Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Siapakah Laki-Laki Itu?


__ADS_3

"Syukurlah kalau adek mu kasih uang nak" Ucap mama nya Imarin sambil mengusap kepala anak nya.


"Ya mah, InsyaAllah rezki kita akan selalu cukup selagi kita bersyukur mah" Jawab Imarin sambil memegang tangan mama nya.


*****


Di tempat lain, laki-laki yang tadi yang hampir menabrak Imarin tersebut sedang berdoa agar di perkuat iman nya untuk menahan hawa nafsu nya agar selalu taat dijalan Allah Swt.


Agar kuat menjaga pandangan nya di saat sedang berpapasan dengan wanita pujian hati nya, yang saat ini dia belum bisa untuk menghalalkan nya. Karna masih sama-sama sedang menempuh jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas.


"MasyaAllah betapa cantik nya ciftaan Mu ya Allah" Ucap laki-laki itu setelah berdoa.


Dan disaat laki-laki itu mengucapkan hal itu tanpa sengaja sahabatnya yang baru datang untuk melaksanakan shalat mendengar nya.


"Siapa wanita yg telah membuat sobat ku nih tak bisa menjaga pandangan?" Tanya teman nya ke laki-laki tersebut.


Sontak laki-laki itu pun kaget, saat mendengar suara teman nya yang tiba-tiba bertanya.


"Maksud pertanyaan antum apa?" Tanya nya polos tak mengerti apa yang diucapkan sahabatnya.


"Tidak usah disembunyikan gitu, ana dengar tadi antum ngomong betapa cantik nya ciftaan Mu ya Allah" Ucap teman nya laki-laki tersebut.


"Astagfirullah, jadi antum mendengar apa yang saya ucapkan tadi?" Tanya nya ke sahabatnya tersebut.


" Afwan ana tidak sengaja mendengar nya tadi Sob" Jawab sobat nya tersebut sambil tersenyum.


"Gimana-gimana, siapa gerangan gadis yang telah membuat antum tak bisa menjaga pandangan itu?" Tanya teman nya laki-laki tersebut yang bernama Sofyan.


Laki-laki itupun terdiam sejenak dia bingung harus menjawab apa. Karna bagi nya itu adalah privasi, tetapi dia tak sengaja berucap demikian tadi. Hingga di dengar oleh sahabatnya itu.


Laki-laki itu pun berpikir sejenak untuk menyiapkan jawaban terbaik untuk sahabatnya itu.


"Gimana ya yan, ana takut kalau ngasih tau antum karna dia belum halal untuk ku" Jawab laki-laki itu dengan nada tertahan.

__ADS_1


" Tenang ajha sob, InsyaAllah rahasia antum aman di ana" Ucap Sofyan meyakinkan sahabat nya itu.


"Yan, mencintai lawan jenis itu kan halal asal jangan berlebihan dan tidak mengumbar nya. Tapi ana takut Yan cinta ana ke dia lebih besar ketimbang cinta ana ke pencifta yaitu Allah Swt."


"Ana ingin menghalalkan dia, tapi ana dan dia masih sama-sama sekolah dan ana juga belum mampu untuk menafkahi dia jika ana mempersunting dia pada saat ini" Ucap laki-laki tersebut menjelaskan masalahnya.


"Sob, Jodoh itu sudah tertulis di lauhil mahfudz jauh sebelum kita di ciftakan, Jadi tidak ada yang perlu antum khawatirkan. Jika wanita itu ditakdirkan berjodoh dengan mu, InsyaAllah Allah akan permudah jalan antum untuk mempersuntingnya" Ucap sofyan berusaha menenangkan sahabatnya yang sedang bingung itu.


"Yang menjadi permasalahan nya adalah ana ketika bertemu dengan dia suka tidak bisa menjaga pandangan, ana takut zina mata Yan" Jawab laki-laki tersebut.


"Jika antum khawatir akan zina mata terus-terusan karna suka melirik ke perempuan yanh antum suka itu, sebaiknya antum usahakan agar tidak ketemu dengan dia" Ucap Sofyan memberi saran kepada sahabatnya itu agar bisa menjaga pandangan nya.


