Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Imarin siuman


__ADS_3

"Baik ma" Jawab Imarin pelan.


"Ma, handpone q mana?" Tanya Imarin.


"Ini hp mu nak" Ucap mama sambil memberikan hpnya.


"Ma, nda ada yang menelpon ima kah?" Tanya Imarin.


"Nda tau, soalnya mama gk liat-liat hp mu" Jawab mama.


Imarin pun mengecek ponselnya. Dan melihat banyak sekali panggilan masuk dari Sukron dan Rey.


Imarin mengetik pesan singkat memberitahu Sukron kalau dia sedang sakit.


"Maaf yang aku gak sadarkan diri beberapa hari ini. Soalnya abis kecelakaan dan baru sadar sekarang" Tulis Imarin dalam pesannya.


"kamu baik-baik saja kah, im?" jawab sukron dengan pesan singkatnya.


"Alhamdulillah aku baik-baik saja, sekarang udah sadarkan diri meskipun kemaren kata mama sempat dikatakan meninggal sih sama dokter" Jawab Imarin.


"Astagfirullah, pantesan saja aku telpon kamu gak angkat-angkat. Besok ngga usah bawa motor lagi yang" Ucap Sukron khawatir.


"Ya ya aku juga agak trauma untuk bawa motor. Soalnya lukanya masih sakit banget nih" Jawab Imarin sambil meringis kesakitan.


"Ya udah gak usah main hp kamu istirahat dulu sampai sembuh total" Titah Sukron menyuruh imarin istirahat.


"Ya udah aku istirahat dulu" Jawab Imarin mengakhiri percakapannya.


Beberapa saat kemudian dokter pun datang memeriksa imarin dengan ditemani dua orang suster.


"Selamat sore, gimana ada keluhan?" Tanya dokter.


"Emm,, masih ada rasa ngilu sih dok dikaki sama masih rada-rada pusing" Jawab Imarin memberitahu apa yang dirasakannya.


Suster mengecek inpus dan memasukkan obat melalui inpusnya imarin.


"Ya udah jangan terlalu banyak gerak ya, biar kakinya ngga ngilu" Ucap dokter mengingatkan untuk jangan banyak bergerak.


"Baik Dok, makasih" Jawab Imarin.


Dokter dan suster pun keluar dari ruangan Imarin. Beberapa saat kemudian Vhira pun datang menjenguk Imarin.


"Assalamualaikum" Ucap Vhira memberi salam.


"Wa'alaikumussalam" jawab Imarin dan mamanya yang matanya masih bengkak karna terus-terusan menangisi keadaan Imarin.


"Vhir" panggil Imarin menyapa sahabatnya itu yang mana kepalanya juga terbalut perban.


"Im, gimana keadaanmu? kamu ini bikin aku jantungan ajha karna sempat dinyatakan meninggal" Ucap Vhira sambil melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


" haha mati suri donk gue kemaren yah?" Canda Imarin.


"Loe nih malah ketawa. Semua orang nangis tau khawatirin keadaan loe. Apalagi pas dinyatakan meninggal aku syok tau gak" Ucap Vhira gak nyangka kalau sahabatnya sekarang sudah sadarkan diri kembali.


"Loe sempat kehilangan banyak darah tau gak" Lanjut Vhira meneruskan ceritanya.


"Hah masa sih segitu parahnya gue kemaren? " Tanya Imarin seakan tidak percaya kalau dirinya ternyata separah itu.


"Ya tau. Makanya mata bibi bengkak tuh efek loe yg gak sadarkan diri dan malah dinyatakan meninggal" Kesel Vhira.


"Ma, maafin Ima ya buat mama khawatir sampai mata bengkak begitu" Ucap Imarin meminta maaf ke mamanya.


"Ya nak. Jangan tinggalin mama ya. Mama masih butuh kamu" Jawab mamanya.


Mamanya Imarin menangis terharu karna akhirnya anaknya yang disayangi kembali bisa bercanda meskipun dia masih terbaring di kasur pasien.


" Ima lebih hati-hati lagi ya kalau besok bawa motornya atau ima gak usah bawa motor ajha lagi" Ucap mamperingati anaknya.


"InsyaAllah besok-besok ima akan jauh lebih hati-hati lagi ma" Jawab Imarin.


"Tuh dengerin kata mama mu Im, hati-hati kalau bawa motor" ledek Vhira.


