Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris

Cinta Jarak Jauh Yang Berujung Miris
Musibah


__ADS_3

Saat sedang asyik-asyiknya mandi Vhira pun terseret oleh ombak ketempat yang agak dalam tapi untungnya si Vhira bisa berenang jadi dia bisa selamat meski terseret ombak ketempat yang dalam.


Vhira dan Imarin pun meyudahi mandi mereka dan pulang menuju rumah tapi hal yang tak disangka terjadi yang mana ketika diperjalanan pulang musibah menimpa mereka berdua yang mana mereka diserempet oleh sprolet yang melaju kencang sehingga membuat mereka berdua tidak sadarkan diri sehingga dirujuk ke rumah sakit terdekat.


Orang-orang pun yang menolong mereka berusaha mencari identitas mereka berdua dan segera menghubungi kedua orang tua mereka.


Imarin mengeluarkan begitu banyak darah dari hidungnya sedangkan Vhira kakinya sobek akibat terpental ke semak blukar sehingga membuat kakinya ditusuk kayu.


Darah tak hentinya keluar dari hidung Imarin sehingga membuat dia kekurangan darah dan membutuhkan transfusi darah segera.


Keluarga dari mereka berdua pun datang dalam keadaan kaget dan ketika melihat keadaan Imarin yang trus mengeluarkan darah mamanya Imarin menangis histeris karna mengetahui keadaan Imarin yang terus-terusan mengeluarkan darah.


"Dok, apa yang terjadi dengan anak saya?" Tanya mamanya Imarin sambil memegang tangan dokter.


"Anak ibu mengeluarkan darah terus menerus sehingga membutuhkan 3 kantong darah tambahan, apakah ada dari keluarga yang golongan darahnya sama dengan pasien?" Tanya Dokter


"Ayahnya sama darahnya dengan dia. Ambil saja darah ayahnya dok" Ucap mamanya Imarin sambil menepuk pundak suaminya.


"Ya Dok, ambil saja darah saya asal anak saya selamat" Ucap papanya Imarin sambil menyodorkan tangannya.


" Baiklah suster tolong dicek ya keadaan pendonornya" Ucap dokter memberi arahan kepada susternya


"Baik Dok" Jawab susternya.


"Ayok pak ikut saya. Kita cek kesehatan dulu ya apakah bisa untuk mendonor atau tidak" Ajak susternya ke papanya Imarin yang saat itu sangat terlihat sedih melihat kondisi anak perempuan paling bungsunya sedang terbaring dikasur pasien tak berdaya.


Dilain sisi Vhira sudah mulai sadar karna luka yang dialami Vhira tak separah lukanya Imarin. Yang mana Vhira hanya terluka dikaki saja efek ranting pohon yang menggores kakinya sehinggal menimbulkan luka yang lumayan dikakinya.


Saat Vhira tersadar dia menanyakan bagaimana keadaan Imarin karna disaat terjatuh dia sempat melihat Imarin penuh dengan darah sebelum pingsan.


"Ma, Pa gimana keadaannya Imarin?" Tanya Vhira ke mama dan papanya.


"Imarin masih ditangani oleh dokter karna masih mengeluarkan darah terus menerus dari hidungnya" Jawab mamanya Vhira.

__ADS_1


" Imarin, kamu pasti bisa melewati masa kritismu sahabatku masih banyak mimpi yang harus kita kejar bersama" Ucap Vhira mendoakan sahabat suka dukanya itu.


" Vhira, kok bisa sih kalian berdua kecelakaan begitu?" tanya papanya Vhira.


"Ini efek sprolet yang melaju kencang tanpa mikir orang lain bakal celaka" Jawab Vhira kesel.


" Kamu ingat no platnya gak sprolet itu?" Tanya papanya Vhira.


"Ya mana ingat papa. Orang pas keserempet Vhira loncat kesemak- semak itu dan pada akhirnya ngga sadarkan diri. Pas sadar tau-taunya udah ada dirumah sakit"Jawab Vhira.


"Lain kali kalau kemana-mana harus hati-hati ya nak, jangan kebut-kebutan kalau bawa motor" Nasehat papanya Vhira kepada Vhira.


"Kita gak kebut-kebutan Pah, tapi sproletnya ajha yang kurang ajar ngebut banget gitu" Jawab Vhira.


