Cinta Lintas Agama

Cinta Lintas Agama
Bab 10


__ADS_3

"Khadijah, selamat datang di kampus ini. Kamu tenang saja, selama ada aku disini, nggak akan ada yang berani gangguin kamu," ucap Dominic yang hanya di balas dengan kata makasih oleh gadis cantik itu.


***


"Jadi Khadijah doang nih yang di sambut, gue enggak gitu?" sindir Alina namun tidak di gubris oleh laki-laki tampan itu.


Khadijah pun hanya tersenyum melihat kedua kakak beradik tersebut.


"Khadijah, ayo kita masuk. Kita harus segera mengisi data-data yang kemaren itu," ajak Alina lalu menarik tangan sahabatnya itu dan meninggalkan Dominic di parkiran.


Di saat Dominic hendak menyusul sang adik dan Khadijah, ia pun tak sengaja berpapasan dengan Clarista dan juga sepupunya Roky.


Melihat kedekatan mereka, hati Dominic rasanya kembali hancur dan sakit.


'Bagaimana bisa Clarista terlihat seperti tidak bersalah sama sekali. Padahal ia telah membuat hatiku hancur berkeping-keping' batin Dominic lalu membuang mukanya.


"Dom, mau kemana lo?" tanya Roky menghentikan langkah laki-laki itu.


"Bukan urusan lo," jawab Dominic lalu meneruskan langkahnya.


"Dom, gue mau ngucapin makasih sama lo karena selama beberapa tahun ini lo udah jagain Clarista buat gue. Lo memang hebat sekali, lo tau kenapa gue bilang lo hebat? Lo hebat karena lo bisa nahan diri lo untuk tidak meniduri Clarista, sehingga gue lah orang pertama yang nidurin Clarsita," ucap Roky seketika membuat Dominic emosi dan mengepalkan tangannya.


Ternyata, dari sisi lain, ada Alina dan Khadijah yang tak sengaja melihat percakapan mereka. Dan di saat Dominic hendak menyerang Roky, tiba-tiba saja Khadijah datang dan memanggil namanya.


Mendengar suara Khadijah, seketika Dominic, Roky dan juga Clarista langsung melihat ke arah Khadijah yang dengan tenangnya berjalan ke arah mereka.


"Kak, sudah. Jangan terpancing emosi. Biarkan mereka. Ingat kak, orang baik akan mendapatkan jodoh orang baik pula. Dan kamu adalah orang baik. Suatu saat nanti, kamu juga akan mendapatkan jodoh orang yang baik juga," ucap Khadijah membuat raut wajah Clarista berubah.


'Siapa wanita ini? Apa hubungannya dengan Dominic?' batin Clarista penasaran.

__ADS_1


"Oh, jadi menurut lo gue ini bukan orang baik gitu?" tanya Roky kesal.


"Kalau menurut penilaian saya sebagai perempuan, kamu ini bukanlah orang baik. Bahkan kamu jauh dari kata baik. Jika kamu baik, maka kamu tidak akan mengambil sesuatu yang bukan milikmu, termasuk pasangan saudara mu sendiri. Tak ada satu pengkhianat pun yang pantas dianggap baik di muka bumi ini," jawab Khadijah dengan tenang.


Mendengar jawaban dari Khadijah, wajah Roky pun langsung memerah dan ia segera pergi meninggalkan Khadijah dan juga Dominic.


Dominic hanya diam menatap lekat ke arah Clarista.


Seperti ada yang ingin ia sampaikan, namun lidahnya terasa kelu. Begitu juga dengan Clarista. Ia seperti ingin menyampaikan sesuatu kepada sang mantan kekasih, namun sayang sekali, ia seolah tak memiliki keberanian untuk mengatakannya.


"Makasih ya Kha, lagi-lagi lo datang menyelamatkan gue," ucap Dominic setelah kepergian mantan dan juga sepupunya itu.


"Sama-sama kak," balas Khadijah tersenyum.


"Jadi gimana kak? Setelah kejadian ini, lo akan kepikiran buat bunuh diri lagi?" ledek Alina seketika membuat Khadija tertawa ringan.