"Ya ya bawel. Namanya juga takdir" Jawab Ima


"Intinya kan kita lebih hati-hati lagi Im" ucap Vhira mengingatkan.


"Im, loe dah ngabarin kak rey kalau loe masuk rumah sakit?" Tanya Vhira.


"Ngga lah. Ngapaian juga ngabarin Ka Rey" Jawab Imarin.


"Yah im. Biar gimanapun dia kan termasuk penggemarmu" Ucap Vhira memberihu imarin.


"hahaha kaya artis ajha kamu nih pake ada penggemar segala" Jawab Imarin.


"Jangan terlalu setia sama sukron kan dia belum tentu hanya kamu wanitanya" Ucap Vhira mengingatkan sahabatnya.


"InsyaAllah dia setia kok Vhir" Jawab Imarin kemudian diam.


******


Disana Sukron sedang asyik mengobrol dengan beberapa teman wanitanya yang mana si sukron sangat friendly banget sama siapapun mau wanita ataupun laki-laki.


"Suk kita pergi karaoke yok!" ajak temannya yang bernama Saras.


"Boleh. Sama siapa ajha kita perginya?" Tanya Sukron.


"Ya sama teman-teman kelas kita" Jawab Saras


"Ada si imel gak?" Tanya Sukron menanyakan cewek yang dia taksir.

__ADS_1


"Ya dia juga ikut. Ahh loe imel mulu dalam otak loe" ledek saras.


"Bukannya loe dah punya pacar yah?" Tanya Saras


"Ya udah tapi hanya pacar online doank" Jawab Sukron menyatakan kalau Imarin hanya menjadi pacar online nya saja. Dan sebenarnya orang yng dia cintai adalah Imel.


"Trus ngapain loe pacaran sama si dia kalau kamu gak punya rasa sama dia?" Tanya Saras heran


"Jangan suka mainin cewek loh. Ingat karma loe" Ucap saras ingetin sukron.


"Gue gak mainin cewek. Aku juga nyaman sama dia tapi aku juga punya rasa sama si imel" Jawab Sukron ngejelasin apa yang dia rasakan.


*****


Disaat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba si imel datang menyapa mereka berdua.


"Woyy Sar, Suk. Jadi gak kita pergi karaokenya?" Tanya Imel.


Sukron diam tak berkutik saat orang yang dia suka datang menyapa.


"Ya jadilah mel. Ntar gue wa loe ya" Jawab Saras.


Sukron terdiam tak berkata apa-apa sambil memandang bidadari pujaan hatinya.


"Suk, loe kenapa tatapin gue kaya gitu?" Tanya Imel yang sadar kalau si Sukron sedang menatapnya tanpa kedip.


"Emm, a... Anu Mel. Itu ada sesuatu di pipi loe" jawab Sukron spontan.


Imel pun langsung mengusap pipinya karna dia pikir ada bekas sesuatu dipipinya padahal kan sebenarnya itu hanya alasan si sukron saja.


"Ada apa suk di pipi gue?" Tanya Imel.


"Ada kotoran dikit. Sini aku bantu bersihin ya?" Ucap Sukron menawarkan diri untuk membantu membersihkan padahal sebenarnya itu hanya modusnya saja supaya bisa pegang pipi imel.


Saras pun yang memperhatikan tingkah nakal sahabatnya itu diam saja sambil nyengir-nyengir karna dia gak habis pikir kalau sukron pintar betul modusnya.


"Makasih ya" Ucap imel berterima kasih karna sudah dibantu membersihkan kotoran yang menempel di pipinya.


"Sama-sama" Jawab Sukron kegirangan karna mendapatkan respon positif untuk mendekati kekasih hatinya itu. Tanpa dia berpikir gimana perasaan Imarin jika dia tau kalau kekasih hatinya sedang ngegombalin cewek lain disaat dia berusaha setia dan berusaha siuman disaat sudah divonis dokter meninggal dunia karna kekurangan darah.


"Ya dah Sar, Suk. Aku duluan ya. Jangan lupa kabarin ya ntar kalau dah mau berangkat" Ucap imel pamit.


******


Sukron sangat senang karna bakal karaoke bareng sama wanita pujaannya selama ini.


Sedangkan imarin disana tiba-tiba merasakan sakit dibagian kepalanya dan mengeluarkan darah lagi.


.

__ADS_1


__ADS_2