
Gadis itu pun dengan segera mengambil foto selfie dirinya dengan Rangga beserta teman nya Rangga.
Saat sedang mengambil foto selfie gadis itu terpeleset saking girang nya. Yang mana pada saat itu posisi gadis itu tak terlalu berjarak. Sontak Rangga pun menangkap gadis itu saat akan terjatuh.
Gadis itu pun kegirangan karna di tolong Rangga. Sedangkan Rangga meminta maaf karna sudah tidak sengaja menyentuh gadis itu.
"Ma.. maaf, saya tidak sengaja" Ucap Rangga sambil membalikkan gadis itu untuk berdiri.
"Hehe tidak apa-apa kak, saya malahan berterima kasih sama kakak karna sudah menolong ku, kalau kakak gak nolong aku, aku pasti sudah kena batu itu kak" Jawab gadis itu mengucapkan terima kasih ke Rangga yang telah membantu nya disaat akan terjatuh.
"Baiklah kalau gitu dek, Kak permisi dulu" Rangga berpamitan ke gadis tersebut karna dia takut berlama-lama dengan gadis yang bukan mahram nya.
"Ya kak, Silahkan sekali lagi terima kasih banyak karna sudah menolong ku" Sambil senyum-senyum saking kegirangan nya bisa di tolong Rangga.
"Assalamualaikum" Ucap Rangga berpamitan.
"Wa'alaikumussalam" Jawab gadis itu sambjl terus memandangi Rangga.
"Aduchh Cowok yang baik, sholeh, sopan bisakah kita ketemu lagi di lain waktu??" Tanya gadis itu dalam batin nya.
*****
Rangga pun pergi meninggalkan gadis tersebut. Tanpa sengaja saat dijalan Rangga melihat Imarin gadis pujaan hati nya yang mana saat itu Imarin juga sedang menonton Lomba Tilawatil Qur'an bersama dengan Dania sahabatnya.
"MasyaAllah Dia berada disini" Ucap Rangga yang pada saat itu tidak sengaja melihat ke arah Imarin yang sedang berdiri menyaksikan peserta yang tampil di panggung.
Sedangkan Imarin tengah sibuk mengobrol dengan Dania tanpa dia sadari kalau ada mata yang sedang memperhatikan nya.
Imarin sendiri pada saat itu datang menggunakan rok dan baju kaos di padu dengan sweter berwarna hitam serta jilbab berwarna pink.
Dania sendiri menggunakan celana jins dan baju kaos dengan rambut di kuncir satu yang membuat lekuk tubuh nya terlihat sempurna.
Rangga pun tak sadar kalau diri nya sudah memperhatikan seorang gadis yang tak sepantasnya untuk di lihat terlalu lama karna bisa jadi zina mata.
Saat Rangga terdiam dan senyum-senyum sendiri, Sofyan pun datang menghampiri nya sehabis dia ditinggal tadi sama Rangga bersama dengan gadis itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum Sob, jaga tuh pandangan nya zina mata loh ntar" Ucap Sofyan membuyarkan pandangan nya Rangga
"Astagfirullah, ente nih ngagetin ana saja" Ucap Rangga kaget.
"Lagian ente gak jelas senyum-senyum sendiri kaya orang gila" Ledek Sofyan atas kelakuan sahabat nya itu.
"Yuk balik ke pondok kalau ente lama-lama disini bisa jadi orang gila ntar ente" Ledek Sofyan lagi sambil memegang tangan sahabatnya mengajak nya balik ke pondok lagi karna Rangga sudah selesai tampil jadi dia boleh balik duluan.
******
Jadi, saat ini Rangga dan Sofyan sama-sama kembali ke pondok lagi. Awalnya Rangga memutuskan untuk balik ke pondok lagi meninggalkan sekolah nya untuk melupakan Imarin, dan beberapa hari setelah Rangga pindah Sofyan pun menyusulnya karna dia tidak betah tanpa ada Rangga.
Sekarang mereka berdua sama-sama kembali ke pondol asal mereka. Yang mana awalnya mereka ingin mempunyai pengalaman bersekolah diluar pondok ujung-ujung nya kembali ke pondok lagi.
