Cinta Pertama Naira

Cinta Pertama Naira
Episod 68


__ADS_3

EPISOD 68


Acara pun berlanjut banyak sekarang masyarakat yang tentunya antusias dengan bakery naira dan lola itu, menginat lola sangat pintar dalam menjalan kan promosi di berbagai sosial media sehingga sebelum bakery itu di buka sudah banyak orang-orang yang penasaran dengan tempat itu. Hari itu karna antusias dari masyarakat yang sangat besar mereka kewalahan dengan penjualan mereka hari itu, namun tidak hanya lola dan naira yang sibuk membatu para karyawan hari itu.

__ADS_1


Putra, faisal, kiki, edo, dero juga sibuk membantu sedangkan zahra, mama naira dan mami lola duduk cantik bersama sang suami menjadi mandor bagi mereka yang berkerja. “aku akan mintak gaji ku nanti” kata putra berkata pada naira “aku gak sanggup menggaji mu jadi pergi lah duduk sana” kata naira “pokok nya akum au di gaji titik” kata laki-laki itu kekeh dan langsung menjalakan tugasnya lagi.


Tak terasa hari sudah sore hari ini bakery nari dan lol aitu hanya akan buka sampai jam 5 sore hari ini, bukan karna alasan mereka Lelah atau apa tapi bahan-bahan persiapan untuk membuat kue sudah menipis dan ada beberpa yang sudah habis sehingga tidak memungkin bagi mereka untuk buka sampai malam hari ini. Setelah Lelah seaharian menjadi pegawai dadakan mereka pun memilih untuk makan di restoran .

__ADS_1


Namun yang pergi tidak hanya mereka namun juga semua orang termasuk kelurag mereka namun tidak dengan para pegawai bakery karna mereka memiliki tugas nya masing-masing namun naira akan memesakan makan untuk mereka dan di atarkan secara online nantinya, mereka sudah sampai di salah satu resto yang sudah di pesan oleh putra sore itu. Laki-laki itu selalu saja berusaha menempel pada naira.


Yang lain langsung bersorak gembiran terutana para laki-laki, bukannya mereka tak punya uang untuk membayar makan mereka sendiri namun mereka bagi mereka makan gratis setelah Lelah berkerja itu merupakan hal yang sangat bagus sekalia dan tidak akan mereka sia-siangkan. “papa Makasi yah” kata naira memeluk sang papa yang selama ini selalu mendukung diri nya sampai dengan sekarang “tentu saja apa yang tidak untuk anak gadis papa ini, jangan lupa untuk sering mengirimkan kue mu kentor papa yah” kata sang papa yang memang menyukai kue buatan naira itu.

__ADS_1


“kantor ayah juga dong nai, tadi ayah kan tidak sempat mecoba di sana” kata ayah putra yang juga antusias “oh tentu yah nanti naira akan kirimkan untuk ayah”. “loh kok ayah doang si buat ku juga” kata putra yang sudah protes tidak terima dia di lupakan “anak ini selalu saja” kata sang ayah yang hanya geleng-geleng kepala “naira itu calon istrinya putra jadi dia harus mengingat ku juga” kata putra yang sewot dengan dengan kata-kata sang ayah.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2