Cinta Lintas Agama

Cinta Lintas Agama
Bab 19


__ADS_3

"Ya pindah agama ma. Aku mau mengganti agama ku. Bagaimana menurut mama?" ucap Dominic mengulangi pertanyaannya.


"Jangan bercanda Dom. Ini sama sekali nggak lucu," ucap Leoni kesal.


***


"Aku nggak bercanda ma. Aku serius. Ma dengarkan aku baik-baik. Sepertinya aku sudah jatuh cinta kepada Khadijah. Dan aku mau memperjuangkan cintaku walaupun itu harus membuatku mengorbankan agama ku," balas Dominic membuat Leoni nampak shock.


"Stop Dom. Tarik kembali ucapan mu. Sampai kapan pun mama nggak akan biarkan kamu mengganti agamamu. Ingat laknat tuhan nak. Kamu jangan terlalu berharap kepada Khadijah. Belum tau dia juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu," ucap wanita paruh baya itu mencoba mematahkan semangat Dominic.


"Ma, Khadijah itu mencintaiku. Dia sendiri yang mengakuinya. Begitu juga sebaliknya, aku juga mencintai Khadijah ma. Kami itu saling mencintai," jawab Dominic lagi.


"Ok, jika memang Khadijah juga memiliki perasaan yang sama dengan mu, maka suruh saja dia mengikuti keyakinan kita. Dengan begitu kamu akan mendapatkan pahala atas itu," ucap Leoni membuat Dominic geleng-geleng kepala.


"Aku sudah mengajak Khadijah. Namun ia tetap nggak mau ma. Khadijah itu muslim yang taat akan tuhannya. Maka dari itu, demi Khadijah, biar aku yang mengikuti keyakinannya. Lagi pula agamanya Khadijah tidak bukanlah agama yang membawa ke keburukan," jawab Dominic semakin membuat Leoni marah besar.


"Nggak. Mama nggak akan membiarkan kamu pindah agama. Maafkan mama Dom. Untuk kali ini tidak akan menuruti kemauan mu," balas Leoni lalu meninggalkan Dominic di kamarnya sendirian.


"Ma tunggu ma. Aku belum selesai bicara," teriak Dominic sembari mengejar sang mama.


"Bicara apa lagi Dom? Nggak ada yang perlu di bicarakan," jawab Leoni kesal.


"Ma bantu aku ma. Sekali ini saja. Aku mohon sama mama. Khadijah baru saja di lamar oleh seorang ustadz, dan lamaran itu di sambut baik oleh kedua orang tuanya itu. Ma, aku nggak mau jika Khadijah lepas ke pelukan orang,," mohon Dominic berharap sang mama akan iba melihatnya.


"Biarkan saja dia di lamar. Bukankah dia seorang muslim yang baik? Jadi tidak salah dong jika Khadijah di lamar oleh seorang ustadz," jawab Leoni meninggalkan kamar putranya itu.

__ADS_1


"Nggak.. Ini nggak boleh terjadi. Gue tidak bisa melepaskan Khadijah begitu saja. Gue harus memperjuangkannya," gumam Dominic teringat wajah cantik Khadijah yang tak sengaja waktu itu dilihatnya..


Wajah Khadijah seolah menjadi mood booster untuk dirinya kembali bangkit dan mendapatkan semangat yang baru.


Dengan cepat Dominic bergegas bangkit dan mencari keberadaan sang papa yang seharusnya saat ini pasti berada di ruangan kerjanya di rumah mewah itu.


Tok


Tok


Tok


"Masuk," jawab Cristinus dari dalam ruangannya.


Dominic pun duduk dan menunggu sang papa selesai dengan pekerjaannya.


"Ada apa Dom? Tumben kamu menemui papa di ruang kerja ini. Apa kamu mengingat sesuatu?" tanya Cristinus sembari menutup laptop yang ada di hadapannya.


"Ah, bukan pa. Aku mau minta bantuan papa," jawab Dominic nampak ragu.


Ia takut jika sang papa akan sama marahnya dengan mamanya, Leoni.


"Hmmmm, begini pa. Apa mama sudah cerita sama papa?" tanya Dominic ragu.


"Cerita? Cerita apa?" tanya Cristinus mulai heran.

