
"Ya udah kalau gitu kita berdua ajha" Ajak Sukron ke Imel.
"Trus loe pulang sama siapa, Ras?" Tanya Imel
"Gampang, ntar aku naik taksi ajha pulangnya" Jawab Saras
"Ya udah kalau gitu, Ras. Kita duluan ya" Pamit Sukron.
"Ya udah kalian hati-hati ya. And semoga happy clubbingnya" Sahut Saras, dia tersenyum tapi hatinya terluka and gak sanggup kalau trus-trusan melihat sukron memperhatikan imel. Makanya dia lebih memilih pulang daripada harus ikut dengan mereka berdua..
Saras pun pulang naik taksi. Dan sesampainya dirumah dia melihat orang rame dirumahnya. Dia pun heran kenapa rumahnya rame banget gitu.
Dia melihat orang-orang menangis dan mama nya pun menangis. Saraspun menghampiri mamanya dan bertanya.
"Ma, apa yang terjadi? kenapa mama menangis?" Tanya Saras.
"Kamu harus kuat nak, papa ninggalin kita untuk selama-lamanya"Jawab Mamanya saras sambil memeluk saras.
"Tidak mungkin, Ma. Papa kan pergi merantau mencari uang untuk kita. Jadi papa gak mungkin ninggalin kita. Papa punya janji sama saras untuk merayakan ulang tahun saras yang 18 tahun bareng" Saras menangis dan teriak dia tidak percaya kalau yang didepannya terbujur kaku adalah papanya.
"tidak ma, tidak ma yang didepan kita bukan papa. Saras tidak percaya papa ninggalin saras dengan cara begini" Teriak Saras masih tidak percaya kalau papanya sudah tidak ada.
"Kuatkan diri nak. Ikhlaskan papamu biar dia tenang di alam sana" Bujuk ibunya berusaha menguatkan saras yang memang sangat manja sama papanya.
" hu hu hu hu papa tidak mungkin ninggalin kita secepat ini, Ma" Ucap saras dalam tangisnya yang tidak bisa berhenti.
"Sabar nak. Semua ini kehendak Allah. Hidup dan mati manusia kan ditangan Allah nak. Jadi kita harus ikhlaskan papa biar papa tenang di alam sana" Ucap mamanya yang juga menangis tapi tetap berusaha untuk menenangkan putrinya.
"Ma, saras mau liat papa untuk terakhir kalinya" Ucap saras sambil berusaha bangkit untuk membuka kain yang menutupi papanya.
Saraspun mencium papanya untuk terakhir kalinya.
"Papa yang tenang ya disana. Saras pasti akan menjaga mama dengan baik" Ucap saras.
"Kapan jenazah papa akan dikuburin ma" Tanya Saras.
"Besok pagi nak. Soalnya sekarang sudah malam banget kata tukang gali kuburnya dan pak kyai" Jawab mamanya.
__ADS_1
*****
Di Club Imel dan sukron sedang asyik joget berdua dan minum hingga membuatnya berjalan linglung.
Karna sudah sangat lelah mereka berdua pun menginap di hotel yang dekat dengan club.
Mereka check in 1 kamar buat berdua. Sukron pun yang masih lebih sadar dibanding imel menuntun jalannya imel buat menuju ke kamar yang mereka pesan.
******
Sampai dikamar sukron pun membaringkan Imel di kasur. Dan dia merebahkan dirinya disamping imel.
Imelpun yang setengah sadar memeluk sukron. Sukron pun sontak kaget dan membuat kelakiannya berontak.
Sukron pun mencium pipi imel dengan mesranya. Karna dia tidak menyangka bisa tidur bareng dengan kekasih pujaan hatinya.
Imel pun membalas ciuman yang diberikan oleh sukron hingga membuat mereka berdua terbuai api asmara hingga hal yang mereka tak inginkan mereka lakukan berdua dengan penuh gairah.
Keesokan paginya disaat mereka sama-sama sadarkan diri. Sontak kaget karna mereka berdua dalam keadaan tidak memakai baju.
