Cinta Lintas Agama

Cinta Lintas Agama
Bab 6


__ADS_3

'Sial. Si Alina pasti tau nih kalo gue mau bunuh diri. Semoga saja dia nggak lapor sama mama,' batin Dominic cemas.


***


"Ya sudah. Ayo kita makan sama-sama," ajak Husin, ayahnya Khadijah.


"Iya, ayo kita makan sama-sama," tambah ibu Siti lagi.


"Beberapa saat kemudian, mereka telah duduk dan berkumpul di meja makan bersama. Suasana yang sungguh harmonis dan juga penuh kedamaian dan kehangatan.


"Hmmmm, nak Dominic, saat ini, kamu kuliah atau bekerja? Atau... Kamu sudah menikah?" tanya ibu Siti membuat Alina menahan tawanya.


"Apa sih lo dek?" bisik Dominic menyenggol lengan adiknya itu.


"Kenapa? Ibu salah nanya ya?" tanya ibu Siti lagi.


"Ah, nggak kok bu, saya masih kuliah bu. Sudah semester terakhir," jawab Dominic dengan senyuman yang di paksakan nya.


"Wah, sebentar lagi tamat dong. Tapi, kalau kamu semester terakhir, itu artinya kamu dan Alina jaraknya tidak terlalu jauh dong?" ucap ibu Siti membuat Alina lagi-lagi berusaha menahan tawanya.


"Nggak juga bu. Kebetulan saya ini mahasiswa abadi. Ya maklumlah bu, otak saya cetek, nggak seperti otaknya Alina," jawab Dominic dengan wajah yang sudah memerah karena malu.


"Oh, jadi kamu mahasiswa abadi. Nak Dominic, meskipun kamu memiliki kekurangan seperti itu, jangan pernah jadikan kekurangan mu itu sebagai alasan untuk kamu berputus asa. Tak ada satu agama pun yang menyukai umatnya yang berputus asa," ucap ibu Siti yang sepertinya tau jika Dominic malu dengan keadaannya.


"Iya bu. Makasih sudah mengajarkan saya dan mengingatkan saya," balas Dominic masih dengan senyuman yang dipaksakan.


Beberapa jam kemudian, kedua kakak beradik itu pun berpamitan pulang ke rumah mereka.


Mereka berdua mengerti jika Khadijah masih butuh waktu untuk beristirahat.


"Kalian kenapa pulangnya cepat sekali?" tanya Khadijah masih mengenakan cadarnya.

__ADS_1


"Ini kita sudah lama disini Khadijah. Kamu sendiri pasti butuh waktu buat istirahat. Besok, aku jemput kamu lagi kesini ya. Kita akan ke kampus bakti bangsa bersama-sama," jawab Alina tersenyum.


"Ya sudah. Baiklah kalau begitu. Makasih ya Al, kamu sudah repot-repot kesini buat aku," balas Khadijah lagi.


"Sama-sama Khadijah," ucap Alina lalu pergi meninggalkan rumah itu.


"Dek, kok gue nggak tau ya kalo lo punya teman kayak Khadijah?" tanya Dominic di saat mereka sudah berada di atas mobil.


"Ih, memang gue harus ya kasih tau lo kalo gue punya teman sebaik dan secantik Khadijah?" jawab Alina sewot.


"Hhhhh, cantik dari mana? Orang mukanya selalu di tutupi gitu," ledek Dominic lalu melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Khadijah.


"Yah, lo sih nggak tau. Khadijah itu cantik banget kak. Udah cantik, mukanya kayak bercahaya gitu lagi. Kalo menurut gue, nggak ada wanita lain yang kecantikannya ngalahin kecantikannya Khadijah," jawab Alina semakin membuat Dominic penasaran dengan sosok wanita soleha itu.


"Lebay lo. Emang lo pernah gitu lihat wajahnya Khadijah?" tanya Dominic lagi.


Ia benar-benar penasaran sekali dengan sosok Khadijah.


"Seriusan lo? Wah, beruntung dong laki-laki yang dapatin paket komplit kayak Khadijah," balas Dominic lagi.


"Ya.. Ya beruntunglah kak. Gimana kalo lo aja yang jadi cowoknya Khadijah? Gue dukung banget lo kak," usul Alina membuat Dominic menghentikan laju mobilnya karena lampu merah.


