
"Ya mau ke kampus lah ma, masak mau ke pasar," jawab Dominic sembari menuang segelas air putih ke gelas yang ada di tangannya.
"Kampus? Tumben pagi amat. Biasanya kalo nggak di bangunin, kamu nggak bakalan bangun," ledek Leoni yang tetap fokus pada pekerjaannya.
***
"Ya aku pengen datang pagi aja ma. Emang nggak boleh ya?" jawab Dominic balik bertanya.
"Ya boleh sih. Ya sudah, kamu mau sarapan dulu atau gimana nih?" tanya Leoni lagi.
"Nggak usah ma, aku sarapan di luar saja nanti," jawab Dominic langsung pergi setelah meminum segelas air tadi.
"Hhhhhhh, anak itu, tumben-tumben amat bangun pagi kayak gitu," gumam Leoni menggelengkan kepalanya.
Di sepanjang jalan, Dominic nampak sangat senang dan bersemangat sekali. Entah kenapa, yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah Khadijah saja.
"Kenapa gue selalu mikirin Khadijah ya? Padahal, harusnya yang gue pikirin itu kan Clarista?" gumam Dominic heran.
"Kak Dom mana ma?" tanya Alina yang baru saja bergabung dengan di meja makan dengan papa dan juga mamanya.
"Iya ma, Dominic mana? Masih tidur?" tambah Cristinus tak melihat wajah anak kesayangannya itu.
Meskipun Dominic selalu bangun terlambat, tapi ia tidak pernah melewatkan sarapan pagi dengan keluarganya.
"Hhhhhhh, Dominic sudah berangkat kampus dari tadi," jawab Leoni santai.
"What? Kak Dom udh berangkat dari tadi?" teriak Alina terlihat shock.
"Apa sih Al, kamu kenapa teriak-teriak seperti itu? Brisik tau," umpat sang mama mencubit pelan putri bungsu nya itu.
"Ya habis, tumben amat kak Dom berangkat kampus pagi-pagi gini? Apa kak Dom mau bunuh diri lagi ya?" ucap Alina keceplosan.
"Apa? Kamu bilang apa Al? Dom mau bunuh diri lagi?" tanya Cristinus terkejut. Begitu juga dengan Leoni, yang seketika menghentikan suapannya.
"Iya, maksud kamu apa Al? Dominic mau bunuh diri lagi? Memang sebelumnya kakak mu itu mau bunuh diri kapan?" tanya Leoni kepda Alina yang seketika menutup mulutnya.
__ADS_1
"alina hanya bisa diam. Ia bingung harus menjawab seperti apa.
"Alina, kamu kenapa diam saja? Jawab pertanyaan mama sama papa mu Al? Apa Dominic pernah mencoba untuk mengakhiri dirinya sebelum ini?" tanya Leoni yang terlihat cemas sekali.
"I..I..Iya pernah ma. Tepatnya kemaren. Tapi untung ada Khadijah yang kebetulan lewat dan melihatnya," jawab Alina membuat Leoni shock.
"Astaga.. Kenapa kamu nggak ngasih tau mama Al. Apa penyebab nya? Kenapa Dominic sampai serapuh itu?" tanya Leoni lagi. Sedangkan Wibowo hanya diam menyimak penjelasan anaknya.
"Itu karena kak Dom di putusin sama kak Clarisa ma. Ternyata selama ini kak Clarisa selingkuhin kak Dom dengan ka Roky anaknya tante Sinta. Bahkan si kak Clarisa saat ini sedang hamil anaknya si kak Roky," jelas Alina membuat Leoni menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Astaga, kenapa Clarisa setega itu sama kakak mu Al? Kita semua kan sama tau jika Dominic sangat mencintai Clarisa," ujar Leoni tak menyangka.
"Sudah, lupakan itu. Ma, mending sekarang kamu telpon Dominic dan tanyakan dimana ia sekarang," suruh Wibowo yang juga mencemaskan keberadaan putranya itu.
"Ah iya, kamu benar pa. Sebentar, mama ambil ponsel di kamar dulu," jawab Leoni langsung bergegas pergi.
Tak lama kemudian, Leoni pun kembali ke ruang makan dan langsung menghubungi Dominic melalui panggilan telepon.
"Gimana ma? Diangkat nggak?" tanya Wibowo penasaran.
