
Bagas menatap wajah sendu Kayla saat Kayla dibawa kembali masuk kedalam ruangan yang sama dengan nya.
Ingin rasanya berlari dan memeluk tubuh mungil itu dan mendekapnya dengan erat agar semua kesedihan yang Kayla rasakan saat ini bisa sedikit berkurang.
Namun apalah daya saat raga nya yang masih lemah tidak mendukung keinginan nya.Kayla sendiri hanya diam dengan tatapan kosong.
Dengan bantuan satu orang suster dan Bu Fatimah Kayla kembali berbaring dibrangkar tepat disamping Bagas.
Namun Kayla seolah tidak peduli,dunianya kini terasa gelap dan sunyi seiring dengan perginya Daniel dari hidupnya.
Baru juga beberapa saat Bagas bisa kembali melihat senyum manisnya kini senyum itu hilang kembali.
Tidak hanya senyum bahkan suara Kayla pun nampaknya ikut hilang.Selama dirawat Kayla sama sekali tidak pernah mengeluarkan suaranya.
Tidak ada lagi tangis atau air mata diwajahnya namun kini Kayla bagaikan mayat hidup.Bernyawa namun tidak memiliki kehidupan.
*
*
__ADS_1
Sudah dua minggu berlalu dan kini kondisi Bagas pun mulai berangsur membaik namun tidak dengan Kayla.
Semakin hari kesehatan Kayla semakin menurun,bahkan kini Kayla hanya bisa terbaring lemah dibrangkarnya.
"Sembuhlah Kay,kamu tidak sendiri.Masih ada aku disini"ucap Bagas tepat disamping telinga Kayla.
Tangan Bagas menggenggam erat tangan lemah Kayla yang terbebas dari jarum infus.Semejak bisa bangun dan turun dari ranjang pasien miliknya.
Tidak sedikit pun Bagas meninggalkan Kayla.Tidak kenal lelah,Bagas terus ada disamping Kayla meski sering kali diabaikan oleh Kayla.
Bahkan Bagas seolah tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih.Bagas selalu duduk dikursi disamping ranjang Kayla.
Hanya saar tidur saja Bagas meninggalkan Kayla karena sangat tidak mungkin untuk Bagas tidur dengan posisi duduk karena luka tusuk yang ada ditubuhnya belum sepenuhnya mengering.
"Nanti saja Bu,saya masih mau temani Kayla"
"Nak,Ibu tahu kamu cemas dan khawatir.Tapi kamu juga harus menjaga kesehatan kamu,saat ini hanya kamu yang dimiliki Kayla jadi Ibu mohon jaga kesehatan agar Kayla tidak kembali kehilangan orang terdekatnya"bujuk Bu Fatimah agar Bagas mau menurutinya untuk beristirahat.
"Baiklah jika begitu"
__ADS_1
Bagas pun mulai bangkit dari duduknya dan akan segera beranjak,namun baru juga berbalik Bagas terpaksa menghentikan langkahnya saar tangan nya dicekal oleh Kayla.
"Bagas"lirih Kayla dengan nada lemahnya.
Mendengar namanya disebut Bagas pun segera membalik tubuhnya dan menoleh ke arah Kayla yang kini sudah membuka mata dan menatapnya.
"Kayla,kamu sudan bangun?apa ada yang kamu butuhkan,hhmm?"ucap Bagas membelai sayang pucuk kepala Kayla.
Bu Fatimah pun ikut menghampiri Kayla yang sudah membuka matanya namun hanya memperhatikan interaksi antara Bagas dan Kayla.
"Aku mau pulang"lirih Kayla.
"Iya kita akan pulang,tapi kamu makan dulu lalu minum obat ya?biar Dokter mengijinkan kita pulang"bujuk Bagas pada Kayla.
Kayla mengangguk lemah,menuruti apa yang Bagas katakan.Dengan telaten Bagas menyuapi Kayla lalu memberikan Kayla obat.
Setelah beberapa saat Kayla pun kembali terlelap dan Bagas pun ikut membaringkan diri diranjang miliknya.
Melihat Kayla yang sudah mau makan dan minum obat membuat Bagas pun ikut bersemangat untuk sembuh.
__ADS_1
Dan tanpa disuruh pun kini Bagas mencoba mengatur waktu untuk dirinya juga mengistirahatkan tubunya.
...****************...