__ADS_1


"Begini pa. Aku jatuh cinta pada seorang wanita. Dan wanita itu juga mencintaiku pa. Tapi sayang sekali, kami berdua berbeda keyakinan," jawab Dominic mulai menjelaskan.


"Berbeda keyakinan? Lalu?" tanya Cristinus mengernyitkan keningnya.


Ia masih belum mengerti dengan maksud pembicaraan sang anak.


"Hhhhhh, orang yang aku cintai itu nggak mau meninggalkan keyakinannya pa. Maka dari itu aku memutuskan untuk mengikuti keyakinannya," jawab Dominic membuat Cristinus terkejut. Namun, laki-laki paruh baya itu bisa menyembunyikan keterkejutannya dengan mencoba untuk terlihat tetap tenang di depan sang anak.


"Jadi kamu mau pindah keyakinan hanya karena kamu mencintai perempuan itu?" tanya Cristinus yang langsung di balas dengan anggukan cepat oleh Dominic.


"Hhhhhh, Dom.. Dom.. Pantas saja kamu menyandang gelar mahasiswa abadi di kampus mu. Agama yang di anut seseorang itu bukanlah hal yang main-main dalam hidup ini. Agama yang kita anut adalah penentu dari baik atau buruknya nasib kehidupan yang akan kita jalani setelah kematian nanti.


Maka dari itu kamu jangan sampai salha pilih nak. Papa tidak melarang mu dalam menentukan keyakinan mu. Tapi papa minta dengan sangat sama kamu, jangan pernah merubah keyakinan mu hanya karena cinta, tapi ubahlah keyakinan mu, agamamu karena kamu merasa yakin jika agama itu yang akan menyelamatkan mu nantinya. Apa sampai disini kamu paham?" jelas Cristinus panjang lebar.


Dominic nampak diam membatu. Sepertinya laki-laki itu tengah mencerna apa yang baru saja di katakan oleh laki-laki yang selalu ia banggakan selama ini.


'Apa yang dikatakan papa itu benar adanya. Gue nggak boleh salah melangkah dalam menentukan nasib gue. Tapi... Bagaimana dengan Khadijah? Bagaimana dengan cinta gue?' batin Dominic merasa bimbang.


"Tapi pa.. Bagaimana dengan cintaku? Aku bahkan lebih mencintainya dari pada aku mencintai Clarista waktu itu," ucap Dominic membuat Cristinus tersenyum.


Cristinus teringat masa lalunya sewaktu ia masih muda dulu. Dulu sekali, waktu Cristinus belum mengenal Leoni, ia juga pernah jatuh cinta kepada seorang wanita beragama islam. Cristinus sangat-sangat mencintai wanita tersebut. Seorang wanita cantik berhijab serta memiliki kepribadian tenang dan pendiam. Cristinus rela melakukan apa saja untuk wanita itu, termasuk merubah keyakinannya. Tapi sayang sekali, Cristinus mendapatkan tentangan keras dari kedua belah pihak. Dengan berat hati, Cristinus terpaksa harus mengakhiri hubungannya dengan wanita itu karena ia tak berani berjuang, Ia begitu takut untuk melangkah dan menentang siapa saja yang menghalangi hubungannya dengan wanita itu. Alhasil, Cristinus memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan menempuh pendidikan di sana hingga ia kenal dengan Leoni. Wanita cantik yang satu agama dengannya. Dan tak lama mengenal Leoni, ia pun melamar dan menikahi Leoni hingga hadirlah Dominic dan juga Alina ke dalam kehidupannya. Sedangkan untuk sampai detik ini, Cristinus tidak pernah bertemu lagi dengan kekasih lamanya itu.


"Pa.. Papa kenapa? Apa yang papa pikirkan?" tanya Dominic membuyarkan lamunan laki-laki paruh baya itu.


"Ah, nggak kenapa-kenapa. Dom ingat, jodoh itu nggak akan kemana dan nggak akan pernah tertukar. Jika tuhan yesus mentakdirkan mu berjodoh dengan wanita itu, maka tak ada satu pun yang akan bisa memisahkan kalian berdua. Termasuk agama yang menjadi penghalang tersebut," jawab Dominic menanggapi bijak pertanyaan sang anak.

__ADS_1


__ADS_2