
Anastasya Faradisya adalah seorang Qari yang mempunyai suara indah. Karna suaranya yang merdu dan indah, tak jarang para laki-laki ingin dekat dengannya. Tapi Anastasya Faradisya sendiri tak ingin dekat dengan laki-laki manapun karna dia akan memberikan cintanya sepenuhnya kepada suaminya kelak.
Kegiatan Anastasya Faradisya sendiri saat ini adalah mengajar anak-anak mengaji dikampungnya. Anak-anak yang diajar oleh Anastasya Faradisya sangat senang belajar bersama dengan dirinya.
Karna Anastasya mempunyai pribadi yang lembut dalam mengajar tetapi jika dalam mengajar ada anak-anak yang bermain maka dia akan mengeluarkan sifat tegasnya.
Begitulah sedikit biodata tentang Anastasya Faradisya juara 3 Lomba Tilawatil Qur'an tingkat Kecamatan.
*****
Setelah acara selesai dan semua orang bubar. Imarin menelpon Sukron kembali karna tadi dia tidak menjawab telpon dari Sukron karna suasana yang masih ribut penuh sorakan jadi dia tidak mungkin bisa mendengar suara Sukron kalau Imarin mengangkat telpon itu tadi.
Imarin pun menelpon balik Sukron. Dan dalam beberapa detik telpon tersambung Sukron langsung mengangkat telpon dari Imarin.
"Assalamualaikum, Kak" Ucap Imarin setelah telponnya diangkat.
"Wa'alaikumussalam, Dek" Jawab Sukron.
"Gimana kabarnya dek? lama tidak ada kabarnya? apa adek sudah lupa sama kakak?" Tanya Sukron penuh dengan pertanyaan yang dilontarkan kepada Imarin.
"Hmmmmmm, Alhamdulillah kabar baik kak, Kakak juga lama tidak ada kabarnya, kemana ajha kak?" Tanya Imarin balik ke Sukron.
"Kakak gak kemana-mana dirumah ajha mikirin adek" Gombal Sukron.
"Mikirin aku atau mikirin pacarnya?" Tanya Imarin becanda.
"Mikirin adeklah kan adek calon pacarnya kakak" Jawab Sukron asal yang membuat Imarin diatas angin karna disukai oleh dua pria sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
"Dek, kakak mau ngomong srius boleh?" Tanya Sukron dengan nada sriusnya.
"Boleh kak, mau ngomong apa kak?" Tanya Imarin keheranan karna biasanya Sukron hanya mengajaknya becanda tapi kali ini dia seakan-akan menunjukkan kalau dirinya benar-benar ingin mengomongkan sesuatu yang srius.
"Emmm, gimana ya cara ngomongnya?" Gumam Sukron dalam hatinya.
"Kak, masih bisa dengar suara saya kan?" Tanya Imarin yang tidak mendengar suara Sukron lagi.
"Ya masih dek" Jawab Sukron
"Katanya kakak mau ngomong srius, ayok donk ngomong kak, mau ngomongin apa sih keliatannya srius banget?" Tanya Imarin pwnuh penasaran.
"Kakak bingung cara ngomongnya gimana dek" Jawab Sukron.
__ADS_1
"Omongin ajha kak, Aku siap kok dengerin curhatannya kak" Ucap Imarin.
"Gini dek, sebenarnya kakak punya rasa sayang sama adek. Kakak merasa nyaman kalau ngobrol sama adek. Apa adek mau jadi pacarnya kakak?" Ucap Sukron mengungkapkan isi hatinya.
"Kakak tau kita memang belum ketemu dek, tapi entah kenapa rasa kakak ke adek tumbuh begitu saja seiring seringnya kita mengobrol" Lanjut Sukron melanjutkan perkataannya.
Imarin pun terdiam mendengar perkataannya Sukron. Karna sebenarnya dia merasakan hal yang sama tapi dia juga suka sama Rey. Imarin bingung dengan hatinya saat ini.
*****
Setelah sejenak berpikir Imarin pun memutuskan untuk menerima Sukron sebagai pacarnya. Karna kalau dia menerima Rey dia khawatir akan menghancurkan persahabatannya dengan Erika yang jelas-jelas Imarin tau kalau sahabatnya itu punya rasa ke Rey.
"Dek, gimana jawabannya adek terhadap rasa yang kakak ungkapkan?" Tanya Sukron setelah beberapa detik hening.
"Kakak mau aku jawab apa?" Tanya Imarin ke Sukron.
