Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Perpisahan Sekolah


__ADS_3

Terkadang Imarin sendiri jengkel melihat sahabatnya yang seperti itu, tetapi disisi lain Imarin juga kasihan kalau melihat sahabatnya itu di omelin oleh guru.


Tapi Lania Pradiva sendiri terlalu masa bodoh dengan hal itu. Disaat Ujian Sekolah berlangsung Lania hanya bisa menatap lembar soal yang dibagikan dan mungkin hanya menjawabnya dengan modal menghitung kancing baju atau cap cip cup.


Selesai Ujian Lania Pradiva tidak pernah masuk sekolah lagi. Dan para sahabatnya pun heran kenapa dia tidak pernah masuk sekolah, bahkan saat acara perpisahan pun dia tidak hadir.


Disaat acara perpisahan berlangsung para sahabatnya yang lain mencarinya kesana sini.


"Vhir loe liat Lania gak?" Tanya Imarin


"ngga tuh, sejak selesai ujian dia tidak pernah menunjukkan batang hidungnya lagi, Im" Jawab Vhira.


"Walah kemana ya dia??" Tanya Imarin


"Ya mana gue tau, terakhir gue denger info sih dia kabur sama pacarnya, kita tunggu Afiqa deh kali ajha dia tau kan dia satu kampung sama Lania" Jawab Vhira.


Afiqa Mar'atus Fillah adalah sahabat Imarin yang terkenal pendiam. Dan dia satu kampung dengan Lania Pradiva. Bahkan mereka selalu berangkat bareng ke sekolah.


"Nah tuh sih Afiqa baru datang, ayok kita samperin dia" Ajak Vhira.


"Yuk Vhir kita samperin, masa sih Lania gak datang di acara perpisahan kita ini?" Ucap Imarin.


Imarin dan Vhira pun menyusul Afiqa ke parkiran yang mana Afiqa baru saja memarkirkan motornya.


"Fiqa.." Panggil Vhira


"Ya Vhir, ada apa?" Jawan Fiqa


"Eh loe kok datang sendiri Fiq, Si Lania mana?" Tanya Imarin.


"Kalian gak tau ya, kalau Lania tuh udah nikah dan sekarang sudah di rumah suaminya" Ucap Fiqa memberitahu.


"Hah udah nikah?? " Tanya Vhira kaget


"Sama siapa nikahnya Fiqa, sama pacarnya yang itu ya?" Tanya Imarin.


"Ya, Im. Dia tuh ilang beberapa hari, terus tiba-tiba ngasih kabar ke mama nya kalau dia mau nikah. Makanya deh dia dinikahkan jadinya. Karna sudah dibawa kabur duluan sama cowoknya" Jelas Afiqa.


Tiba-tiba Ranita Rania Untari dan Risma Aggraeni datang menghampiri mereka bertiga yang sedang asyik mengobrol.


"Woyy genkk, ngapain ajha diparkiran?" Tanya Risma Anggraeni heran.

__ADS_1


"Ya nih, kalian gak masuk bentar lagi acara mau dimulai tuh" Ucap Ranita Rania Untari.


"Kalian udah tau kabar belum tentang Lania?" Tanya Vhira ke dua sahabatnya yang baru datang itu.


"Ada apa dengan Lania, Dia hamil diluar nikah kah?" Tanya Risma.


"Walah suudzan ajha kamu nih, Ris" Jawab Vhira.


"Ya nih sih Ris, Suudzan ajha sama teman" Sahut Imarin.


"Bukan Suudzan, tapi gue nanya tau?" Jawab Risma ngeles.


"Alah kamu nih Ris, emang betul-betul pinter ngeles" Sahut Ranita.


"Ya benar sih Ris mah juara satu kalau soal ngeles dan mengalihkan pembicaraan" Sahut Afiqa membenarkan perkataan Ranita.


Risma Aggraeni pun tertawa terbahak-bahal mendengar ucapan teman-temannya. Karna memang benar adanya dirinya seperti ini. Apalagi kalau lagi berdebat dengan Vhirawaty pasti dia akan mengajak Vhirawaty berbicara diluar perdebatan kalau Vhirawaty sudah mulak naik nada bicaranya.


Vhirawaty sendiri gampang terpancing orangnya. Jadi dia akan ikut alur pembicaraan Risma meskipun awalnya dia pengen marah sama si Risma yang suka aneh kalau ngomong.


