Cinta Lintas Agama

Cinta Lintas Agama
Bab 18


__ADS_3

"Ya sudah. Kalau begitu aku pulang dulu kak. Kakak kembali lah ke rumah. Takutnya nanti Alina mencari mu," ucap gadis bercadar itu.


"Biarkan saja dia. Aku akan mengantarmu pulang ke rumah," balas Dominic lagi.


***


Sepanjang perjalanan, Dominic nampak berseri-seri sekali. Semua itu terlihat jelas dari raut wajah Dominic yang tampak bahagia. Berbeda dengan Khadijah. Gadis bercadar itu sepertinya mempunyai banyak pikiran.


"Khadijah.. Kamu kenapa? Kamus sedang memikirkan apa?" tanya Dominic merasa jika ada suatu hal yang sedang di pikirkan oleh Khadijah.


"Nggak.. Aku nggak mikirin apa-apa kok kak," jawab Khadijah singkat.


Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa Khadijah pun tiba di pekarangan rumah Khadijah. Di saat Khadijah akan turun dari mobilnya, ternyata ada ustadz Zaki yang tengah mengetuk pintu rumahnya.


"Itu siapa?" tanya Dominic yang juga melihat kehadiran ustadz Zaki di depan rumahnya Khadijah.


"Itu.. Itu.. Itu ustadz Zaki. Laki-laki yang di melamar ku kak," jawab Khadijah membuat jantung Dominic berdesir.


'Jadi dia laki-llaki yang melamar Khadijah. Sepertinya dia laki-laki yang baik,' batin Dominic merasa tersaingi.


"Oh. Lalu,,, buat apa dia kesini?" tanya Dominic penasaran.


"Aku nggak tau kak. Mungkin saja ada keperluan lain dengan ayah dan juga ibuku," jawab Khadijah yang juga bingung dengan kedatangan gurunya itu.


Setelah Khadijah turun dari mobilnya, Dominic langsung beranjak pergi meninggalkan rumah minimalis itu. Sepanjang perjalanan, Dominic masih saja terpikirkan laki-laki yang melamar Khadijah.


"Buat apa ya laki-laki itu ke rumah Khadijah?" gumam Dominic fokus mengemudikan mobilnya.


Sementara itu...


"Assalamualaikum," ucap Khadijah menyapa ustadz Zaki yang masih berada di depan rumahnya.


"Wa'alaikum salam. Khadijah," jawab ustadz Zaki yang terkejut dengan kehadiran Khadijah di belakangnya.


"Iya.. Hmmmm, maaf, ustadz ada keperluan apa datang kesini lagi?" tanya Khadijah tampak heran.

__ADS_1


"Hmmmmm, begini Khadijah, tadi saya mendapatkan telfon dari orang tuamu bahwasannya dia mengundang saya untuk makan malam sebelum saya kembali ke pondok pesantren," jawab ustadz Zaki membuat Khadijah sedikit terkejut.


"Oh.. Kalau gitu kenapa ustadz nggak masuk ya?" tanya Khadijah lagi.


"Saya sudah mengetuk pintunya dari tadi, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Sepertinya tidak ada orang di rumah mu," jawab ustadz Zaki apa adanya.


"Nggak ada orang? Hmmmmm, mungkin ibu sedang berada di lantai dua ustadz. Kalau ayah palingan akan pulang sebentar lagi," jawab Khadijah mengeluarkan ponsel miliknya.


Setelah menelfon sang ibu, tak lama kemudian pintu pun terbuka. Ternyata benar yang di katakan oleh Khadijah, ibu Siti sedang berada di lantai dua rumah itu.


"Eh, ustadz Zaki sudah datang. Kalian datangnya barengan?" tanya ibu Siti nampak senang.


"Nggak bu. Aku baru saja datang. Sedangkan ustadz Zaki katanya sudah datang dari tadi bu," jawab wanita bercadar itu lagi.


"Oh ya.. Maafkan saya ustadz Zaki. Saya benar-benar tidak mendengarnya. Kalau begitu ayo silahkan masuk. Kebetulan sebentar lagi suami saya akan pulang, dan kita akan mulai acara makan malamnya," ucap ibu Siti mempersilahkan Khadijah dan ustadz Zaki masuk.


