Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Menyantap Bakso Pak Le


__ADS_3

Imarin dan Vhira pun menyantap bakso yang udah mereka pesan sambil berbincang.


"Bagus banget yah mobilnya si Rahel" Ucap Vhira.


"Ya lah kan anak orang kaya" Jawab Imarin


"Enak yah jadi Rahel, Im?" Tanya Vhira.


"Ya pastinya ada enak dan ada tidak enaknya, Vhira. Meskipun dia anak orang kaya" Ucap Imarin.


" Hemm enaknya dia bergelimang harta tidak susah keuangannya" Sahut Vhira.


"Hemmm udah-udah habisin tuh baksomu biar kita cepat pulang udah jam 22.00 nih. Ntar di omel mama mu lagi" Ucap Imarin menghentikan pertanyaan-pertanyaan Vhira.


"Ya ya nih juga udah mau habis kok, cerewet amet sih ibu tiri" Jawab Vhira.


"Mau diomelin nenek lampir kamu, gara-gara terlambat pulang?" Tanya Imarin


"Ahhh loe, Im. Gitu-gitu juga mama gue" Sahut Vhira.


"La ya. Ayok cepat kita balik. Jangan sampai aku dipikir culik kamu ntar gara-gara belum kuantar kamu pulang sampai jam segini" Ucap Imarin sambil mengajak Vhira segera.


"Ya bentar, Im. Baksoku belum habis gak baik loh nyisain makanan" Sahut Vhira sambil menghabiskan baksonya segera.


"Achhh loe nih mau cepat-cepat pulang pasti mau telponan ma Sukron tuh" Ledek Vhira ke Imarin.


"Eitsss malah bawa-bawa Sukron loe, udah ayok cepat ntar kemalaman kita" Ajak Imarin sambil naik duluan keatas motornya.


"Gue tinggalin ne ya!" Canda Imarin


"Bentar-bentar, Im. Gue bayar dulu baksonya" Ucap Vhira sambil menuju tukang baksonya.


Imarin pun turun dari atas motornya dan menarik tangan Vhira untuk naik keatas motor.


"Udah-udah ayok naik, udah gue bayar baksonya tadi pas pesan" Ucap Imarin sambil memegang tangan sahabatnya itu.


"Lah kenapa gak bilang daritadi loe!" Sahut Vhira.


"Lagian loe ngobrol mulu ma genk baru loe" Ucap Imarin sinis karna Vhira tadi sibuk ngobrol sama Rahel.


"Idichh cemburu loe ya liat gue deket sama Rahel?" Tanya Vhira senyum-senyum liat sahabatnya yang gak suka dengan kedekatannya dengan Rahel.


" Ye siapa yang cemburu?" Tanya Imarin dengan muka cemberut.


"Loe takut kan liat gue dekat sama Rahel dan ninggalin loe?" Tanya Vhira meledek sahabatnya.


"Ya gue takut, kenapa?" Jawab Imarin dengan kesel.

__ADS_1


"Seneng loh punya sahabat baru?" Tanya Imarin kesel.


"Hahaha jangan cemburu gitu ihh, kamu tetap sahabat terbaikku lagian kita kan sudah sahabatan sejak SMP" Jawab Vhira sambil ngetawain muka sahabatnya yang terlihat kesel sekali.


"Ya sih. Tapi persahabatan kita bisa hancur loh karna dia. Jadi loe hati-hati dekat sama dia. Palagi dia kan gak suka sama Dania. Karna Dania pacaran sama Andi mantannya itu" Jelas Imarin ke Vhira.


"Ya juga sih. Tapi kan hubungan Dania sama Andi juga sekarang-sekarang ini semakin menjauh" Jawab Vhira.


" Ya juga ya. Kenapa ya Dania marah sama Andi?" Tanya Imarin.


"Entahlah, tumben tuh anak belum cerita. Biasanya dia heboh cerita kalau lagi ada masalah" Jawab Vhira.


"Benar juga kata loe, Vhir. Ada apa ya dengan Dania?" Tanya Imarin heran.


"Jangan-jangan dia disakitin sama si Andi seperti si Andi nyakitin Rahel!" Jawab Vhira


"Udah kita jangan Suudzan dulu. Mending besok kita jenguk Dania deh terus kita tanya gimana hubungannya dengan Si Andi yang brensek itu" Ucap Imarin jengkel sama Andi.


