Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Pengumuman Juara Tilawatil Qur'an


__ADS_3

"Ya ya Pak Ustad gak lirik sana lagi deh, awas ya kalau ada Imarin tuh mata gak bisa dijaga juga" Ledek Sofyan.


"Emmm, ente nih ya. Ana udah mulai ngelupain dia" Sahut Rangga.


"ngelupain atau ngelupain?" Tanya Sofyan menggoda sahabatnya itu.


"Emm, melupakan dia lah. Sampai nanti ana siap untuk mempersunting dia." Jawab Rangga


"Hahahaha awas diambil orang lain duluan loh" Ucap Sofyan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Hemm, kalau sudah menjadi milik orang lain, ya berarti dia bukan jodohku" Jawab Rangga sambil menghela napasnya.


"Loe gak patah hati?" Tanya Sofyan


"InsyaAllah tidak, karna jodoh itu dari Allah. Saya percaya kalau pilihanNya adalah yang terbaik untukku, jika Imarin bukan yang terbaik untukku aku bisa apa?" Jawab Rangga.


"Intinya kita fokus perbaiki diri saja lah dulu, Sob. Masalah jodoh nda usah kita pikirkan. Kita serahkan saja kepada sang pencifta" Nasehat Rangga ke sahabatnya.


"Emm,, malah ceramah ente ne" Sahut Sofyan sambil melangkah pergi meninggalkan Rangga


"Ente mau kemana, Sob?" Tanya Rangga


"Ke Wc. Ente mau ikut?" Tanya Sofyan dengan nada bergurau.


" Gak lah. Ente bukan bayi yang harus ana cebokin kan" Canda Rangga kembali ke sahabatnya itu.


"Udahlah ntar keburu keluar disini lagi, tunggu disitu jangan kemana-mana ente" Pinta Sofyan sambil lanjut berlalu menuju ke WC umum yang ada disana.


Pembawa acara pun naik ke atas panggung dan membuka acara dengan sama-sama membaca doa.


Pembawa acara pun membacakan rincian acaranya. Mulai dari pertunjukan hingga pengumuman sang juara. Setelah itu penutup.


Rangga pun memperhatikan rincian acara yang dibacakan oleh pembawa acaranya.


Imarin hadir untuk menyaksikan acara tersebut bersama dengan Vhirawaty. Berhubung Dania kakinya terkilir dan masih sakit. Jadi dia tidak bisa kemana-mana dulu. Dan akhirnya Imarin mengajak Vhirawaty untuk menonton acara tersebut yang semula dia datangnya bersama dengan Dania.


Imarin dan Vhira pun duduk yang tak jauh dari tempat duduknya Rangga.


Vhira pun tak sengaja mata mengarah ke tempat duduknya Rangga yang berada dipojokan sana seorang diri karna Sofyan pergi ke kamar mandi sebentar.

__ADS_1


"Eh Imarin, bukannya itu teman sekolah kita ya?" Tanya Vhira.


"Mana?" Tanya Imarin.


"Itu loh yang ada dipojokan sana" Ucap Vhira sambil membelokkan wajah Imarin ke arah Rangga duduk.


Sedangkan Rangga sendiri belum melihat keberadaan Imarin dan Vhira yang ikut menyaksikan acara tersebut.


"Oh ya, itu kan teman seangkatan kita yang lulusan pondok yang bersekolah ditempat kita. Tapi katanya dia balik lagi ke pondok asalnya" Jelas Imarin ketika melihat ke arah Rangga.


"Ganteng banget dia, sholeh lagi" Puji Vhira ketika melihat Rangga dengan balutan baju koko dan sarung yang Rangga kenakan membuat auranya makin terlihat sholeh.


"Semua cowok juga ganteng ya dimata loe, Vhir" Sahut Imarin.


"Ngga lah, ini yang terganteng. Bahkan lebih ganteng dari Kak Reyhan" Ucap Vhira memuji Rangga kembali.


"Awass loe diliat dia loe. Kalau loe tidak henti-hentinya memperhatikan dia" Ucap Imarin sambil membelokkan pandangan sahabatnya itu kedepan panggung.


" Issh... ini pemandangan langka, Im. Tidak boleh disia-siakan" Sahut Vhira sambil memandang ke arah Rangga kembali.


