
Hello Readerss...
Jangan lupa supportnya ya untuk penulis yang masih pemula ini..
Salam hangat buat kalian semua..
Dan ingin mencium Dania lagi seperti yang dilakukannya di sekolah mereka yang sepi itu, Tapi untuk sekarang Andi menahan emosinya dan berkata yang baik-baik ke Dania agar Dania luluh.
Tapi Dania sendiri tetap berjalan meskipun motor yang dikendarai Andi sudah lumayan jauh tertinggal.
Akhirnya Andi pun putus asa untuk membujuk Dania yang keras kepala. Andi pun balik ke tempatnya berhenti tadi untuk mengambil motornya dan membiarkan Dania jalan.
Dania sendiri terus berjalan hingga tiba-tiba dia kesandung batu dan terjatuh. Andi yang mengejar Dania kembali memakai motornya pun turun untuk membantu Dania.
"Ayok naik sayang, kaki mu terkilir tuh" Ajak Andi ke Dania yang mukanya masih terlihat sangat kesal terhadapnya.
Dania diam saja tidak ingin menjawab Andi. Karna dia begitu kecewa sama Andi yang masih saja bermain wanita.
Meskipun Andi mengatakan kalau dirinya sudah tidak berpacaran dengan banyak wanita semenjak berpacaran dengannya. Tapi Dania tidak pernah percaya hal itu. Karna Dania lebih mempercayai penglihatannya.
Yang mana Dania melihat Andi merangkul seorang wanita dirumahnya disaat Dania berkunjung ke rumah Andi tanpa sepengetahuan Andi.
Semenjak saat itu Dania tidak pernah mau lagi bertemu dengan Andi. Karena Andi bagi Dania hanya seorang lelaki yang dia cintai tapi Andi tidak mencintainya dengan tulus.
Kalau Andi tulus mencintai dirinya, pasti Andi bakal meninggalkan hal-hal yang bisa menyakiti hati Dania. Tapi kenyataannya Andi masih suka melakukan hal yang bisa membuat hati Dania sakit melihatnya.
Karna itulah Dania memutuskan untuk menjauh dari Andi sebelum semuanya terlambat.
Andi sendiri tidak mengerti dengan perubahan sikap Dania yang tidak ingin melirik dirinya karna apa? Padahal kemaren hubungan mereka baik-baik saja.
Karna itulah Andi datang untuk menemui Dania disekolah karna ingin meminta penjelasan ke Dania mengenai sikapnya yang tiba-tiba berubah drastis.
Tapi disaat dia meminta penjelasan, bukannya penjelasan yang dia dapat tapi tanda tanya yang semakin banyak dan dia harus cek cok mulut dengan Dania yang kekeh tidak ingin memberitahu apa sebabnya dia menghindari dirinya.
*****
Setelah cek cok dengan Dania. Andi pun membantu Dania yang tidak bisa bangun karna kakinya terkilir untuk bangun meskipun Dania enggan untuk ditolong dirinya.
Andi menaikkan Dania ke atas mototnya dan mengantarkannya pulang sampai rumahnya.
Sesampai dirumah Dania. Andi pun membantu Dania turun dan memapahnya untuk masuk ke gerbang rumahnya.
__ADS_1
Muka Dania tetap terlihat jutek meskipun dirinya sudah ditolong oleh Andi. Kalau tidak ada Andi siapa yang bakal menolong dirinya sedangkan dia sendiri tidak terlalu bisa berjalan karna kalau kakinya jalan maka dia akan kesakitan.
"Assalamualaikum" Ucap Andi didepan rumah Dania.
"Wa'alaikumussalam" Jawab mamanya Dania.
"Loh kamu kenapa Dania?" Tanya Ibunya Dania
"Ndak kenapa-kenapa kok mah, cuman terkilir ajha dikit" Jawab Dania.
"Ayok bawa Dania masuk ke kamarnya, Nak" Titah Ibunya Dania ke Andi.
"Udah sampai sini ajha, aku bisa kok masuk sendiri ke kamar" Sahut Dania yang enggan untuk dibantu Andi lebih lama lagi.
"Lepasin gue, gue bisa masuk sendiri kok" Pinta Dania.
"Gue bantuin loe masuk. Udah nurut ajha kali ini ajha" Ucap Andi sambil menuntun Dania untuk masuk ke kamarnya.
Dania pun tidak berontak lagi. Karna kakinya yang terasa sakit. Dia dituntun Andi masuk ke kamarnya dan setelah itu Andi keluar meninggalkan Dania.