"Hmmmm, Khadijah, kamu nggak keberatan kan menemani ustadz Zaki sebentar saja. Ibu mau ke belakang sebentar," pinta ibu Siti membuat Khadijah sebenarnya keberatan.


"Hmmmmm iya bu. Khadijah akan temani ustadz Zaki disini," jawab Khadijah yang tidak enak menolak permintaan wanita yang telah melahirkannya itu.


Lima belas menit kemudian, sang ayah pun pulang. Khadijah pun langsung berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya.


Setibanya di kamar, Khadijah pun menarik nafas lega. Ia seolah tengah menahan saat menemani dengan ustadz Zaki.


Baru saja Khadijah akan beranjak untuk mandi, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering. Dengan cepat Khadijah meraih ponsel miliknya dan seketika ia tersenyum saat melihat siapa yang menelfonnya.


"Halo.. Assalamualaikum ukhti," sapa seseorang dengan lembut membuat Khadijah menggelengkan kepalanya.


"Wa'alaikum salam kak. Ada apa?" tanya Khadijah membalas salam dari laki-laki katolik itu.


"Nggak ada apa-apa sayang. Aku hanya kangen dengan calon ibu dari anak-anakku," ucap Dominic membuat wajah Khadijah memerah karena tersipu malu.


"Apaan sih kak. Jangan seperti itu. Lagi pula, kita baru saja bertemu," balas wanita cantik itu.


"Hehe.. Oh ya Khadijah, apa laki-laki yang melamar mu itu masih berada di rumah mu?" tanya Dominic penasaran. Sebenarnya itulah tujuan Dominic menghubungi wanita pujaan hatinya itu.

__ADS_1


"Hmmmm masih. Memang kenapa kak?" tanya Khadijah yang masih polos itu.


"Tidak apa-apa. Aku hanya bertnya saja. Oh ya Khadijah, buat apa dia datang ke rumah mu? Apa dia mau menagih jawaban dari mu?" tanya Dominic cemas.


"Nggak kak. UStadz Zaki kesini karena dia mendapatkan undangan makan dari ayah dan juga ibu. Soalnya, besok pagi, ustadz Zaki akan kembali ke pondok," jawab Khadijah membuat Dominic lega.


"Oh, syukurlah kalau begitu," jawab Dominic lagi.


"Ya sudah kak. Kalau begitu aku tutup dulu ya panggilannya. Aku mau mandi soalnya,"


"Baiklah kalau begitu. Sampai berjumpa besok," balas Dominic lalu mengakhiri panggilannya.


'Orang tua Khadijah sepertinya sangat ingin sekali jika Khadijah menikah dengan laki-laki itu. Buktinya saja, mereka sampai mengundang laki-laki itu untuk makan malam di rumahnya. Bagaimana jika kedua orang tua Khadijah meminta Khadijah untuk menerima lamarannya?' batin Dominic berkecamuk.


Di saat Dominnic tengah melamun, tiba-tiba saja Leoni masuk ke kamar putranya itu.


Hal itu lantas membuat Dominic terkejut karena kedatangan mamanya itu.


"Dom, kamu lagi ngapain?" tanya Leoni mengusap kepala putranya itu.


"Nggak ngapa-ngapain ma. Mama sendiri kenapa kesini?" jawab Dominic balik bertanya.


"Mama cuma mau melihat keadaan kamu sayang. Apa kamu sudah makan?" tanya wanita paruh baya itu lagi.


"Nanti saja maa. Aku belum lapar," jawab Dominic singkat.


"Oh ya sudah. Hmmmmm Dom, mama lihat kamu seperti sedang memikirkan sesuatu. Kalau mama boleh tau, kamu sedang memikirkan apa?" tanya Leoni berharap anaknya itu mau berbagi cerita dengannya.


"Hmmmmmm begini ma. Kalau misalkan aku pindah agama, bagaimana pendapat mama?" tanya Dominic mencoba meminta pendapat dari sang mama.


"Apa? Pindah agama? Maksud kamu apa?" tanya Leoni nampak terkejut sekali. Ia tak menyangka jika Dominic akan melontarkan pertanyaan seperti itu kepada dirinya.


"Ya pindah agama ma. Aku mau mengganti agama ku. Bagaimana menurut mama?" ucap Dominic mengulangi pertanyaannya.


"Jangan bercanda Dom. Ini sama sekali nggak lucu," ucap Leoni kesal.

__ADS_1


__ADS_2