Beberapa saat kemudian, Khadijah dan juga Alina pun pamit pulang kepada sang kakak. Di saat mobil Alina sudah meninggalkan area kampus, Dominic pun juga hendak pergi menggunakan mobilnya. Namun dengan cepat seorang wanita datang dan berlari ke arahnya seraya memanggil namanya.


Hal itu lantas membuat Dominic langsung melihat ke arah si wanita tersebut.


"Clarista," gumam Dominic menghela nafasnya kasar.


Ia rasanya tidak kuat lagi jika harus menghadapi wanita yang masih sangat ia cintai itu.


"Dom,"panggil Clarista menatap lekat ke arah mantan kekasihnya itu.


"Ada apa lagi Ris?" jawab Dominic membuang mukanya.


"Dom, maafkan aku. Aku.. Aku tidak bermaksud untuk melukai hatimu. Aku masih mencintai mu Dom. Rasa cinta ku masih sama seperti yang dulu," ucap Clarista tak membuat mimik wajah Dominic berubah sedikitpun.

__ADS_1


"Lalu?" tanya Dominic sembari memain-mainkan kunci mobilnya.


"Dom, aku ingin mengatakan jika aku terpaksa meninggalkan mu dan beralih ke Roky. Aku melakukannya demi kebaikanmu Dom. Aku mohon tolong mengerti," ucap Clarista memegang erat tangan laki-laki yang sudah lama menemani hidupnya itu.


"Apa kamu bilang? Demi kebaikan ku? Kebaikan ku apa Ris? Ingat ya Ris, mulai detik ini jangan ganggu hidup aku lagi. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," ucap Dominic menarik tangannya dengan kuat.


"Aw, Dom, kamu menyakitiku," ringis Clarista berharap simpati dari mantan pacarnya itu.


"Bukan urusan gue. Lo ngerti, gue nggak peduli lagi sama lo.p Terserah, mau lo sakit ataupun mati sekalian," ucap Dominic lalu masuk ke mobilnya.


Betapa perihnya hati Clarista saat mendengar perkataan kasar yang baru saja di lontarkan oleh laki-laki yang ia amat cintai itu. Ia langsung terduduk lemas ke lantai dan menangis sejadi-jadinya.


"Maafkan aku Dom.. Maafkan aku," gumam Clarista di sela-sela tangisannya.


"Apa yang kamu lakukan di sini Rista?" tanya Roky yang tiba-tiba saja berada di belakangnya.


Dengan cepat, Clarista pun bangkit dan langung menampar laki-laki yang telah menghamilinya itu.


"Kamu masih nanya ngapain aku disini? Untuk apa Roky? Untuk apa kamu? Kamu peduli? Kamu iba? Atau kamu hanya sekedar bertanya? Roky kamu tau, kamu telah merusak semuanya, kamu bahkan sudah menghancurkan hidup ku dan juga masa depan ku," ucap Clarista yang benar-benar sudah emosi.


"Clarista sudah ku bilang sama kamu, buang jauh-jauh perasaan kamu terhadap Dominic. Kalian bukan siapa-siapa lagi. Ingat ya Rista kamu saat ini tengah hamil anak ku. Darah daging ku. Jika kamu tidak ingin aku tinggalkan dan tidak ingin video panas mu dengan ku tersebar, maka jangan pernah berharap lagi kepada Dominic. Hapus air mata mu dan kita pergi sekarang. Hari ini kita akan ada fitting baju pengantin dengan desainer langganan ku," ancam Roky menarik kasar lengan Clarista dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Aw, sakit Roky," protes Clarista namun tak di acuhkan oleh laki-laki itu.


Sementara itu, di sepanjang jalan, Dominic sangat emosi sekali. Bagaimana bisa Clarista datang dan meminta maaf kepadanya dan melakukan ini semua demi kebaikan dirinya sendiri.


"Arrgghhhh, kurang ajar kalian semua," teriak Dominic memukul stir mobilnya.


Pada malam harinya, di saat keluarga Dominic tengah menikmati makan malamnya, tiba-tiba saja ponsel milik Leoni berdering. Setelah dilihat, ternyata ada panggilan untuknya dari Sinta, saudara perempuannya.

__ADS_1


__ADS_2