"Ya udah peristiwa ini jadikan pelajaran ya, untuk jangan sering keluar rumah palagi tanpa seizin papa atau mama" Ucap Papanya Vhira ingetin anaknya.


"Baik Pak Bos" Jawab Vhira


*****


Papa dan Mamanya Imarin pun menangis melihat putri kesayangan mereka terbaring tak berdaya di tempat tidur pasien.


"Ima, bangunlah nak. Mama sangat sayang sama Ima" Bisik mamanya Imarin ditelinga Imarin sambil menggenggam tangan putrinya.


Imarin pun bereaksi dengan kejang-kejang mamanya pun khawatir dan segera memencet bel untuk memanggil dokter.


Dokter pun segera menuju ke ruangan Imarin dan memeriksa keadaan Imarin. Dokter menyuruh keluarga untuk menunggu diluar karna akan melakukan tindakan terhadap Imarin.


Keluarga pun menuruti perintah dokter dan menunggu diluar dengan penuh ke khawatiran dan mamanya Imarin tak hentinya menangis mengkhawtirkan keadaan putrinya satu-satunya itu.


"Imarin anak mama yang kuat ya, mama masih sangat membutuhkan Imarin dan mama masih pengen becanda-becanda sama Ima" Ucap mamanya ngomong sendiri.


Anggota keluarga yang lain hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka pasrah terhadap apa yang terjadi. Karna mereka percaya segala sesuatunya terjadi atas kehendak Allah sang maha pengatur segalanya termasuk hidup dan mati manusia.

__ADS_1


Mereka semua hanya bisa berdoa agar Imarin bisa sadar dan ceria kembali seperti sedia kala.


Dokterpun keluar dari dalam ruangan dan keluaga Imarin pun menghampiri dokter.


"Dok, gimana keadaan anak saya?" Tanya mamanya Imarin.


"Saya mohon ibu ikhlas ya, Allah lebih sayang kepada anak anda" Jawab Dokter dengan pelan.


"Maksud dokter apa? " Tanya mamanya Imarin meminta kejelasan mengenai perkataan dokter yang mengatakan demikian.


"Anak anda tidak dapat kami selamatkan karna terus-terusan mengeluarkan darah sehingga membuat anak anda kehabisan darah" Jawab dokter menjelaskan kondisinya Imarin.


"Tidak mungkin dok, Imarin tidak akan meninggalkan mamanya. Imarin masih hidup tidak mungkin dia meninggal" Teriak mamanya Imarin seakan tidak percaya kalau anaknya telah meninggal dunia.


Mamanya Imarin pun masuk keruangan Imarin dan memeluk putrinya.


"Imarin bangun nak, mama masih sangat sayang sama kamu, masih banyak mimpi Imarin yang belum imarin gapai" Ucap mamanya sambil menggoyangkan tubuhnya Imarin.


"Imarin pun bereaksi lagi dengan menggerakkan jarinya. Dok anak saya masih hidup jarinya masih bergerak menyentuhku" Ucap mamanya Imarin memberitahu dokter yang masih berada disitu.


Dokter pun mengecek denyut jantung Imarin. Dan ternyata denyut jantungnya kembali berdetak. Dokterpun meminta perawat untuk kembali memasang alat bantu pernafasannya Imarin.


Imarin pun sadar dan menatap wajah ibunya yang sembab karna menangis terus-terusan mengkhawatirkan keadaannya yang sempat dinyatakan meninggal.


"Ma..." Panggil Imarin memanggil mamanya.


"Ya nak, jangan ngomong dulu tunggu Imarin sembuh dulu baru kita ngomong" Jawab mamanya.


"Maafkan Imarin ma, buat ma...ma khawatir sampe ma...ta mama beng...kak gitu" Ucap Imarin dengan terbata-terbata


"Mama baik-baik saja nak, jangan pikirkan mama ya. Imarin fokus untuk untuk sembuh" Jawab mamanya sambil mengusap air matanya.


"Mama jangan nangis lagi, Imarin anak mama ini kuat kok" Ucap Imarin menguatkan mamanya agar tidak khawatir dengan kondisinya.

__ADS_1


"Ya anak mama emang kuat. Makanya lekas sembuh ya sayang supaya bisa ngampus lagi dan bantu mama masak" Ucap mamanya Imarin memberi semangat kepada anaknya.


__ADS_2