"Coba hubungin lagi ma. Siapa tau dia nggak dengar," suruh Wibowo lagi.
"Halo ma ada apa?" ucap Dominic yang akhirnya menjawab panggilan sang mama.
"Syukurlah. Dom, kamu dimana nak? Kamu nggak berbuat macam-macam kan nak di luaran sana?" tanya Leoni membuat Dominic heran.
'Ini ada apa ya? Apa si Alina bilang yang nggak-nggak ya sama mama?' batin Dominic curiga.
"Aku di kampus ma. Memang a da apa sih ma? Macam-macam gimana nih ma maksud mama?" tanya Dominic balik.
"Dom, Alina bilang kamu kemaren mau bunuh diri, tapi untung saja ada Khadijah yang nggak sengaja liat kamu lalu nolong kamu. Apa itu benar Dom?" tanya Leoni sesuai dugaan Dominic.
'Nah, pasti si alina kan ini punya kerjaan,' batin Dominic sedikit jengkel terhadap adik nya itu.
"Ah, nggak kok ma. Mama jangan dengerin si Alina deh. Dia ngada-ngada tuh," ucap Dominic tak mau mamanya panik.
__ADS_1
"Udahlah Dom, kamu jagan bohongi mama. Mana mungkin Alina bercanda soal yang seperti ini," balas Leoni yang sudah tau watak anak-anaknya.
"Hhhhhhh, terserah mama saja," hanya itu yang dapat dikatakan oleh Dominic. Ia sangat malas sekali untuk memperpanjang cerita ini dengan sang mama.
"Ya sudah Dom, mulai sekarang kamu nggak boleh lagi lakuin hal bodoh seperti itu. Mama nggak ikhlas Dom jika kamu memilih untuk mengakhiri hidupmu," ucap Leoni lagi.
"Iya ma iya. Udah ya ma, aku mau sarapan dulu," pamit Dominic lalu mematikan panggilannya.
"Pa, kita harus lakuin sesuatu untuk Dominic pa. Mama nggak mau jika anak itu benar-benar akan mengakhiri hidupnya," ucap sang istri kepada Wibowo.
"Ya, kamu benar ma. Papa akan berikan Dominic kesibukan di kantor, papa yakin dengan seperti itu, ia akan lupa masalahnya dengan Clarista," ucap Wibowo yang sudah memikirkannya sedari tadi.
Sementara itu, beberapa jam kemudian, Alina sudah tiba di depan rumah Khadijah. Harri ini mereka akan ada janji untuk pergi ke universitas bakti bangsa.
Karena sebelumnya sudah mendaftar secara online dan sudah di pastikan di terima oleh pihak universitas, Alina dan Khadijah pun hanya perlu mengisi beberapa data yang tidak bisa melalui online.
Hal itulah yang menyebabkan Dominic datang pagi ke kampus, padahal ia sendiri sebenarnya sudah tidak perlu lagi datang ke kampus karena sudah di pastikan tidak akan lagi lulus untuk tahun ini.
Dominic tampak menunggu kedatangan adiknya dan juga Khadijah di parkiran. Dan benar saja, tak lama kemudian, mobil yang biasa di kendarai oleh sang adik pun terlihat memasuki area kampus dan memarkirkan mobilnya.
"Nah itu dia. Akhirnya mereka datang juga," gumam Dominic terlihat sangat senang.
Dominic pun berjalan menghampiri mobil sang adik dan tampak berdiri manis di sebelahnya. Hal itu lantas membuat Alina sebagai adik merasa aneh dengan sikap sang kakak.
"Kak, lo ngapain berdiri di situ?" tanya Alina yang sudah keluar dari mobilnya bersama dengan Khadijah.
"Gue sengaja nungguin kalian disini. Hai Kha, apa kabar?" ucap Dominic memamerkan gigi putihnya yang rapi.
"Alhamdulillah baik kak," jawab Khadijah menundukkan pandangannya.
"Giliran sama cewek cantik aja lo ramah banget ngomong nya," ledek Alina.
"Apaan sih lo. Bisa diam nggak?" ucap Dominic lalu kembali memberikan senyumannya kepada Khadijah.
"Khadijah, selamat datang di kampus ini. Kamu tenang saja, selama ada aku disini, nggak akan ada yang berani gangguin kamu," ucap Dominic yang hanya di balas dengan kata makasih oleh gadis cantik itu.
__ADS_1