Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Mengurus Surat Pindah


__ADS_3

Tapi Imarin tidak pernah menyadari hal itu, karna laki-laki tersebut tidak pernah menunjukkan rasa suka nya kepada Imarin.


Laki-laki itu terlalu sibuk menata hati nya agar tidak terlalu mencintai Imarin, yang hal itu bisa saja membuatnya lalai atas larangan Allah Swt.


Hingga pada akhirnya laki-laki itu mengurus surat pindah nya, Imarin tak pernah menyadari itu. Karna Imarin hanya sekedar kenal saja dengan laki-laki itu tanpa ada menaruh hati pada laki-laki tersebut.


Jadi dia tidak akan peduli laki-laki tersebut mau pindah atau tidak. Padahal diri nya lah yang menyebabkan laki-laki itu pindah.


*****


Setelah beberapa hari tidak ada kabar dari Imarin, Dania pun menghubungi Imarin tetapi hp nya Imarin tidak aktif.


Akhirnya Dania menuju ke rumah nya Imarin untuk melihat apakah Imarin sudah balik rumaj atau belum.


Disaat sampai di rumah Imarin, Dania melihat ada bapak nya Imarin disana.


Dania pun bertanya kepada papa nya Imarin, kemana Imarin beberapa hari kenapa tidak pernah ada di rumah.


Papa nya Imarin pun memberitahu kalau Imatin sedang menunggu mama nya di rumah sakit karna mama nya habis dipatok ular.


"Astagfirullah" Ucap Imarin kaget mendengarnya


Dia tidak menyangka kalau ketidakberadaan sahabatnya karna sedang menunggu mama nya yang di rawat di rumah sakit.


"Om, diruangan berapa mama nya Imarin di rawat?" Tanya Dania.


"Di ruangan 3 lantai atas nak" Jawab papa nya Imarin memberi tahu Dania.


"Terima kasih om info nya, saya permisi dulu" Ucap Dania berpamitan ke papa nya Imarin sambil salam ke papa nya Imarin.


"Sama-sama nak" balas papa nya Imarin.


*****


Beberapa saat kemudian Dania sudah sampai di rumah sakit, disaat dia mendengar kabar dari papa nya Imarin kalau mama nya Imarin di rawat di rumah sakit.


Dania langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk mama nya sahabat nya itu.


Dania langsung naik menuju lantai 2, Dia tau betul dimana ruangan yang papa nya Imarin maksud.

__ADS_1


Jadi Dania tidak perlu bertanya lagi untuk mengetahui dimana letak ruangan itu.


Karna dia sendiri sudah pernah di rawat di lantai atas, jadi dia tau ruangan-ruangan yang ada di lantai atas.


Dia pun langsung menuju ke ruangan 3, dan disana dia menemukan Imarin sedang berbincang bersama adek dan mama nya.


"Assalamu'alaikum " Ucap Dania sesampai nya di ruang mama nya Imarin di rawat.


"Wa'alaikumussalam" Jawab Imatin dan orang-orang yang ada disana.


"Ehh, Dania sini masuk" Imarin mempersilahkan Dania masuk sambil menghampiri sahabatnya yang berada dipintu lalu bersalaman lalu berpelukan melepas rindu pada pada sahabatnya itu.


Dania pun salaman ke mama nya Imarin dan adek nya Imarin.


"Tante, Gimana kabar nya?" Tanya Imarin kepada mama nya Imarin yang sedang duduk dan masih terlihat lemas dari muka nya yang udah keriput itu.


"Alhamdulillah mulai baikan nak, sudah tidak seperti pertama kali dibawa kesini" Jawab mama nya Imarin sambil menepuk manja pundak nya Dania.


"Imarin beberapa hari ini gak pergi sekolah karna sibuk nungguin saya di rumah sakit" Mama nya Imarin memberi penjelasan ke Dania tentang Imarin yang tidak masuk sekolah.


"Maaf tante saya baru datang sekarang karna saya tidak tahu kalau tante masuk rumah sakit, saya telpon Imarin buat nanya kabar nya tapi hp nya slalu tidak aktif" Ucap Dania sambil melirik Imarin.


