
Gerimis di luar yang turun tiba-tiba, menambah hawa dingin kian menikam raga.
Dan Dafa yang sedang asyik bercerita itu berulang kali merapatkan jaketnya. Berharap rasa dinginnya sedikit berkurang.
Aneh, kali ini Dafa tidak merasa canggung untuk bercerita sesuatu yang amat rahasia, yang sangat pribadi, pada orang yang baru saja dikenalnya dalam beberapa hari ini.
Lelaki itu malah merasa rileks. Merasa nyaman. Merasa beban yang selama ini menggayut dipikirannya perlahan-lahan memudar. Dan....mencair!
Sementara itu, Dewi Amoy yang sedari awal tekun mendengarkan cerita Dafa itu, sepertinya lambat Laun tidak mampu melawan perasaannya. Awalnya sang artis itu cuma terisak pelan. Makin lama makin keras. Dan kini makin tidak mampu lagi manahan tangisnya. Hingga tubuhnya pun terguncang-guncang hebat seperti kena gempa.
Dafa akhirnya menutup ceritanya. Kemudian dengan sebongkah keheranan, dia memandangi Dewi. Aneh. Batinnya merasa heran. Kenapa wanita cantik ini jadi sehisterius ini? Sepeduli apa sih dia pada Nur dan pada aku?
Kenapa aku dan Nur yang menjalani suratan ini. Koq Dewi, yang bukan siapa-siapanya, justru terlihat merasakan susah yang berat?
Tangisan Dewi semakin menyayat. Sedu-sedannya terdengar memilukan. "Terrnyata dugaanku benar. Ternyata tidak salah. Oh.....!" Dewi terlihat mengibas-ibaskan rambutnya yang panjang terurai. Entah ada gejolak apa di hatinya. Tapi ....sepertinya gejolak itu begitu dahsyat!
Dafa semakin heran. Dan tak habis mengerti. Dipikirannya ada segudang pertanyaan yang tidak mampu dia pecahkan.
__ADS_1
Kemudian tiba-tiba muncul pula di hati lelaki itu rasa panyesalan. Kalau tahu akan begini reaksi Dewi terhadap cerita tadi. Sumpah mati.... Dafa tidak mungkin mau bercerita.
"Maapkan aku Dewi. Aku telah membuat kamu sedih."sesalnya. "Andai tadi aku tidak bercerita tentang kejadian itu tentu kamu tidak akan menguras air mata. Aku mohon lupakan saja cerita tadi. Biarlah...... hanya aku dan Nur yang merasakan."
Dewi malah menggeleng-gelengkan kepalanya."Kenapa anda minta maap? Anda tidak bersalah koq "bantahnya.
"Tapi gara-gara mendengar cerita tadi, Dewi sangat berduka."
"Justru aku sangat berterima-kasih pada anda . Karena anda mau bercerita jujur dan apa adanya."
"Aku tidak mengerti maksud perkataan Dewi." Dafa menatap mata Dewi.
"Apa.....?!!! "Dafa terkejut sampai tubuhnya agak terlonjak. Sungguh, sedikit pun dia idak menduga . Sedikit pun! Bagaimana mungkin perempuan yang tampak anggun dan punya kasih sayang ini bisa berbuat sekeji itu?.
Sementara di sana-sini banyak perempuan yang terlihat sangar dan ganas, tapi masih telaten merawat bayinya. Menyusuinya. Dan memeliharanya sampai tumbuh dewasa.
Apa yang melatar-belakangi tindakkan bejadnya ini? Dafa tidak mampu menebaknya. Yang pasti tindakan Dewi ini pasti ada penyebabnga. Pasti!
__ADS_1
"Kenapa wanita secantik anda berbuat sebodoh itu?"tanya Dafa dengan antusias. Terus terang dia amat membenci perbuatan itu. Bukannya karena dia yang merasa jadi korban. Tapi ini menyangkut nilai-nilai kemanusiaan. Seorang bayi yang belum bisa merawat dirinya harus ditelantarkan. Harus dijauhkan dari sumber kehidupannya. Dari ****** susunya!
Dewi kian terkulai. Wajahnya dia dibenamkan di bantal kursi. Suara tangisnya terus menyayat hati. Berbaur dengan suara air hujan di atas genting.
"Kenapa kamu tega berbuat seperti itu? Apakah kamu tidak punya rasa kasih sayang terhadap anakmu itu?"tanya Dafa lagi. Sedikit amarah.
Dewi mengangkat wajahnya untuk menatap Dafa. Matanya yang sembab menyimpan selaksa duka. Mata itu bersimbah air bening. Terbersit pula di sana rasa penyesalan.
"Aku memang manusia terkejam di dunia ini" sesalnya. "Mestinya aku tidak berbuat seperti itu. Aku sangat menyesal...!'
"Apa yang melatar-belakangi tindakan bodohmu itu?"
"Anda ingin tahu?"
"Ya..!!"
Dewi menarik napas dalam-dalam. Mencoba menahan isaknya dengan sekuat tenaga Sepenggal kisah hidupnya ingin dia ingat kembali. Ingin dikenang lagi. Kemudian akan dia paparkan pada orang yang baginya sangat berjasa. Dafa...!
__ADS_1
Andai bukan laki-laki itu yang meminta, Dewi tidak akan sudi membongkar rahasia itu .Bukan saja karena sangat tabu untuk diceritakan . Tapi pasti akan terasa pahit bila dikenang. Akan membuat hatinya bagai disayat-sayat sembilu Oh!
*****