
EPISOD 21
Nyatanya waktu terus bergulir dan bergerak sebanyak apa pun masalah kita tidak dapat menghentikan waktu,iya terus bergerak tampa bisa di hentikan semua yang kita alami saat ini pun beberapa waktu kemudia hanya akan menjadi cerita yang hanya bisa kenang dan simpan sendiri-sendiri untuk kita kenang di kemudia hari.
Saat ini adalah hari kelulusan di sekolah mereka, iya hari ini naira,zahra,nara,kiki,edo dan faisal akan melepas masa sma mereka karna mereka telah menerima surat tanda kelulusan mereka masing-masing dan mereka semua di nyatakan lulus.
__ADS_1
Di sekolah mereka 99% murid Angkatan mereka di nyatakan lulus dari sekolah tersebut hanya ada satu yang tidak lulus di antara teman satu ngaktan naira itu yaitu adalah sarah. Kejadian di taman beberapa bulan lalu, nyatanya membuat sarah tidak pernah menunjukan batang hidung nya lagi di sekolah itu.
Seperti orang yang menghilang dari muka bumi ini sarah seolah tak pernah lagi menginjakan kaki nya di hadapan semua teman-temannya terutama nara. Perempuan cantik itu seakan di telan olah bumi keberadaan nya,bahkan pernah sekali pihak sekolah mencari keberadaanya di rumah namun nyata nya rumah tersebut kosong tak berpenghuni dan telah di tinggalkan pemiliknya .
Bukan hanya itu saja orang tua sarah pun ikut tak bisa di hubungi dan keberadaanya tidak di ketahui namun para tetangga hanya tau bahwa mereka sekeluarga pindah rumah ke luar kota karna ada alasan keluarga yang bahkan pak RT pun tak tau dan rumah mereka di biarkan kosong saja dan berpesan anak pindah ke kota lain dengan pak RT.
__ADS_1
Hanya sarah yang tidak lulus di angaktan mereka,namun hal itu nyatanya hal itu tidak berlangusng lama karna menjadi hal yang sangat menarik menjadi bahan pembicaraan para teman-teman Angkatan dan juga satu sekolah nya sarah dengan begitu banyak spekulasi dari hasil pemikiran mereka sendiri-sendiri dengan menghilanya sarah, namun banyak dari mereka yang membumbui cerita dengan hal-hal buruk tentang sarah.
“akhirnya kita lulus juga yah”ucap naira yang duduk di trimbun penonton lapangan basket sambal menatap lurus kedepan pemain basket, sambal tersenyum pahit “ iya kita lulus nai” jawab zahra sambal menatap naira “dalam waktu yang Panjang ini aku masih saja tidak bisa mengungkapakn perasaan ku zah” kata naira “ungkapkan lah nai agar hati mu lega” sambal tersenyum zahra menjawab.
“entah lah zah dia terasa jauh dari ku, terlebih masalah yang lalu aku makin merasa tak mungkin menggapainya dan aku juga pernah medengar kata nya cinta pertama tidak akan pernah berhasil bukan ?” kata naira sambil menatap nara yang sedang bermain basket “coba kata kan kamu tak akan pernah tau perasaan nya kepada kamu bukan jika kamu tak pernah mengungkapkan kepada nya,walaw pait hasilnya setidaknya kamu sudah mencoba dan tidak menyesal di kemudian hari bukan” zahra sambil memeluk lengan naira sekalan memberikan kekuatan pada gadis itu .
__ADS_1
Catatan : semoga kalian suka dengan cerita ku, maaf kalo banyak typo yang bertebaran tapi aku akan mereka berterima kasih dengan like dan komentar kalian, terimakaish banyak semua nya………