
"Walah pak ustad mulai ceramah nih?" ledek Kak wan.
"Ente sih ada-ada ajha pertanyaan nya" Jawab Kak sukron menghentikan omongannya.
"Ngomong-ngomong adek sepupu ente itu udah punya pacar belum wan sekarang?" Tanya Sukron ke Wan sepupu nya Imarin.
"Emm,, kurang tau juga sih Suk, kan ente yang sering ngmong sama dia kenapa gak nanya"
"Malu lah ana nanya Wan, takutnya dia dah punya patah hati donk gue" Jawab Kak sukron sambil menggaruk kepala nya meskipun tidak gatal.
*****
Tak terasa bel masuk kelas berbunyi "Tet tet tet" menandakan kalau waktu istirahat sudah selesai.
"Walah udah bel ajha, padahal baru ajha keluar main kita wan" Ucap Sukron dengan nada kelihatan kesel.
"Baru keluar loe bilang orang kuta dah duduk omongin Imarin sejak tadi juga" Bantah Wan dengan nada heran melihat tingkah sobat karibnya itu.
"Efek cinta kali ya wan? makanya keluar main nya tidak terasa" Sahut Sukron sambil tersenyum.
"Awas gila ente karna cinta ente yang terlalu besar itu, ingat-ingat diri woy jangan sampai loe masuk rumah sakit jiwa" Ledek Wan ke sahabatnya itu.
"Ngomong mu tuh dijaga toh Wan, serem-serem terus ente ini ngomong"
"Lha abis nya ente sudah seperti orang gipa sih sering melamun lah, kadang ceria kadang murung" Jelas Wan.
"Hmm, gimana lagi suara adek loe itu slalu terbayang dalam ingatan gue. Saat ngomong sama dia gue merasakan ada hal yang berbeda pada diri gue. Hati gue seakan senang banget dan jantungku berdetak lebih kencang dari biasa" Sukron menjelaskan dengan muka senyum-senyum sendiri dan menutup mata nya membayangkan suara Imarin tanpa dia sadari kalau Wan sudah meninggalkan dan masuk kelas lebih dulu.
*****
Disana Imarin sibuk mengurus Ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit. Makanya dia matikan telpon nya karna tidak mau diganggu oleh siapapun itu.
Imarin sendiri bingung dengan perasaan nya yang bercabang disatu sisi dia mencintai Kak Rey tapi dia tidak mau bersama dengan Kak Rey karna Kak Rey adalah seorang playboy.
Disisi lain dia tidak ingin mengecewekan Kak Rey yang sudah baik sama dia. Kemaren Imarin sempat memutuskan untuk menolak Kak Rey tetapi dia urungkan karna takit melihat Kak Rey kecewa lalu membenci nya.
__ADS_1
Tapi disisi lain dia tidak ingin bersama dengan orang yang memiliki banyak pacar.
Jika ditanya tipe cowok Imarin seperti apa?
Jelas Kak Rey tidak akan masuk kategori dalam tipe pacar Imarin. Karna Imarin menginginkan punya pacar seseorang yang rajin shalat, ngaji, dan slalu berada di majlis Ilmu.
Tapi laki-laki seperti yang Imarin inginkan itu sepertinya tidak akan menempuh jalan pacaran untuk mendapatkan seorang wanita.
Tapi mereka rata-rata menggunakan jalan ta'aruf, khitbah, nikah. Tidak ada istilah pacaran karna islam melarang hal itu.
Terkadang Imarin berpikir untuk memperbaiki dirinya agar bisa menjadi orang yang lebih berguna dan bisa menjadi wanita shalehah.
Tetapi jiwa muda dan rasa penasarannya selalu menghalangi niat nya untuk memperbaiki diri.
*****
Dibalik itu ada seseorang yang diam-diam memendam cinta ke Imarin tanpa berani untuk mengatakan cinta nya karna takut dosa.
