
"Bu,bagaimana kalau kita pulang kampung saja?"tanya Kayla setelah terdiam beberapa saat.
"Kenapa tiba tiba?apa ada masalah?"tanya Bu Fatimah lagi namun di jawab sebuah gelengan kepala oleh Kayla.
"Kayla hanya ingin kembali kesana,kita bisa membeli rumah baru disana.Yang pasti saat ini Kayla mau kembali kesana Bu"jawab Kayla sendu.
"Kamu yakin Nak?"
"Iya Bu,lagi pula buat apa juga disini?nggak ada yang kita harapkan jugakan?"
"Jika itu yang terbaik untuk kamu,maka Ibu akan selalu mendukungmu Nak"
Keduanya pun sepakat untuk kembali kekampung halaman,meski Kayla tidak memberi tahu Bu Fatimah namun Ibu satu anak itu tahu pasti jika sang anak tengah mengalami kegalauan akan perasaan nya.
Mungkin rencana pertunangan Bagas lah pemicunya meski Kayla tidak pernah lagi terbuka akan perasaannya tapi Bu Fatimah sungguh tahu alasan dibalik Kayla ingin kembali pulang kekampung halaman nya.
Seminggu yang lalu Bagas memang mengabarkan bahwa dirinya akan melakukan pertunangan dengan anak dari teman Ibu nya.
__ADS_1
Dan itu jadi kabar bahagia bagi siapa pun yang mendengarnya terkecuali Kayla.Semenjak mendengar kabar bahagia Bagas,Kayla selalu nampak murung dan terdiam.
*
*
Bagas mengedarkan pandangan nya mencari seseorang yang begitu dia harapkan ada sebagai saksi hari bahagianya bersama dengan Raisa.
Namun nihil hampir setengah jam dia mencari namun nampaknya orang yang dia cari tidak ada disana untuk ikut menyaksikam dimana Bagas akan mempersunting wanita pilihan dari sang Mamah untuk jadi pendamping hidupnya.
Kesal karena Kayla tidak kunjung bisa dihubungi,Bagas pun segera menghampiri Rizal yang nampak sibuk membantu menyiapkan acara yang akan digelar 2 jam kedepan.
"Za,Kayla belum datang ya?kok nggak ada?"tanya Bagas pada Rizal yang tengah sibuk mengatur tatanan makanan untuk menjamu para tamu.
"Kayla?"tanya Rizal balik.
"Iya Kayla,kenapa dia belum kelihatan ya?padahal sudah mau dimulai ini acaranya"jawab Bagas nampak gelisah karena tidak kunjung menemukan gadis yang begitu dia harapkan ada bersama dengan nya saat ini.
__ADS_1
"Loh emang dia nggak bilang sama kamu?nggak pamitan juga?"tanya Rizal yang membuat Bagas menyatukan kedua alisnya.
"Maksud kamu apa Za?aku nggak ngerti.Beberapa hari ini aku benar benar sibuk dan belum sempat berkomunikasi dengan nya,memang apa yang terjadi?berpamitan katamu tadi?pamit apa dan kemana?"jawab Bagas mulai panik mendengar apa yang dibicarakan oleh Rizal tentang Kayla.
"Kayla sudah resign dan kemarin dia sudah pergi bersama dengan Ibunya.Aku kira dia sudah bilang padamu"jawan Rizal yang sama bingung nya.
"Re_resign?kenapa Kayla resign?dan kapan dia resign?"tanya Bagas yang shock dan juga panik.
"Loh kok malah nanya?kan kamu yang tanda tangan?sekarang masih di urus pihak HRD sih,tapi Kayla sudah pamit dan pergi kemarin sore"
"Kamu tahu dari mana kalau Kayla pergi?"
"Aku nggak sengaja ketemu dibandara saat jemput nyokap.Dia bilang dia mau balik kampung dan dia juga titip doa buat kalian berdua.Dia juga bilang maaf karena tidak bisa ikut berbahagia dengan kalian hari ini.Ah sampai lupa,dia juga memberikan kado buat kamu dan aku sudah simpan dikamar didalam lemari kamu karena takutnya kamu nggak ngeuh dengan kado yang dia kasih"jelas Rizal yang membuat seluruh tubuh Bagas melemas dan tidak bertenaga.
Bagas merasa kecolongan,saking sibuknya dan repot oleh persiapan pertunangan nya membuat Bagas tidak teliti dengan apa yang disodorkan oleh Kayla untuk ditanda tangani sehingga tanpa sadar menyetujui formulir pengunduran diri Kayla tanpa dia sadari.
...****************...
__ADS_1