
"Dari laporan yang kami terima,Bagas dan juga Daniel dirampok setelah melakukan makan siang.Namun ada sebuah kejanggalan dalam peristiwa itu yang kini masih dalam penyelidikan"jawab Mamah Rianti.
"Maksud tante bagaimana?"tanya Kayla yang masih belum mengerti arah pembicaraan nya dengan Ibu dari Bagas itu.
"Aksi perampokan itu sepertinya sudah direncanakan oleh seseorang.Karena sebelum kecelakaan itu terjadi Bagas dan juga Dokter Daniel sempat diculik,tapi sepertinya bisa meloloska diri.Tapi masih belum jelas karena penyelidikan masih berlanjut"jelas Mamah Rianti yang mendapatkan laporan dari oenag suruhan nya untuk menyelidiki kasus yang menimpa anaknya.
Kayla dan Bu Fatimah pun semakin dibuat bingung.Pasalnya selama memgenal Daniel dia adalah pria yang baik dan banyak teman.
Tidak mungkin pria sebaik Daniel memiliki musuh yang tega melukainya bahkan hingga mengalami koma.
Dan Bagas sendiri pun begitu,meski sempat berseteru dengan Kayla namun Kayla yakin Bagas bukan tipe orang yang cari masalah hingga harus terlibat aksi kriminal seperti yanh di alami nya saat ini.
Namun semua kebingungan dan semua tanda tanya itu hanya Bagas dan Daniel yang bisa menjelaskan nya.Tapi sayang kondisi keduanya pun saat ini masih mengkhawatirkan.
Jangankan menjelaskan esok hari masih bernyawa ataupun tidak,mereka sendiri pun tidak mengetahuinya.Hanya berharap ada keajaiban untuk kedua pria tersebut.
__ADS_1
*
*
Hari pun berganti hari dan kini satu minggu sudab Bagas dan Daniel berada dirumah sakit.Bagas sendiri sudah berangsur baik namun masih dalam pengawasan jadi masih berada diruang ICU dan untuk Daniel sendiri masih belum ada perubahan masih tetap sama dengan saat dia masuk kesana.
Drrrtttt....
Suara deret pintu ruangan dimana Bagas dan Daniel pun mengalihkan fokus Kayla dan Mamah Rianti yang tengah berbincang ringan tentang kehidupan mereka selama satu minggu ini berada dirumah sakit.
"Bagaimana keadaan Bagas dan Nak Daniel Dokter?"tanya Mamah Rianti sudah tidak sabar mendengar kabar tentang kedua pria yang ada didalam sana.
"Untuk pasien bernama Bagas kondisi nya sudah membaik dan kemungkinan nanti sote bisa dipindahkan ke ruangan rawat inap namun untuk saudara Daniel...."
"Ba_bagaimana dengan Mas Daniel Dok?"kini giliran Kayla yang maju untuk bertanya dengan wajah cemas nya.
__ADS_1
Dokter pun menghela nafas sepenuh dada sebelum menjawab pertanyaan dari Kayla.
"Maaf kami sudah berusaha sebaik dan sebisa yang kami mampu namun tuhan berkehendak lain dan dengan ini saya sampaikan.Pasien bernama Daniel adijaya baru saja berpulang ke rahmatullah"lanjut Dokter sembari menundukkan kepalanya tanda berduka.
Brugghkkkk....
Seketika tubuh Kayla pun limbung dan jatuh pingsan setelah mendengar kabar kalau Daniel tidak bisa diselamatkan dan meninggalkan Kayla untuk selama lamanya.
"Ya ampun Nak Kayla"seru Mamah Rianti segera menangkap tubuh Kayla yang jatuh karena shocl dengan kabar meninggalnya Daniel.
"Maaf Dokter tolong bantu saya membawa Kayla keruangan rawat inap yang kosong saja biar dia bisa sekalian istirahat"ujar Mamah Rianti meminta bantuan Dokter membawa Kayla ke salah satu ruangan rawat inap yang nanti akan ditempati oleh Bagas nantinya.
Dengan bantuan Dokter Kayla pun akhirnya bisa berbaring ditempat yang nyaman dengan ditemani oleh Mamah Rianti karena Bu Fatimah sedang pulang dahulu untuk melihat keadaan rumah dan juga membawakan kebutuhan Kayla dan juga dirinya selama menunggu kesembuhan Daniel dan juga Kayla.
Mamah Rianti pun menjaga Kayla yang masih belum sadarkan diri dan terbaring lemah dibrangkar ruang rawat inap VVIP yang khusus dipesan oleh Mamah Rianti untuk Kayla dan juga Bagas agar bisa satu ruangan.
__ADS_1
Dengan begitu Mamah Rianti dan juga Bu Fatimah bisa bergantian menjaga putra dan putrinya selama mereka dirawar dirumah sakit.