"Bagaimana cara nya agar ana tidak ketemu dia, sedangkan ana dan dia satu tempat sekolah dan jarak kelas ana dan dia tidak terlalu jauh" Jawab laki-laki tersebut dengan muka lesu.


Pada Akhirnya laki-laki itu memutuskan untuk pindah sekolah agar tidak bertemu dengan Imarin lagi.


Laki-laki tersebut memutuskan untuk kembali ke pondok nya yang lama lagi.


Yang mana laki-laki tersebut adalah anak seorang pemilik pesantren ternama di kawasan tersebut.


*****


Dirumah sakit Imarin sibuk mengurus mama nya berdua dengan adek sepupu nya.


Yang mana adek nya tetap menunggu mama nya sedangkan Imarin mondar mandir kesana sini mengurus yang di suruh sama dokter.


Disaat Imarin sedang di ruang lab untuk mengambil hasil pemeriksaan darah mama nya untuk ke dua kali nya.


Dia bertemu dengan saudara pasien yang ada disebelah mama nya dirawat.


Imarin pun berbincang dengan saudara perempuan yang sedang dirawat disebelah mama nya itu.


Yang mana pada saat itu, perempuan itu pun sedang menunggu hasil pemeriksaan darah adek nya.

__ADS_1


Lama berbincang saudara nya perempuan yang dirawat itu pun memberi tahu Imarin kalau adek nya menderita penyakit leukimia.


Yang mana adek nya akan segera di rujuk ke rumah sakit provinsi tetapi sebelum dirujuk dia diizinkan pulang ke rumah nya terlebih dahulu beberapa hari.


Adek nya dirujuk karna di rumah sakit tersebut tidak ada ahli atau alat yang memadai untuk penyakit nya itu.


Lama berbincang Imarin dan perempuan tersebut menerima hasil pemeriksaan sampel darah yang telah dilakukan. Kemudian mereka balik bersama menuju ruangan yang sama.


Karna kebetulan ruangan tempat mama Imarin di rawat sama dengan tempat ruangan adek nya dirawat hanya dibatasi sekat gorden rumah sakit saja.


Sesampai di lantai atas sebelum masuk ke ruangan mereka menyerahkan hasil lab tersebut ke suster. Setelah itu baru menuju ruangan rawat inap nomor 3.


*****


Disisi lain laki-laki tersebut masih berpikir kelas yang mana hati nya rasa nya tak sanggup untuk jauh dengan wanita pujaan hati nya tersebut.


Tetapi untuk kebaikan nya dan juga menjaga marwah wanita yang dicintai nya. Dia memutuskan untuk kembali ke pondok untuk menimba ilmu kembali disana.


" Pada saatnya nanti, aku akan datang untuk mengkhitbah mu semoga disaat itu tiba kamu belum ada yang punya" ucapnya dalam batin nya.


"Astagfirullah, apa yang ana perbuat?" Ucap laki-laki itu bertanya dalam batin nya.


"Pokok nya ana harus segera mengurus suray pindah ana, agar ana tidak bertemu dengan dia lagi Yan" Ucap nya memberi tahu sahabatnya itu.


"Emmm, ana sih mana yang terbaik menurut antum ajha" Jawab Sofyan.


" Inilah jalan terbaik nya Yan, yaitu ana harus balik ke pondok lagi" Ucap laki-laki tersebut sambil menunduk.


"Jika itu yang terbaik menurut antum lakukanlah, semoga antum betah di pondok dan tidak lagi memutuskan untuk kembali kesini lagi" Ucap Sofyan sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.


"Semoga antum diberi kemudahan dalam menimba ilmu nya" lanjut Sofyan memberikan doa untuk kebaikan sahabatnya itu.


*****

__ADS_1


Imarin sendiri sibuk dengan 3 pria yang mendekati nya tanpa pernah berpikir bahwa ada laki-laki lain yang berusaha keras untuk menjaga pandangan nya untuk tidak melirik nya.


Hello Readers, Penasaran dengan siapa laki-laki tersebut yang diam-diam menaruh hati juga ke Imarin. Nantikan jawabannya di episode-episode berikutnya ya.


__ADS_2