
Rey tidak mau egois dengan memaksa Imarin untuk memberikan jawaban mengenai rasa nya. Apalagi situasi nya lagi tidak mendukung untuk mempertanyakan hal itu. Karna itu Rey menunggu sampai dengan kondisi nya sesuai baru dia akan mempertanyakan kejelasan hubungan mereka lagi.
Imarin sendiri bukan nya tidak ingat harus memberikan jawaban atas ungkapan rasa nya Rey. Tapi dia masih bingung harus menjawab apa agar Rey tidak kecewa terhadap dirinya dan tetap menjalin pertemanan dengan nya tanpa ada ikatan apapun.
Disaat Imarin lagi duduk termenung memikirkan harus menjawab apa ke Rey. Tiba-tiba ada telpon masuk dari nomor tidak dikenal.
Imarin pun mengangkat telpon nya karna dia berpikir siapa tau ada yang penting. Saat Imarin mengangkat nya terdengar suara laki-laki mengucapkan salam, Imarin pun menjawab salam laki-laki tersebut "Wa'alaikumussalam, kalau boleh tau siapa ya?" Tanya Imarin
"Masa gak kenal sih dek?" Tanya laki-laki itu balik.
"Emm, nomor baru nih maka nya saya gak kenal" Sahut Imarin
"Saya Doni loh, yang waktu itu anterin kamu pulang" Ucap nya ngingetin.
"Owchhh Kak Doni, ada apa kak?" Tanya Imarin dengan nada ketus.
"Emm, nda ada apa-apa sih. Ngomong-ngomong ganggu ya dek?" Tanya nya lagi.
"Ya nih. Soalnya aku lagi ngerjain Pr" Jawab Imarin.
"Walah, maaf deh ganggu dek. Ntar ajha deh kak nelpon nya lagi kalau udah gak sibuk" Ucap nya lalu mengakhiri panggilannya.
Setelah panggilan diakhiri, Imarin pun menggerutu "Ngapain sih cowok kurang ajar itu nelpon ?" ucapnya kesel.
Imarin sengaja bilang diri nya sibuk soalnya dia tidak ingin berbicara dengan Doni. Karna kesan pertama nya ketemu dengan Doni meninggalkan kesan yang buruk untuk Imarin.
Karna cowok itu baru pertama kenal saja sudah berani nyosor-nyosor apalagi ntar kalau udah jadi pacar bisa minta lebih dia.
Jadi karna itulah Imarin tidak ingin dekat-dekat dengan cowok itu. Karna bagi nya cowok seperti Doni tidak bisa menghargai perempuan.
*****
Ditempat lain laki-laki yang sholeh itu tengah sibuk dengan hafalan Al-Qur'an nya dan mengkaji beberapa kitab. Serta menambah hafalan hadits-hadits nya.
Dia pun sibuk berlatih tilawah karna sebentar lagi akan ada lomba tilawatil Qur'an tingkat kecamatan. Dan dia berniat untuk mengikuti nya.
__ADS_1
Ditengah kesibukannya dia pun perlahan mulai melupakan Imarin. Karna dia sibuk dengan hafalan nya dan berlatih tilawah.
Hingga tibalah saatnya lomba tilawah tingkat kecamatan nya di mulai. Dia pun mendaftarkan diri nya dan mendapatkan nomor urut 10 dari sekian banyak peserta yang mendaftar.
Dia sendiri meskipun anak seorang kyai. Dia tidak pernah menggunakan pangkat ayah nya yang bergelar kyai untuk bisa terkenal.
Dia lebih senang berusaha sendiri untuk menggapai cita-cita nya bukan karna orang tua nya yang terpandang.
Dan orang tua nya pun selalu mengajarkan pada nya agar slalu tawaddhu dalam segala hal. Karna itulah meskipun dia anak seorang Kyai besar tapi dia tidak pernah menunjukkan kalau diri nya adalah anak seorang Kyai.
Maka nya banyak dari teman-teman nya yang tidak mengetahui bahwa diri nya anak seorang Kyai terkenal yang dihormari oleh banyak orang. Bukan hanya santri ataupun guru-guru yang mengajar disana yang menghormati ayah nya tetapi dari banyak kalangan masyarakat juga hormat pada Kyai.