" Jangan macam-macam loe sama Andi, Im. Dia tuh anak orang kaya jadi bisa ngelakuin apa ajha" Ucap Vhira memperingati.


"Emang gue mau apain si Andi, Vhir? gak gue apa-apain kok. Kan gue hanya bilang mau nanya ke Dania gimana hubungannya" Sahut Imarin menjelaskan maksudnya.


"Ya ya besok deh kita kerumah Dania. Jemput gue ya!" Ucap Vhira.


"Siap bos. Besok gue jemput loe deh. lagian gue juga malu kalau kerumah Dania sendiri" Jawab Imarin


"Emmm kalau ada maunya ajha baru ngatain baik" Ledek Vhira.


"Emang loe mau gue katain jahat?" Tanya Vhira becanda.


"Ya gak juga lah. Siapa juga yang mau dikatain jahat, Vhir?" Tanya Imarin


"Loe kan. Makanya tadi loe gak mau dikatain baik" Jawab Vhira.


"Udah ahh, males gue debat sama loe" Ucap Imarin menghentikan omongannya.


"Cepat turun, udah nyampe rumah loe tuh" titah Imarin menyuruh Vhira turun.


"Ya ya sabar, ini juga gue lagi turun" Jawab Vhira sambil turun dari atas motor Imarin.


"Besok berangkat sekolah bareng ya!" Ajak Imarin


"Dania gimana?" Tanya Vhira.


"Kan Dania lagi sakit, Jadi palingan dia gak pergi sekolah" Jawab Imarin.


"Ya dah, besok jemput gue deh kalau gitu" Ucap Vhira menerima ajakan Imarin.

__ADS_1


"Jangan telat loe ya! kalau telat gue berangkat duluan ajha" Lanjut Vhira


"Ya ya gak telat kok bos besar"Jawab Imarin mengiyakan sahabatnya.


"Ya udah gue pulang dulu, kasian Ibu gue nungguin tuh tadi depan rumah" Ucap Imarin pamit.


"Hati-hati dijalan loe, awas dihadang orang jahat loe" Ejek Vhira nakut-nakutin sahabatnya.


"Tenang ajha. Gue mah ditakutin sama orang jahat" Jawab Imarin membalas ledekan Vhira.


"Awas loe tuh diomel nenek lampir" Ejek Imarin balik.


"Sudah sana jalan loe" Suruh Vhira.


"Ya ya ne gue berangkat, bye" Jawab Imarin sambil membelokkan motornya.


*****


Sesampai dirumah Imarin disambut sama ibunya yang sedari tadi khawatir karna sampai jam segini anaknya belum pulang juga.


"Assalamualaikum" Ucap Imarin sambil salaman sama Ibunya yang sedari tadi menunggu di depan pintu.


"Wa'alaikumussalam, dari mana ajha sih imarin? Kok baru pulang?" Tanya Ibunya Imarin.


"Abis nonton lomba Tilawatil Qur'an Bu, terus mampir makan bakso sebentar di bakso Pak Le Bu" Jawab Imarin.


"Besok-besok jangan pulang jam segini lagi nak, Jam 10 paling lama ya pulangnya. Takutnya kenapa-kenapa dijalan" Ucap Ibunya memberi nasehat ke Imarin.


"Baik Bu. Ya udah Imarin masuk dulu Bu" Jawab Imarin izin masuk ke kamarnya.


"Ya dah langsung tidur terus ya. Jangan main hp besok kamu sekolah loe" Ucap Ibu memberi peringatan ke putrinya satu-satunya.


"Baik Bu. Imarin langsung tidur lagian udah lelah juga Bu" Ucap Imarin sambil menuju ke kamarnya meninggalkan Ibunya yang sedang menutup pintu.


"Kamu gak cuci muka dulu, Im?" Tanya Ibu.


"Cuci Bu, Jangan ditutup dulu pintunya" Jawab Imarin karna kamar mandinya berada diluar jadi Imarin memberhentikan ibunya untuk menutup pintunya.


"Ya nih ibu buka lagi pintunya. Ayok cepat ibu tungguin kamu nih" Jawab Ibu sambil membuka pintu kembali.


Imarin pun bergegas menuju ke kamar mandi segera dan membasuh mukanya, lalu kembali ke kamarnya kembali.


Hello Readerss...


Jangan lupa like, favorit, vote and coment yah...


Beri masukan juga buat penulis untuk pengembangan ceritanya....

__ADS_1


Thankss...


__ADS_2