kerumah Dania. Dijalan Andi menyuruh Dania untuk memeluknya tetapi Dania tidak mau karna dia masih kesel mengingat kejadian Andi sedang bersama dengan wanita lain dirumahnya saat itu.
Karna Dania tak mendengarkan apa yang dikatakan Andi. Andi pun menarik paksa tangan Dania agar berpegangan dipinggangnya.
Dania pun kesel karna diperlakukan seperti itu oleh Andi.
"Gue turun ajha" Ucap Dania sambil menarik-narik baju Andi.
"Jangan gitu sayang, ntar kita jatuh loh" Ucap Andi memperingati Dania.
"Gue tidak peduli. Turunin gue disini cepat atau gak gue loncat" Ucap Dania menggertak Andi.
Andipun memberhentikan laju motornya. Dan Dania pun turun dari motor Andi. Kemudian Dania berjalan meninggalkan Andi. Andi pun meninggalkan motornya disitu dan menarik tangan Dania kembali.
"Lepasin tangan gue, atau gak gue teriak" Ucap Dania emosi.
"Sabar sayang. Aku tidak mengerti kenapa sikapmu berubah drastis begini dalam sekejap" Ucap Andi heran melihat pujaan hatinya marah-marah tidak jelas padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun. Bahkan semenjak berpacaran dengan Dania. Andi tidak pernah dekat dengan cewek lain.
Tapi kenapa Dania bisa semarah itu padanya. Dia berkali-kali bertanya tapi tak mau digubris oleh Dania. Kalaupun Dania menjawab itu seakan teka-teki bagi Andi. Yang harus dia temukan jawabannya sendiri.
"Sayang aku sangat mencintaimu, bahkan semenjak berpacarah denganmu. Aku tidak pernah dekat dengan cewek manapun lagi" Ucap Andi.
"Terserah loe" Jawab Dania Ketus.
__ADS_1
Melihat jawaban Dania yang seperti itu Andipun merasa jengkel. Dan ingin....
Selamat membacaa...