"Hemm.. terserah loe dah Vhir. Intinya gue kesini mah ingin menyaksikan acara ajha gak lebih dari itu" Ucap Imarin.


" Ya udah loe fokus ajha ke acaranya biar gue pandang wajah tampan pangeranku ajha" Sahut Vhira sambil matanya terus menuju ke arah Rangga duduk.


"Achhh, menyebalkan sekali laki-laki itu menghalangi pandangan ajha" Ucap Vhira kesel.


"Rasain tuh, makanya mata tuh dijaga" Ledek Imarin.


"Loe nih, Im. Gak dukung teman banget sih" Sahut Vhira kesel.


"Emm, jangan cemberut gitu ih mukanya ndak enak banget dipandang" Ledek Imarin lagi melihat mukanya Vhira yang kelihatan bete banget.


"Ayok kita pulang" Ajak Vhira


"Loe gak mau liat pujaan hati loe tampil?" Ucap Imarin memberitahu Vhira kalau Rangga akan tampil disesi terakhir untuk membacakan sedikit surat.


"Hah kok loe tau kalau dia bakal tampil?" Tanya Vhira kaget.


"Ya tau lah. Kan dia ikutan lomba tilawatil Qur'annya" Ucap Imarin yang sebenarnya dia pun tidak tau kalau Rangga ikut lomba tilawatil Qur'an karna pada saat dia datang Rangga sudah selesai tampilnya. Tetapi dia dikasih tau sama orang yang berada disampingnya efek Vhira yang terus-terusan melirik ke arah Rangga.

__ADS_1


Jadi orang itu memberitahu Imarin, kalau Rangga juga ikutan Lomba Tilawatil Qur'annya dan orang itu juga mengatakan kalau suara Rangga merdu sekali dan dia juga bercerita kalau ketika Rangga tampil ada seorang gadia yang tiba-tiba naik ke atas panggung untuk minta foto dengan Rangga.


"Kalau gitu gue gak jadi pulang deh. Gue nungguin babang gue tampil" Ucap Vhira senyum-senyum unyu-unyu gitu.


"Hemm, katanya tadi mau pulang. Ayok kita pulang" Ajak Imarin meledek sahabatnya itu.


"Ahh loe, Im. Gak bilang daritadi kalau babang tampan gue bakal tampil. Kalau tau gitu mah sampai pagi juga gue tungguin ne acara mpe si babangku tampil" Ucap Vhira.


"Emang loe nih ya. Cowok terus yang loe lirik disana sini. Tuh mata gak jauh-jauh dari menatap cowok" Sahut Imarin mendengar perkataan Vhira.


"Ye biarin ajha. Selagi hatiku senang" Jawab Vhira sambil mengibaskan jilbabnya ke arah Imarin.


"Tuh babang loe mau pergi" Ucap Imarin yang melihat Rangga berdiri entah mau kemana.


"Walah mau kemana dia tuh?" Tanya Vhira


"Mana gue tau, tanya ajha ke dia sana" Jawab Imarin.


"Gue ikutin dia ah. Jangan-jangan dia mau ke rumahku datang melamar" Ucap Vhira berharap.


"Ngarep loe. Baru juga lulus SMA udah mau nikah ajha loe" Ledek Imarin.


"Ye biarin lebih cepat lebih baik kan, daripada terus-terusan dalam maksiat berkedok pacaran" Jawab Vhira


"Wishh udah bijak loe sekarang ya. Awas kumat lagi tuh penyakit loe" Ledek Imarin lagi.


"Udah ahh. Gue mau ikutin babang gue dulu" Ucap Vhira sambil meninggalkan Imarin lalu pergi mengikuti kemana Rangga pergi.


"Ehh, mau kemana babangku tuh. Kok dia ke arah belakang panggung sih?" Tanya Vhira pada dirinya sendiri.


Rangga pun kebelakang panggung karna mencari WC. Yang mana Wc nya tuh terletak dibelakang panggung.


"Walah dia kebelet toh rupanya" Gumam Vhira yang berdiri agak jauh dari Rangga berada.


Saat Rangga keluar dari kamar mandi diapun melirik ke arah Vhira yang tingkahnya aneh.


Hello Readerss...


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya!

__ADS_1


Dan beri masukan ya bagi penulis agar karyanya lebih bagus lagi.


Penulis senang mendengar masukan dari para pembaca...


__ADS_2