
"Kamu tahu,aku begitu tidak suka melihatmu bersama pria lain.Jangankan menciummu membelai rambutmu atau menyentuh tanganmu pun aku tidak rela"ucap Bagas yang terus memajukan langkahnya ke arah Kayla yang melangkah mundur.
Langkah Kayla pun terhenti kala punggungnya sudah mentok dan menempel sempurna didinding ruangan itu,namun Bagas terus saja melangkah maju mengikis jarak pada Kayla yang sudah dilanda rasa takut dengan apa yang akan dilakuka Bagas selanjutnya.
"A_apa mau mu?tolong jangan seperti ini"ujar Kayla yang merasa begitu takut saat Bagas terus mengikis jarak diantara mereka.
"Karena aku tidak suka ada jejak pria lain maka aku akan menghilangkan jejak itu"jawab nya sembari terus melangkah maju hingga kini keduanya telah saling menempel satu sama lain.
"Apa mak___mmfftt"belum selesai Kayla bertanya namun bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Bagas yang ******* dan menghisap bibir ranum Kayla hingga bibir itu memerah.
Set...
Plaaakkkk...
Sebuah tamparan keras mendarat tepat dipipi Bagas yang ditumbuhi bulu bulu halus khas seorang pria dewasa.
Saking kerasnya kepala Bagas pun hingga berpaling ke arah kiri saat mendapatkan tamparan keras itu.
__ADS_1
"Jangan kurang ajar kamu ya?mentang mentang kamu atasan disini seenaknya saja kamu memperlakuka karyawan"bentak Kayla yang tidak lagi menaruh rasa hormat atau pun takut pada Bagas karena merasa dirinya diperlakukan tidak wajar.
Dengan nafas yang memburu karena menahan rasa marahnya Kayla pun berlalu meninggalkan Bagas yang masih termenung kala mendapatkan sebuah tamparan keras dari tangan Kayla.
"Tapi aku merindukanmu Kay"suara lirih Bagas yang mengatakan kata 'rindu' membuat langkah Kayla terhenti san kembali menoleh ke arah belakang.
"Jangan ucapkan kata kata manis itu dari mulutmu yang menjijika itu,karena sampai mati pun aku tidak akan sudi lagi mendengarnya dari mulutmu"Kayla pun segera melanjutkan lagi langkahnya namun disaat akan membuak pintu langkahnya kembali terhenti saat mendengar Bagas mengatakan kata 'maaf'.
"Maaf aku Kay,malam itu aku begitu kalut dan tidak bisa berpikir panjang,aku___"
"Cukup.Tidak perlu dibahas lagi,semua sudah berlalu dan kini mari lupakan masa lalu dan hidup dengan masa kini.Aku akan memaafkan mu jika kamu tidak pernah lagi mendekatiku,anggap kita tidak pernah saling mengenal sebelum nya maka aku akan memaadkanmu tapi jika kejadian ini terulang kembali jangan pernah berharap kalau kamu akan bertemu denganku lagi"
Tidak mudah untuk Kayla melupakan pria yang sebentar lagi akan menikahi seorang model cantik itu dan kini setelah semua berjalan kembali normal dia hadir kembali dengan membawa sejuta rasa sakit dan kecewa yang sudah terkubur rapih kini timbul kembali.
Kayla pun segera beranjak dari meja kerjanya dan pergi meninggalkan kantor itu menuju kesebuah tempat yang membuatnya akan merasa tenang.
Bahkan Kayla mengabaikan kalau jam kerja nya masih ada dan seharusnya semua karyawan dilarang untuk pulang terkecuali ada masalah mendadak dan penting.
__ADS_1
Namun karena kejadian didalam ruangan kerja tadi membuat Kayla marah dan memutuskan untuk meninggalkan kantor meski masih jam kerja.
Sementara didalam ruangannya Bagas masih terpaku ditempatnya.Bagas begitu menyesali dan merutuki perbuatan nya kali ini.
Diselimuti rasa cemburu yang memuncak hingga ke ubun ubun membuatnya gelap mata dan nekad melakuka hal itu pada Kayla yang begitu dirindukan nya.
Namun nampaknya luka yang diberikan olehnya begitu dalam tertoreh didalam hati gadis itu.Sehingga hanya sekedar dekat pun dia tidak mau bahkan dengan gamblang nya mengatakan telah melupakan masa lalu diantara mereka berdua.
*
*
Sementara itu Kayla yang baru saja tiba dirumah sakit segera berlari menuju kerah ruang kerja sang kekasih.
Setibanya disana Kayla langsung menubruk tubuh kekar pria itu tanpa peduli lagi dengan sekitarnya.
Bruukkk...
__ADS_1
Greeppp...
Kayla memeluk erat tubuh kekar Daniel saat tiba diruangan kerja pria itu tanpa melihat kalau diruangan itu ternyata bukan hanya di isi oleh Daniel seorang.