Imarin pun menyenggol Dania, karna dia berkata seperti itu.


Padahal rumah sakit tersebut ada cokrol untuk mengecas hp. Dan Imarin pun membawa cas hp nya.


"Emm, Ima lupa cas hp nya ma" Jawab Imarin ragu.


Dania pun heran dengan tingkah sahabatnya itu, yang terlihat seakan sedang menyembunyikan sesuatu.


Dan Dania heran kenapa sahabatnya itu menyenggol nya tadi pas memberitahu ke mama nya kalau hp nya tidak aktif beberapa hari ini.


"Ima duduk di luar yuk bentar" Ajak Dania sambil menarik tangan sahabatnya itu.


"Boleh gak tante saya ajak Ima duduk dikursi depan sebentar?" Tanya Dania ke mama nya Imarin.


"Boleh, silahkan dah nak" Jawab mama nya Imarin memberi izin.


"Yuk Ima" ajak Dania sambil menarik tangam sahabatnya itu.

__ADS_1


Imarin pun bangkit dari tempat duduk nya dan mengikuti Dania keluar.


" Ada apa sih Dania, pake di ajak keluar segala?" Tanya Imarin.


"Sikap lu tuh aneh tau gak, kenapa kamu menyenggol tadi pas aku memberi tahu mama mu kalau hp mu gak aktif beberapa hari ini" Tanya Dania ke sahabatnya itu, sambil menatap lekat ke arah sahabatnya itu.


"Ya karna mama ku tidak tau kalau hp q gak aktif, aku mrnyenggol mu agar kamu gak mengatakan itu, karna pasti ntar mama ku bakal menyuruhku untuk aktifin hp" Ucap Imarin menjelaskan alasannya ke sahabatnya itu.


"Emang kenapa Ima, kalau kamu menyalakan hp" Tanya Dania bingung.


"Efek loe tau, kenapa loe ninggalin gue berdua sama cowok itu" Jawab Imarin dengan nada kesal.


" Hahaha emang kenapa dengan Doni, Ima" Tanya Dania heran.


"Seneng loh ya, liat temen menderita?" Tanya Imarin ke Dania.


"Ya mana mungkin gue kaya gitu, loh tuh sahabat baik gue tau, jadi kalau loe sedih gue pun sedih tau" Jawab Imarin memberi tahu sahabatnya sambil menggenggam tangan sahabatnya itu.


"Idichh, apa-apaan loe ini pake acara menggenggam tangam gue segala?" Tanya Imarin heran.


"Ye, ini tuh gue berusaha menguatkan loe tau, kalau gak mau ya udah" Ucap Dania melepaskan genggaman nya itu.


*****


Disisi lain Rey bingung, karna beberapa hari ini dia tidak mendapatkan kabar dari Imarin.


Dia menghubungi hp Imarin tapi slalu tidak aktif. Dia mau mencari ke rumah nya tapi dia tidak tau dimana letak rumah nya Imarin berada.


Rey pun akhirnya menghubungi Vhirawaty untuk menanyakan gimana kabar nya Imarin.


Telpon nya Rey pun di angkat oleh Vhirawaty.


"Assalamu'alaikum" Ucap Rey memberi salam.


"Wa'alaikumussalam, ada apa kak?" Tanya Vhirawaty to the point yang mana pada saat itu dia sedang sibuk mengerjakan Pr matematika nya.


" Kak ganggu ya dek?" Tanya Rey kembali.


"ngga kok kak, tapi heran ajha kenapa kak tiba-tiba menelpon ku" Jawab Vhirawaty masih heran.

__ADS_1


"Gini dek, beberapa hari ini kak hubungi Imarin tapi hp nya tidak aktif, kira-kira adek tau gak ya pengebab nya apa?" Tanya Rey penuh kebingungan dengan tidak ada kabar sama sekali dari Imarin beberapa hari ini.


Vhirawaty sendiri pun heran kenapa sahabatnya itu, beberapa hari ini tidak masuk sekolah.


__ADS_2