"Emm, siapa sih yang mau ditolak dek. Ya pastinya kakak mau kamu jawab ya" Jawab Sukron.
"Baiklah, aku terima kakak sebagai pacarku, Tapi kumohon kita saling percaya ya kak. Karna cinta kita jarak jauh" Ucap Imarin memberi pengertian ke Sukron.
"Ya dek. Kakak paham kita jauh tapi yang namanya mencintai kan tidak memandang jarak dek" Jawab Sukron penuh kebahagiaan karna cintanya diterima oleh Imarin setelah lama dia ingin mengatakannya.
"Pastinya dek, kakak sayang sama adek. Maka kakak akan menjaga rasa ini sampai ke pelaminan kelak dek" Jawab Sukron penuh cinta.
"Ya udah kak, nanti kita lanjut ngobrolnya lagi setelah aku sampai rumah" Ucap Imarin pamit karna kebetulan dia masih berada dilokasi acara Tilawatil Qur'an berdua dengan Vhira yang setia menunggunya selesai mengobrol dengan Sukron.
"Ya dah dek. Assalamualaikum hati-hati dijalan ya!" Ucap Sukron memberi perhatian ke Imarin.
"Wa'alaikumussalam, bye" Jawab Imarin.
"Akhirnya selesai juga kamu mengobrolnya, lelah diri ini jadi santapan nyamuk-nyamuk kelaparan tau" Ucap Vhira lega.
"Maaf-maaf sahabatku yang baik hati, ntar aku traktir makan bakso deh" Sahut Imarin meminta maaf ke sahabatnya itu karna sudah membuatnya lama menunggu.
"Wishhh ada yang lagi bahagia nih?" Tanya Vhira meledek.
"Ya aku emang lagi bahagia. Karna aku sudah menerima Kak Sukron menjadi pacarku" Jawab Imarin dengan penuh bahagia.
"Hah kamu menerima Sukron sebagai pacarmu?" Tanya Vhira kaget.
"Ya Vhir. Aku memutuskan untuk menerima Sukron saja dan menolak Rey supaya persahabatanku dan Erika tidak hancur" Jelas Imarin.
__ADS_1
"Terus kapan kamu mau memberi jawaban ke Kak Rey. Dia sudah lama menunggumu nyatanya sia-sia karna kamu akan menolak dia" Ucap Vhira gak habis pikir dengan jalan pemikiran sahabatnya yang satu ini.
"Secepatnya Vhir. InsyaAllah besok malam lah, aku akan mengajak Kak Rey ketemu ditempat biasa kita ketemu" Ucap Imarin yakin dengan keputusannya untuk menerima Sukron sebagai pacarnya dan melepaskan Rey untuk Erika sahabatnya yang sudah lama menyukai Rey.
*****
Akhirnya mereka berdua pun sampai ditempat bakso langganan mereka.
"Pak pesan bakso uratnya ya dua mangkuk" Ucap Imarin
"Baik neng, minumnya apa neng?" Tanya Tukang Bakso.
"Juz jeruk ajha Pak" Jawab Imarin dan Vhira
Saat hendak duduk dibangku yang disediakan ditempat bakso, Vhira tak sengaja melihat Rahel disana bersama dengan keluarganya sedang menikmati bakso juga.
Rahel pun melihat mereka berdua dan datang menghampiri mereka yang baru saja duduk.
"Hey Vhir, Imarin. Kalian habis darimana?" Sapa Rahel.
" Habis liat Lomba Tilawatil Qur'an, Hel" Jawab Vhira.
"Gimana hasil lombanya?" Tanya Rahel antusias.
"Juara 1 nya sih aku gak kenal orangnya. Tapi kalau yang juara 2 aku kenal dan pasti kamu kenal juga" Ucap Vhira semangat.
"Emang siapa yang juara 2 nya, Vhir?" Tanya Rahel
"Itu loh si Rangga, siswa yang pindah sekolah tanpa kita tau sebabnya itu" Ucap Vhira menjelaskan yang juara 2.
"Owchhh, Si Rangga anak lulusan pondok itu kemudian dia balik ke pondoknya lagi" Sahut Rahel menambah kejelasannya.
"Ya betul banget, Hel" Jawab Vhira.
"Ya dah, Vhir. Orang tua gue udah mau balik tuh. Aku pamit duluan ya Vhir, Imarin" Ucap Rahel berpamitan lalu keluar ikut orang tuanya.
Hello Readerss..
Jangan lupa like, coment, favorit and vote ya!
Sampai jumpa diepisode berikutnya!
__ADS_1