Setelah beberapa saat mereka mengobrol, Dania datang dengan memakai kebaya kuning dan jilbab coksu dan dia sangat terlihat cantik.


Cowok-cowok yang berada diparkiran pun menatapnya kagum. Dan mata para cowok-cowok yang berada diparkiran tertuju pada Dania.


"Heyy, Dia udah punya pacar tau" Sahut cowok yang satunya lagi.


"Siapa pacarnya?" tanya cowok yang pertama.


"Si Andi pacarnya, masa loe gak tau sih?" Sahut teman nya heran.


"Andi... Sejak kapan mereka pacaran??"Tanya cowok itu.


"Beberapa bulan yang lalu tau. Makanya datang sekolah jangan bolos terus biar tau info loe" Ledek temannya.


"Hemm setiap cewek cantik pasti Andi terus yang embat" Ucap cowok itu kesel.


"Wajarlah semua cewek tergila-gila sama Andi kan dia ganteng dan kaya" Ucap cowok yang lainnya.


"Ngomong-ngomong gue belum liat si Andi datang. Kemana ya dia?" Tanya cowok ke 2.


"Mana gue tau. Gue kan bukan siapa-siapanya" Sahut cowok yang pertama kesel.

__ADS_1


"Walah kenapa muka loe jadi ditekuk gitu?? Patah hati loe??" Tanya Cowok ke 2.


"Udahlah gue mau ke masuk ke acara dulu lah" Jawab cowok pertama, lalu beranjak pergi dari parkiran menuju ke kursi yang telah disediakan untuk para siswa.


*****


Ditempat lain Sukron pun sedang perpisahan disekolahnya. Sukron di dampingi oleh kedua orang tua nya yang turut hadir di acaranya itu.


Sukron memakai baju putih dibalut jaz warna hitam yang membuatnya semakin ganteng. Dan tekadang para cewek teman sekelasnya diam-diam menatapnya.


Meskipun Sukron gak pintar tapi dia terkenal baik hati dan suka menolong teman nya yang membutuhkan bantuannya.


Makanya terkadang para cewek yang ditolong olehnya baper karna kebaikannya itu. Tapi Sukron sendiri membantu mereka yang membutuhkan semata-mata hanya ingin membantu bukan karna ada niat lain.


Karna dihati Sukron sudah ada nama Imarin. Cewek yang beberapa bulan lalu dia kenal lewat telponan.


Dan dia sudah jatuh hati sama Imarin sejak pertama mendengar suara Imarin. Karna baginya suara Imarin suara terngiang ditelinga nya. Suara Imarin yang lembut dan sopan dalam bertutur kata membuatnya ingin bertemu dengan Imarin.


Tapi apalah daya dia dan Imarin beda pulau jadi agak susah untuk bisa bertemu dengan Imarin.


Sukron hanya bisa berharap suatu saat nanti dia bisa bertemu dengan Imarin disaat Imarin pulang ke kampung halamannya.


Disaat Sukron sedang memikirkan tentang Imarin tiba-tiba Irfanirwan datang menghampirinya.


"Woyy bro" Sapa Irfan


"Astagfirullah, Ngagetin ajha ente ini" Sahut Sukron.


"Lagian loe ngelamun mulu dimana-mana, padahal ini kan tempat rame sempat-sempatnya loe melamun" Ucap Irfan


"Ya juga yah. Lama-lama ana stresa menahan rindu yang tak terbalas ini" Ucap Sukron.


"Loe ngelamunin Si Imarin lagi ya?" Tanya Irfan


"Loe tau ajha. hehe" Jawab Sukron malu-malu.


"Emmm, nda ada orang lain apa yang loe meski lamunin??" Tanya Irfan.


"Ya mau gimana lagi suara nya selalu terngiang ditelingaku dan membuatku merindukan dia" Sahut Sukron.


"Ntar gue kenalin loe deh sama sepupu gue yang lainnya yang ada dikampungku, biar loe bisa lupain si Imarin" Ucap Irfan.

__ADS_1


"Emm, Bolehlah" Jawab Sukron lemas.


Beberapa lama berbincang, acara perpisahan pun sampai pada tahap pembagian hadiah bagi para juara.


__ADS_2