Dia sendiri pun sebenar nya banyak dikagumi oleh para santriwati di sana. Tapi tak satupun dari santriwati yang disana yang menarik perhatian nya seperti hal nya dia tertarik pada Imarin.
*****
Tibalah saat nya untuk nomor undi laki-laki tersebut dipanggil. Pembawa acara pun mulai memanggilnya.
"Peserta selanjutnya dengan nomor undi 10 atas nama Rangga Pratama Diningrat dipersilahkan untuk naik ke atas panggung membacakan Q.S Ali-Imran ayat 65-80"
"MasyaAllah calon ku naik ke atas panggung" Ucap salah satu cewek yang menonton acara tersebut.
"MasyaAllah kapan ya dia datang melamarku?" Ucap cewek yang lain nya lagi.
"Fabiayyi ala irabbikuma tukazziban (Nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustakan?)" Ucap cewek yang lain nya kagum lagi.
Saat Rangga akan memulai membacakan surat Ali Imran nya. Tiba-tiba salah seorang gadis berlari naik ke atas panggung hanya untuk meminta berfoto dengan nya.
Rangga pun yang tidak biasa seperti itu merasa risih diperlakukan seperti itu. Gadis itu pun disuruh turun oleh tim pengaman yang ada disana dan diberi peringatan atas tindakan yang dia lakukan itu.
Gadis itu pun merasa kesal karna dia belum sempat mengambil foto selfie dengan bagus bersama Rangga. Karna dia mengambil foto selfie nya sambil ditarik oleh petugas keamanan.
Jadi hasil foto nya menjadi burem wajah nya tak terlihat jelas. Gadis itu pun cemberut melihat hasil foto yang dia dapatkan tidak jelas muka nya.
Dia pun memotret Rangga dari jauh.
__ADS_1
"Kalau tidak bisa dapat foto berdua dengan nya setidak nya dapat foto dia lah" Ucap nya sambil memotret wajah Rangga yang sedang melantunkan ayat Al-Qur'an dengan merdu nya.
Sehingga membuat orang-orang disana kagum mendengar suara nya yang begitu merdu tersebut bagaikan Qari Internasional.
Rangga pun selesai membacakan ayat Al-Qur'an nya sesuai dengan yang disebutkan oleh pembawa acara nya.
"Berikan tepuk tangan yang meriah untuk peserta kita yang tampan dan juga bersuara emas yang sudah melantunkan Q.S Ali Imran dari 65-80 dengan begitu merdu nya dan membuat kita yang mendengarkan nya merasa nyaman" Ucap pembawa acara nya memberi pujian ke Rangga.
Rangga pun turun dari panggung dan sontak gadis yang tadi naik ke atas panggung mendekati nya yang baru saja turun dari panggung.
"Assalamualaikum kak" Ucap gadis itu yang kemungkinan usia nya masih 17 tahun.
"Wa'alaikumussalam" jawab Rangga.
"Kak, boleh minta foto nya gak?" Tanya gadis itu sambil mendekat ke Rangga.
"Afwan dek, mohon agak jauh kita bukan mahram" Ucap Rangga memberitahu gadis itu supaya tidak terus-terus an mepet ke dirinya.
"Owchh maaf kak" gadis itupun agak menjauh dari Rangga karna diperingati begitu oleh Rangga.
"Afwan ya, saya kesana dulu" Ucap Rangga pamit karna dia tidak ingin mengobrol lama-lama dengan gadis itu karna takut nya jadi fitnah.
Rangga pun meninggalkan gadis itu, tetapi gadis itu masih mengikuti nya.
"Ada apa lagi?? Kok masih mengikuti saya??" Tanya Rangga ke gadis tersebut.
"Kan saya belum dapat foto berdua sama kakak" Sahut gadis itu manja.
" Kan kakak sudah bilang tadi kita bukan mahram jadi nda baik foto berdua" Jawab Rangga mengenai ajakan gadis itu.
"Kalau gitu foto nya bertiga ajha sama teman nya kakak itu" Ucap gadis itu asal.
"Udahlah Ga ikutin ajha kemauan Dia daripada loe terus di ikutin hayoww" Ucap Sofyan menyuruh Rangga untuk mengikuti kemauan gadis itu.
Rangga pun mengiyakan ajakan gadis itu untuk berfoto bertiga.
__ADS_1