"Loe nyosor gue trus. Dan loe ngajak gue untuk melakukannya" Jawab Sukron
"Aduhhh, kenapa loe gak nolak?" Tanya Imel
"gimana mau nolak. Kalau loe narik-narik trus" Jawab Sukron
"Aduhhh... gimana ini?" Tanya Imel.
"Kamu tenang ajha. Aku pasti tanggung jawab kok, kalau terjadi apa-apa sama kamu" Jawab Sukron.
"Loe gak tau ajha. Kalau sebenarnya gue ini pacarnya Irfan sahabat loe sendiri" Ucap Imel.
"Apa..." Sukron kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Imel. Karna dia tidak menyangka kalau imel adalah pacar sahabat karibnya.
"Kenapa loe gak ngasih tau dari awal kalau loe tuh udah pacaran sama Irfan, tau gitu kan gue akan membuang jauh-jauh rasa gue ke loe" Ucap Sukron jujur tentang perasaannya ke Imel.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan, gimana kalau Irfan tau apa yang kita lakukan malam ini?" Tanya Imel.
__ADS_1
"Semua sudah terjadi. Kita harus siap dengan apapun resiko" Jawab Sukron.
imel hanya terdiam mendengar Sukron berkata demikian. Karna dia masih sangat mencintai Irfan sepupunya dan dia tidak ada niatan untuk mengkhianati Irfan.
Karna apa yang terjadi antara dirinya dan sukron semata-mata kecelakaan saja. Padahal kenyataannya Sukron lah yang menggunakan kesempatan disaat dirinya mabuk untuk merenggut mahkotanya.
Dan Sukron mengarang cerita seakan-akan dirinya yang salah atas semua yang terjadi.
Dia mengarang cerita kalau Imel lah yang mengajak dirinya untuk melakukan hal yang terlarang itu.
Dan imel karna tak sadarkan diri saat peristiwa itu terjadi hanya bisa percaya dengan semua hal yang dikatakan oleh sukron.
Sukron telah merenggut mahkotanya dan impiannya untuk bersama dengan Irfan membina rumah tangga yang bahagia.
Karna jika terjadi apa-apa dengan dirinya maka Sukron lah yang harus bertanggung jawab karna dia melakukan hal itu hanya dengan sukron seorang. Meski dia sudah pacaran lumayan lama dengan Irfan tapi Irfan tidak pernah mau untuk melakukan hal itu dengan nya sebelum halal.
Bahkan Irfan selama ini belum pernah untuk menciumnya. Karna Irfan begitu menjaga kehormatannya. Karna bagi Irfan dia pantang menyentuh kehormatan seorang wanita sebelum wanita itu sah menjadi istrinya.
Tapi apa yang akan diperbuat Irfan jika mengetahui wanita yang dicintainya telah dinodai oleh sahabat dekatnya sendiri.
"Apa yang akan terjadi dengan hubunganku jika mas Irfan tau kalau aku telah menghianatinya?" Tanya Imel dalam hatinya.
Imel benar-benar frustasi atas apa yang terjadi dengan dirinya dan sukron. Imel tak abis pikir kenapa musibah ini menimpa dirinya dan kenapa dia harus mau diajak clubbing berdua oleh Sukron.
Penyesalan slalu datang terlambat. Dan sekarang nasi sudah menjadi bubur. Dirinya tidak bisa berkata apa-apa lagi atas semua yang terjadi.
Irfan saat ini sedang sibuk mencari dirinya kemana??
Karna Irfan diberitahu oleh asisten rumah tangganya Imel. Kalau nyonya Imel belum pulang semalaman.
Begitulah nasib anak gadis jika orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Anaknya menjadi tidak terurus dan menjadi pulang tengah malam dan bahkan tidak pulang.
Tetapi kali ini sesuatu hal yang tak diinginkan telah terjadi pada Imel. Bagaimana kalau dirinya hamil. Orang tuanya bisa murka kepada dirinya dan pasti tidak akan dikasih uang belanja atau bahkan dikeluarin dari kartu keluaga karna sudah membuat malu keluarga.
Dan apakah Irfan tidak akan membencinya??
Semua hal itu datang silih berganti dalam pikiran imel yamg sedang kalut dengan semua hal yang kemungkinan terjadi jika dirinya hamil anaknya Sukron.
__ADS_1