"Gue? Hhhh.. Apa-apaan sih lo dek. Ya nggak mungkin bisa lah. Secara Khadijah itu seorang muslim taat. Lah gue? Gue? Kita ini beda agama dek. Mana mungkin bisa bersatu," jawab Dominic tak berharap banyak kepada gadis bercadar itu.


"Ya elah kak. Belum apa-apa lo udah nyerah gitu aja. Nggak masalah kak lo dan Khadijah beda agama, yang terpenting itu adalah, lo cinta dan Khadijah pun cinta.


Nanti, siapa tau dia berminat masuk agama kita, atau lo yang masuk agamanya dia," ucap Alina asal ceplos.


"Hush, apaan sih lo dek. Nggak baik ngomong gitu. Gue nggak mungkin lah ninggalin agama gue demi seorang wanita. Emang lo pikir gue cowok apaan?" ucap Dominic lagi.


"Ya udah. Bagus lah. Kalau gitu mending lo dan Khadijah temanan aja. Dia baik loh orangnya," ucap Alina lagi.

__ADS_1


Saking sayangnya sama Khadijah, Alina masih belum mau menyerah untuk menjodohkan sang kakak dengan sahabatnya itu.


"Nah, itu baru bener. Kayaknya gue dan Khadijah memang pantas untuk berteman saja," balas Dominic sedikit berkecil hati.


"Oh ya kak, emang yang di katakan Khadijah tadi bener ya?" tanya Alina. Ia baru ingat jika Khadijah mengatakan jika tadi dirinya bertemu dengan Dominic saat sang kakak akan melompati sungai untuk mengakhiri hidupnya,"


Dominic sendiri bingung harus menjawab apa. Ia taku jika dirinya menjawab iya, Alina akan mengadukan kebodohan sang kakak kepada kedua orang tuanya.


"Kak, lo kenapa diam? Aaaa, lo takut ya jika gue akan ngadu sama mama dan juga papa?" tuduh Alina yang memang benar adanya.


"Apaan sih lo dek. Udah jangan ngungkit-ngungkit masalah itu lagi. Dan ingat, jangan sampai mama sama papa tau masalah ini," jawab Dominic yang secara tidak langsung membenarkan perihal bunuh dirinya itu.


"Hahaha, lo takut ya..?" ledek sang adik membuat Dominic kesal.


"Apaan sih dek. Gue bukannya takut, tapi gue nggak mau aja mama sama papa kepikiran gitu," alasan Dominic terdengar masuk akal.


"Iya juga sih kak. Tapi lo kenapa sampai kepikiran buat bunuh diri? Lo punya masalah apa kak sebenarnya?" tanya Alina penasaran.


Dominic tampak diam sejenak dan berusaha mengatur suasana hati serta nafasnya untuk beberapa detik sebelum menjawab pertanyaan sang adik.


"Kak," panggil Alina lagi.


"Hhhhhhh, jadi gini dek, gue baru aja diputusin oleh Clarista," jawab Dominic membuat wanita cantik itu membelalakkan matanya.


"Apa? Kak Clarista mutusin lo? Tapi alasannya apa kak? Bukannya kalian udah mau nikah?" uap sang adik yang tak menyangka alasan dari keputus asaan kakaknya itu adalah putus dengan Clarista.


"Ternyata selama ini Clarista telah selingkuhin gue dek. Dan parahnya lagi, dia nyelingkuhin gue sama si Roky, anaknya tante Sinta," jelas Dominic kembali terlihat tidak bersemangat.


"Kurang ajar tuh si Roky. Lagi-lagi dia bikin ulah kak sama kita. Udh, lo tenang aja kak, gue akan samperin tuh si Roky dan minta dia buat jauhin Clarista. Dengan begitu, Clarista pasti akan kembali lagi sama lo," ucap Alina emosi.


"Jangan dek, nggak usah, lagian percuma juga, Clarista bilang kalo dia sangat mencintai Roky. Selain itu, Clarista saat ini sedang hamil anaknya Roky," ucap sang kakak lagi-lagi membuat Alina terkejut.

__ADS_1


__ADS_2