Memang pondoklah yang terbaik untuk dua sahabat dekat itu. Mereka berdua fokus menghafal Al-Qur'an untuk menyelesaikan hafalan 30 juz nya.
Mereka saling menyimak hafalan disaat waktu-waktu senggang. Mereka selalu bersama tak teprisahkan bahkan mereka berdua satu kamar. Mereka saling membantu satu sama lain. Tanpa ada rasa iri dalam hati mereka melihat temen nya yang bahagia.
Karna Sofyan sendiri adalah anak seorang pengusaha pertambangan batu bara. Yang tersohor ditempat nya. Dan bisa dibilang orang tua Sofyan adalah orang terkaya di wilayah nya.
*****
Ditempat lain Sukron tengah sibuk belajar karna sebentar lagi akan ada Ujian Sekolah. Jadi Sukron sedang fokus belajar bersama dengan Irfanirwan. Kakak sepupu nya Imarin yang terkenal pintar di kelas nya.
Saat ada yang dia tidak bisa kerjakan maka dia akan bertanya ke Irfan. Maka Irfan akan menjelaskan ke sahabatnya itu hingga dia mengerti.
"Wan yang ini gimana cara ngerjainnya?" Tanya Sukron sambil menunjuk ke soal yang dia tidak bisa kerjakan.
"Owchh yang itu, tinggal ikuti ajha rumus nya" Jawab Irfanirwan sambil menunjuk rumus cara mengerjakannya.
"Baiklah" Sambil Sukron melihat-lihat ke rumus yang ditunjuk oleh Irfan.
*****
Tibalah saat nya Ujian Sekolah di mulai yang mana saat itu para siswa deg-deg dalam menghadapinya dan ada juga siswa yang masa bodoh dengan ujian nya.
__ADS_1
Imarin beserta dengan kawan-kawan nya juga sedang sibuk belajar sebelum ujian di mulai.
Bel pun berbunyi " Tet tet tet" menandakan bel masuk kelas. Imarin dan teman-teman nya pun bergegas masuk ke kelas nya. Sampai di kelas mereka duduk di bangku masing-masing.
Imarin mendapatkan bangku paling depan dan dibelakang nya ada Vhirawaty.
"Vhir loe udah pelajari semua soal-soal nya"Tanya Imarin sebelum guru nya datang
"Alhamdulillah sudah, Ima" Jawab Vhirawaty yang saat itu tengah asyik mempertajam pensil nya.
"Gue belum pelajari beberapa contoh soalnga Vhir" Ucap Imarin lemes.
" Belum tentu juga soal itu yang keluar, Im" Jawab Vhira.
*****
Dua orang guru yang tak pernah mengajar di kelas kami pun masuk ke dalam ruangan membawa lembar soal UJian Sekolah yang masih tersegel.
"Assalamualaikum wr.wb" Ucap salah satu guru tersebut.
"Wa'alaikumussalam wr.wb" Jawab para siswa serempak.
"Sudah siap ujian nya anak-anak?" Tanya guru itu lagi.
"InsyaAllah siap bu" Jawab seluruh siswa.
"Baiklah ibu jelaskan sedikit ya cara menjawab nya, Jadi sebelum membuka soal ujian nya terlebih dahulu kalian isi nama, ttl, no. peserta yang ada di lembar jawaban kalian ya" Ucap guru itu menjelaskan sambil guru yang satu nya membagikan lembar jawaban soal tersebut ke masing-masing siswa.
"Dan santai saja ya dalam menjawab nya karna kalian punya waktu 60 menit untuk mengerjakan soalnya" Ucap Guru itu memberitahu waktu mengerjakan soal tersebut.
"Baik Bu" Ucap seluruh siswa.
"Silahkan di tulis dulu nama nya baru ibu akan membagikan soal nya" Ucap guru yang satu nya.
Beberapa menit kemudian guru itu pun membagikan soal ulangan nya. Yang mana pada saat itu mata pelajarannya adalah Bahasa Indonesia.
__ADS_1