Dan juga dia belum siap untuk menuju kejenjang yang lebih serius. Jadi laki-laki itu memendam cinta nya tanpa ada orang yang tau. Layak nya Cinta Ali kepada Fatimatuzzahra putrinya baginda Rasulullah.
"Astagfirullah" Ucap laki-laki itu.
"Apa yang sedang ana pikirkan ini, kenapa pikiran ana dipenuhi oleh wajah gadis itu"
"Ya Allah ampuni hamba mu ini yang telah berzina perasaan karna memikirkan gadis itu" ucapnya dalam batin nya.
"Astagfirullah, astagfirullah" ucap laki-laki itu terus-terusan memohon ampun kepada Allah.
*****
Adzan berkumdang dari masjid yang tak jauh dari tempat laki-laki itu berdiri.
Laki-laki itu segera menuju ke masjid terdekat untuk melaksanakan shalat asyar berjamaah.
Tiba di masjid dia tidak sengaja berpapasan dengan Imarin dan langsung menundukkan pandangannya. Karna dia takut zina mata jika dia memandang Imarin dengan syahwat nya.
__ADS_1
Maka nya disaat berpapasan dia langsung menundukkan pandangan nya agar dia tidak melihat Imarin.
Sedangkan Imarin dengan santai nya berjalan tanpa mengetahui kalau ada jantung yang berdetak kencang saat berpapasan dengan nya.
Imarin tidak menyapa laki-laki itu karna dia tahu gimana kepribadian laki-laki tersebut yang tidak suka berbicara dengan lawan jenisnya tanpa ada keperluan.
Maka nya dia melewati nya begitu saja meskipun Imarin mengenal nya.
Meskipun Imarin anak nya jutek, dan ada kala nya dia menjadi bar-bar saat bersama teman-teman nya yang sefrekuenai dengan dia.
Tapi dia tahu betul batasan-batasan nya dalam bergaul dengan laki-laki tetapi jiwa muda nya membuatnya melanggar hal itu.
Dan dia sangat menghargai orang lain. Maka nya dia tidak menyapa cowok tersebut meskipun berpapasan secara langsung dan hampir tabrakan.
Karna dia tau kalau laki-laki tersebut sangat menjaga jarak dengan perempuan yang bukan mahram nya.
*****
Setelah selesai shalat Imarin balik ke rumah sakit karna kebetulan jarak antara masjid dengan rumah sakit tidak begitu jauh jadi bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Dan dia bergantian untuk menjaga mama nya dengan adek sepupu nya itu. Yang mana kakak, adek dan ayah nya Imarin sibuk kerja dan mereka semua akan berkunjung disaat malam saja.
Tiba dirumah sakit, Imarin tidak menemukan adek nya disana. Dia pun bertanya ke mama nya yang kebetulan sudah bangun dari tidurnya.
"Mama, kemana sumi?" tanya nya ke mama nya sedikit khawatir dengan ketidakberadaan adek nya itu"
"Pergi anter darah keruang laboratorium disuruh sama suster tadi" Jawab mama nya.
"Kenapa gak nungguin saya, biar saya ajha yang antar darah nya"
"Suster nya nyuruh cepat untuk diantar maka nya sumi pergi anter, paling bentar lagi juga balik. Emang kamu gak ketemu sama dia dibawah?" Tanya mama nya.
"Engga mah, mungkin dia udah diruang lab maka nya kita gak ketemu" Ucap Imarin
"Mungkin, kapan ya mama pulang? keuangan kita udah krisis nak. Kalau kita terus-terusan disini mau makan pakai apa kalian" Ucap mama nya khawatir dengan keuangan yang mulai menipis.
__ADS_1
" InsyaAllah uang kita masih cukup untuk makan beberapa hari lagi, kan semalam saya dikasih tambahan sama adek ma" Ucap Imarin memberitahu mama nya kalau adek nya memberikannya beberapa tambahan uang.