"Semoga kamu segera sembuh kalau kenapa-kenapa segera bawa ke dokter ya!" Pinta Andi ke Dania.
Dania hanya diam saja tanpa menjawab perkataan dari Andi. Karna didiemin terus Andi pun berpamitan ke Ibunya Dania.
Ibunya Dania pun masuk ke kamar Dania untuk melihat kondisi anaknya.
"Coba liat kakimu, nak" Ucap Ibunya Dania sambil membuka selimut yang menutupi kakinya Dania.
"Jangan di apa-apain, Bu" Sahut Dania.
"Ngga di apa-apain kok, ibu olesin minyak urut ajha biar cepat sembuh kakimu" Ucap Ibunya sambil mengoleskan minyak yang dibawanya.
"Ibu urut pelan-pelan ya, supaya urat-uratnya kembali normal" Lanjut Ibunya Dania.
"Ya mah. Tapi pelan-pelan ajha sakit soalnya" Jawab Dania.
"Ya pelan-pelan ajha, sepertinya kakimu keseleo nih. Makanya meski di urut biar cepat sembuh, Kalau gak ntar bengkak jadinya" Ungkap Ibunya Dania, sambil mengurut pelan kaki anaknya itu.
"Pelan-pelan Bu... Sakit tau" Teriak Dania kesakitan.
"Ya tahan ajha dikit. Daripada kamu sakitnya berkepanjangan" Ucap Ibunya Dania.
__ADS_1
"Kamu nih ya kecelakaan trus, kemaren keserempet lah. Sekarang malah keseleo kakimu" Ibunya Dania memberi nasehat ke anak gadisnya.
"Ya mau gimana lagi, Bu. Bukan kemauanku untuk kecelakaan gini" Jawab Dania.
"Ya hati-hati toh, nak. Kalau jalan pelan-pelan ajha. Terus kalau bawa motor ya agak pinggir ajha biar ndak keserempek kaya waktu itu lagi" Nasehat Ibunya Dania
"Ya ya Bu. Besok-besok Dania lebih hati-hati lagi deh" Ucap Dania mengiyakan nasehat Ibunya.
"Ya udah kakimu udah selesai ibu urut tuh, gimana rasanya?" Tanya Ibunya Dania.
"Wishh udah enakan kakiku sekarang, Bu" Jawab Dania sambil menggoyang-goyang kakinya.
*****
Ditempat lain Rangga sedang bersiap-siap untuk pergi mendengarkan pemenang lomba Tilawatil Qur'an yang dia ikuti.
Rangga ditemani Sofyan untuk menuju ke lokasi tersebut. Dalam perjalanan kedua sahabat itu tak henti-hentinya bershalawat. Hingga mereka tiba ditempat acara.
Tibanya ditempat acara Rangga dan Sofyan ke sebuah kursi yang posisinya berada dipojokan.
"Semoga ente menang ya, sob" Ucap Sofyan memberi dukungan ke sahabatnya itu.
"Aamiin. Menang kalah dalam lomba itu hal biasa. Kalau menang Alhamdulillah dan kalau kalah itu artinya Allah ingin kita berjuang lebih giat lagi" Jawab Rangga.
"Memang sahabatku yang satu ini the best deh" Puji Sofyan.
"Jangan terlalu memujiku, ntar aku sombong jadinya karna terlalu banyak di puji" Ucap Rangga
"Hemm, kalau begitu ente meski perkuat lagi iman ente" Ucap Sofyan
"InsyaAllah Sob" Jawab Sukron.
"Ngomong-ngomong kok acaranya belum mulai juga ya?" Tanya Sofyan
"Ntahlah mungkin kita yang kepagian datangnya nih?" Tanya Rangga balik.
"Gak mungkin lah. Kan kita datangnya sesuau jam di undangan itu" Jawab Sofyan menyanggah perkataan Rangga.
"Mungkin panitianya lagi briefing dibelakang" Ucap Rangga berusaha suudzan terhadap apa yang terjadi.
" Ya mungkin saja, kita tunggu sajalah lagian udah banyak juga orang yang datang" Sahut Sofyan.
__ADS_1
"Hemm,, banyak cewek cantik tuh!" Lirik Sofyan ke arah cewek-cewek cantik yang baru datang.
"Dijaga itu mata. Awas Zina mata ntar loh" Ucap Rangga menasehati sahabatnya.